Pentingnya Menjaga Keamanan di Ruang Digital

By Dewi Sulistiawaty - Mei 22, 2022

Cara menjaga keamanan di ruang digital

Jam menunjukkan pukul setengah dua belas malam, ketika aku ditelpon oleh keponakan yang tinggal di Palembang. Tumben ia menelpon tengah malam begini. Biasanya jam 10 an dia sudah tidur. Aku pun berhenti mengetik dan segera mengangkat telpon. Suara keponakanku di seberang sana terdengar seperti orang yang sedang panik.

“Tante, tolong Pia, Nte,” katanya dengan suara bergetar menahan tangis.

“Ada apa, Pia?” balasku. Aku ikutan panik mendengar suaranya. Pikiranku langsung membayangkan hal-hal buruk yang terjadi. Namun segera kuenyahkan pikiran buruk tersebut. Ponakanku sedang panik, dan aku tak boleh ikutan panik agar aku bisa berpikir dengan jernih. Aku pun mesti menenangkannya terlebih dulu agar ia bisa menceritakan apa yang terjadi.

“Tadi Pia ditelpon seseorang. Ia bilang ia dari Sh****. Katanya Pia menang undian 1 juta dari Sh****. Awalnya Pia nggak percaya, tapi dia tahu nama lengkap Pia. Jadinya Pia percaya, Nte,” jelasnya sambil terisak-isak.

Dulu keponakanku pernah cerita kalau dia punya akun di e-commerce tersebut. Dari sekedar untuk belanja, akhirnya ia buka lapak kecil-kecilan di sana. Katanya mau coba-coba buka usaha sendiri sambil menyelesaikan kuliahnya juga. Keponakanku menceritakan bahwa dia sering main game dan ikutan berbagai undian yang ada di sana. Makanya saat ditelpon, ia pikir mungkin ada salah satu dari undian tersebut yang ia menangkan.

Untuk proses pengiriman hadiah, orang tersebut meminta ponakanku mengirimkan data rekening, foto KTP, dan foto ponakanku sambil memegang KTP. Naasnya, semua dilakukan oleh ponakanku. Duh, ponakanku polos banget. Mana ada admin atau orang Sh**** menelpon tengah malam, trus minta foto diri dengan KTP pula. Beberapa saat setelahnya baru keponakanku tersadar kalau ia sudah tertipu. Ia panik, namun tak berani memberitahukan ortunya, karena takut dimarahi. Akhirnya ia menelponku untuk minta tolong.

Aku pun menyuruh ponakanku untuk segera menelpon ke call center bank yang digunakannya agar rekeningnya bisa segera diblokir, dan tak bisa diutak atik oleh si penipu tersebut. Namun karena masih shock, ia minta tolong aku yang menelpon. Untunglah si penipu tersebut belum sempat menarik uang dari rekening ponakanku, dan rekeningnya sudah diblokir oleh pihak bank. Ponakanku pun disuruh untuk mengurus rekening tersebut besok ke kantor cabang bank terdekat.

Seminggu setelah kejadian tersebut, aku pun bertanya pada ponakan, apakah ia tahu atau bisa menduga dari mana si penipu tersebut bisa mengetahui nomor telpon dan nama lengkapnya. Ia pun bingung dan tak tahu si penipu mendapatkan datanya dari mana. Duh, ngeri juga ya. Jadi ingat, beberapa bulan sebelum pandemi melanda, akun gmail ku hampir diambil alih oleh peretas. Dari info yang kudapatkan dari gmail, peretasnya berasal dari Afrika. Untung ada notifikasinya, jadi aku bisa segera mengubah passwordnya.

---

Jika bicara mengenai dunia digital, memang ada sisi positif dan negatifnya. Positifnya, ia dapat memberikan berbagai kemudahan bagi penggunanya. Sedangkan sisi negatifnya, ada beberapa orang yang tak bertanggung jawab yang menyalahgunakan kemudahan teknologi digital untuk melakukan hal-hal yang tak baik. Untuk itulah kita mesti memiliki pengetahuan yang cukup mengenai dunia digital ini agar terhindar dari berbagai hal yang negatif tersebut.

Untuk itu, jangan malas untuk mencari dan menggali informasi yang sebanyak-banyaknya mengenai dunia digital ya, karena pasti akan banyak manfaatnya bagi kehidupan kita, mengingat di zaman sekarang ini, digital sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dan menjadi kebutuhan dasar bagi kita. Kita bisa mendapatkan informasi dan edukasi tentang dunia digital dari berbagai lini, seperti dari internet, seminar atau webinar, workshop, kelas-kelas online/ offline, dan media lainnya. Namun perlu diingat, pastikan informasi yang diperoleh berasal dari sumber yang terpercaya ya.

Saat mendapatkan undangan untuk mengikuti acara workshop bertajuk Keamanan di Ruang Digital, aku pun tak melewatkannya. Ini merupakan kesempatan bagiku untuk mendapatkan informasi dan menambah wawasanku mengenai dunia digital. Acara yang diselenggarakan oleh ITSEC Asia ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 21 Mei 2022 di 7Shades Coffee, Cipete Utara, Jakarta Selatan. Ada dua narasumber yang dihadirkan, yaitu Mas Andri Hutama Putra selaku President Director of ITSEC Asia, dan Teh Ani Berta selaku Content Creator.

ITSEC Asia
Community Workshop bersama ITSEC Asia
(Kiri-kanan: MC, Mas Andri, Teh Ani)

Apa Itu ITSEC Asia?

ITSEC Asia merupakan perusahaan penyedia layanan, solusi, dan teknologi keamanan informasi terbesar di kawasan Asia Pasific. Perusahaan yang didirikan pada tahun 2004 ini awalnya bernama ITSEC Indonesia. Perusahaan ini kemudian terus berkembang, hingga pada tahun 2010 berganti nama menjadi ITSEC Asia. Pengembangan ITSEC Asia dari tahun 2010 hingga 2017 tak lepas dari peran investor  dari Dubai.

ITSEC Asia memiliki visi yaitu menjadi perusahaan yang berkomitmen untuk memberikan layanan cyber security dengan standar dan kualitas yang sangat tinggi di kawasan Asia Pasifik. Hingga saat ini, tim ITSEC Asia berjumlah sekitar 156 staf yang berada di Jakarta, 12 hingga 16 staf di Singapura, 4 staf di Australia, 8 staf di Thailand, dan 8 staf di Dubai. Sedangkan untuk klien, ITSEC memiliki sekitar 450 klien di Asia Pasifik.


Perkembangan Ruang Digital Tahun 2022

Dalam workshop bersama ITSEC Asia kemarin, Mas Andri mengatakan bahwa dibandingkan pertama kali website itu ada, yaitu di sekitar tahun 1993, hingga akhirnya di tahun 2009, dalam perkembangannya website menjadi sebuah media dan ruang untuk orang bisa berkarya di dalamnya. Saat ini, perkembangan digital sudah masuk dalam era industri 4.0 dimana terjadi transformasi digital secara keseluruhan.

“Saat ini ruang digital menjadi sangat terbuka, dan sangat besar sekali menurut saya dari sisi protect, maupun apa yang bisa kita lakukan di dalam ruang digital tersebut. Ditambah lagi, sesuai dengan data yang saya baca, di tahun 2021 ini pengguna internet berkembang hampir 50% dari sebelumnya. Di Indonesia sendiri sekitar 73% penduduknya merupakan pengguna internet,” papar Mas Andri.

Sedangkan menurut Teh Ani, perkembangan ruang digital saat ini sudah menjadi suatu kebutuhan dasar, dan menjadi bagian dari kehidupan kita sehari-hari, mulai dari bangun tidur hingga kita mau tidur lagi. Tak hanya sebagai media untuk mencari informasi, teknologi digital juga dapat menjadi media untuk belajar, bahkan dapat dimanfaatkan untuk menunjang dan meningkatkan usaha atau bisnis kita.

Teh Ani juga mengatakan, untuk menyikapi perkembangan ruang digital ini, masyarakat sebaiknya bisa beradaptasi dengan cepat, karena jika tidak, maka bisa ketinggalan, serta tidak akan bisa berkembang dan bersaing dengan yang lain. Setiap orang bisa ‘go digital’ asalkan ada niat dan mau belajar.

Berikut adalah apa yang harus dilakukan content creators dalam menyikapi perkembangan digital menurut Teh Ani:

F Janganlah membuat dan memposting konten hoaks, dan konten yang memprovokasi yang dapat menimbulkan perpecahan dan perdebatan sengit, seperti twitwar atau facebookwar.

F Biasakan untuk memverifikasi data yang akan diolah untuk dijadikan konten. Pastikan data yang diperoleh benar-benar akurat dan berasal dari sumber yang terpercaya, bahkan untuk sekedar beropini pun mesti berdasarkan data yang akurat.

F Sebaiknya barengi pengetahuan mengenai creating content dengan protecting the content.

Bermain di ruang digital tentu ada risiko yang harus dihadapi. Dengan semakin berkembangnya ruang digital, maka akan semakin besar pula risiko yang harus dihadapi masyarakat pengguna internet. Sehingga pemerintah pun akhirnya turun tangan untuk memberikan edukasi digital. Mas Andri mengatakan bahwa berdasarkan data tahun 2021, terdapat sekitar 1,6 juta tindak kejahatan dan penyerangan di dunia maya, yang disebabkan oleh malware.

Untuk itu penting banget bagi kita menjaga data pribadi, agar data tersebut tidak disalahgunakan oleh orang-orang tak bertanggung jawab. Menurut Mas Andri, kita harus menyadari hal ini, dan melakukan proteksi terhadap data pribadi kita. Pemerintah sendiri sudah merancang undang-undang untuk Perlindungan Data Pribadi (PDP). Mas Andri kemudian memberikan tips menjaga keamanan di ruang digital.

Tips Menjaga Keamanan di Ruang Digital

 ü Pasang password yang kuat dan ganti secara berkala.

Kombinasikan password dengan huruf besar, angka, atau tanda baca agar password tidak mudah ditebak. Selain itu ganti password secara berkala, misalnya sekali sebulan.

ü Clustering email.

Gunakan alamat email yang berbeda sesuai dengan kebutuhan masing-masing. Misalnya, pisahkan email untuk bisnis, media sosial, transaksi keuangan, dan lain-lain. Dengan begitu kita akan lebih mudah mengetahui jika ada aktivitas mencurigakan dari email yang masuk. Menggunakan satu alamat email untuk semua kebutuhan akan memberikan risiko lebih bagi akun-akun lain jika salah satu akun terkena hack.

ü Aktifkan Two Factor Authentication (2FA)

2FA merupakan fitur pengaman ganda untuk akses aplikasi. Dengan fitur ini kita dapat mencegah akses login dari orang yang tak diinginkan, dan kita juga dapat memonitor jika ada aktivitas-aktivitas mencurigakan atau usaha masuk ke akun oleh pihak yang tak dikenal.

ü Hindari login dari perangkat tidak dikenal.

Hindari login akun menggunakan perangkat orang lain atau orang tak dikenal atau perangkat yang dipakai oleh umum. Karena kita tidak tahu apakah perangkat tersebut aman atau nggak. Jika terpaksa login menggunakan perangkat orang lain, jangan lupa untuk log out.

ü Aktifkan fitur notifikasi.

Dengan fitur notifikasi kita bisa segera mengetahui jika ada aktivitas mencurigakan yang berusaha login ke akun kita.

ü Hati-hati membuka email, tautan, dan mengunduh aplikasi yang mencurigakan.

Jangan sembarangan membuka tautan yang mencurigakan dalam pesan email yang masuk. Ini untuk menghindari serangan pishing yang dapat meretas data kita. Mengunduh aplikasi secara sembarangan yang bukan dari website resmi juga dapat berisiko data kita diretas oleh pelaku kejahatan.  

Betapa pentingnya menjaga keamanan di ruang digital, dan semuanya bisa dimulai dari diri sendiri, kesadaran dari diri kita untuk menjaga keamanan data kita saat kita berada dan beraktivitas di ruang digital. Mengekspresikan diri di ruang digital sah-sah saja, namun sadari juga bahwa kita juga harus menjaga privasi dan data-data penting yang tak seharusnya dikonsumsi oleh publik, yang dapat memberi peluang bagi orang-orang tak bertanggung jawab untuk menyalahgunakan data tersebut. Untuk itu terus tingkatkan pengetahuan dan keterampilan digital kita, agar kita bisa tetap aman saat beraktivitas di ruang digital. 

ITSEC Asia cara menjaga keamanan di ruang digital
Foto bersama
(Pic source: Teh Ani)



  • Share:

You Might Also Like

0 comments