SO GOOD, Solusi Protein dan Nutrisi Keluargaku

By Dewi Sulistiawaty - Maret 03, 2018



Menjadi orangtua dari anak yang picky eater itu adalah sesuatu banget. Saya musti pinter-pinter menyiasati makanannya, agar kebutuhan nutrisinya tetap terpenuhi. Jika kebanyakan anak pada susah untuk disuruh makan sayur, maka anak saya malah suka makan sayur, tapi ya itu, dia sangat susah disuruh makan daging. Yep, Najwa nggak suka makan daging apa aja, baik daging sapi, ayam, ikan, dll. Kadang saya menyuir kecil daging tersebut seperti abon, dan menyelipkannya diantara nasinya, agar Najwa nggak tau, hehe….

Repot juga sebenarnya, kebayang aja kalo saya musti ngumpetin lauknya terus diantara nasi, sampai kapaaan XD “Biarkan saja, kan protein dari hewani bisa diganti dengan protein nabati”. Kadang kalimat ini sempat mampir juga dipikiran saya. Apalagi Najwa masih mau mengkonsumsi telur, tempe, dan susu. Ketiga bahan makanan ini kan termasuk kaya protein. Tapi tetap saja saya tidak tenang, karena dipikiran saya, seperti ada yang kurang gitu. Sampai kemudian saya mencoba memberikan nugget dan sosis siap olah pada Najwa, dan ternyata dia suka. Sempat kepikiran juga, apakah nugget dan sosis yang banyak dijual dipasaran ini baik untuk kesehatan Najwa.

Setelah baca-baca label, ingredients, dan info lain yang tertera pada label di kemasan beberapa produk nugget dan sosis, akhirnya pilihan saya jatuh pada produk SO GOOD Food. Selain rasanya yang enak, dan ada label MUI, bahan bakunya juga fresh, serta kandungan nutrisi di dalamnya terjaga dengan baik. Sejak itulah, saya mulai menyediakan produk SO GOOD Food di rumah. Produk ini telah menjadi salah satu solusi untuk pemenuhan asupan protein bagi keluarga saya, khususnya bagi Najwa.

Salah satu stok produk SO GOOD di rumah
Saya pun kemudian mengetahui kalau SO GOOD memiliki banyak varian lainnya, seperti Shumai Furai, pangsit, bakso, Ayam Potong Paha Dada Pedas Manis, dll. SO GOOD punya berbagai varian produk yang siap olah dan siap masak. Jadi solusi juga nih, jika saya ingin memasak dengan cara yang cepat, atau saat darurat ketika ponakan datang ke rumah, namun saya tidak sedia stok bahan baku makanan di rumah, hehe. Makanya saya stok banyak produk ini di kulkas :D

Nah, beberapa waktu lalu, saya mendapat informasi bahwa SO GOOD punya logo yang baru. Hmm, mengapa SO GOOD sampai ganti logo ya? Dengan logo yang baru, kualitas produknya bagaimana? Apakah masih sama? Pertanyaan ini terjawab saat saya mendapat undangan dari Blogger Perempuan Network, untuk hadir pada acara Peluncuran Logo, Kemasan, dan Lomba Piring Gizi Seimbang SO GOOD di The Hook Resto & Bar, pada hari Selasa, 27 Februari kemarin. Informasi yang lebih jelas, saya dapatkan dari Bapak Soegiono, Head of Marketing & New Business Development dari PT. SO GOOD Food.


Bpk. Soegiono
Ada dua tujuan utama mengapa SO GOOD mengganti logo dan kemasannya. Yang pertama menurut Bapak Soegiono adalah untuk tujuan bisnis. Tujuan bisnis di sini maksudnya  adalah dengan kemasannya baru, dapat meningkatkan image terhadap produk SO GOOD, serta memberikan nilai tambah bagi perusahaan. Kemasan baru juga ditujukan bagi konsumen, sehingga produk SO GOOD menjadi lebih terpercaya, praktis, dan lezat.“Tentu saja dengan komitmen kita untuk mengganti kemasan dan logo itu, juga membuat kita memberikan alternatif yang lebih banyak lagi terhadap produk protein hewani,” ungkap Bapak Soegiono.

Sedangkan tujuan kedua digantinya kemasan dan logo SO GOOD adalah keinginan untuk membantu masyarakat dalam mentransformasi konsumsi pangan karbohidrat, menjadi konsumsi pangan Gizi Seimbang. Di sinilah SO GOOD berperan, dalam menyediakan produk protein hewani yang berkualitas, praktis dan lezat bagi konsumen Indonesia. SO GOOD ingin memberikan dan memastikan bahwa dalam setiap proses yang dilakukan itu terdiri dari nutrisi yang alami, mulai dari peternakan, hingga ke meja makan keluarga Indonesia.


Logo baru SO GOOD ternyata mengandung nilai filosofi tersendiri. Logo lama SO GOOD berada di dalam lingkaran hijau, yang di dalamnya terdapat icon-icon yang disebut dengan social circle. Lalu di bagian luar lingkaran hijau tersebut terdapat lingkaran emas. Lingkaran hijau mempunyai makna fresh dan natural. Maksudnya adalah, semua produk SO GOOD berasal dari bahan-bahan yang natural dan fresh, serta halal.

Icon-icon yang berada di dalam lingkaran hijau melambangkan kepedulian SO GOOD sebagai ahli yang menginspirasi. Terdapat beberapa simbol di dalam lingkaran hijau ini, yaitu SO GOOD sebagai produsen protein hewani, menyediakan semua solusi dari protein hewani, mulai dari ayam, ikan, udang, daging sapi, dll. Lalu ada juga icon dari sisi olahan. Maksudnya adalah produk SO GOOD bisa langsung diolah, seperti digoreng, dipanggang, direbus, atau pengolahan cara lainnya.

Garis emas yang mengelilingi lingkaran hijau melambangkan trust, yaitu SO GOOD selalu menjaga kualitas produknya, sehingga dapat dipercaya oleh konsumen. SO GOOD ingin memberikan kualitas yang lebih baik, melalui perbaikan, dan melezatkan cita rasa protein untuk keluarga Indonesia.

 
Peluncuran Logo dan Kemasan Baru SO GOOD
Untuk meningkatkan awareness masyarakat akan pentingnya mengkonsumsi protein hewani untuk pemenuhan Gizi Seimbang, SO GOOD bersinergi dengan berbagai pihak yang memiliki visi dan misi yang sama, diantaranya dengan pemerintah dan foundations. Salah satu mitra SO GOOD saat ini adalah Japfa Foundation. Nah, pada acara ini hadir juga Bapak Andi Prasetyo, selaku Head of Japfa Foundation, yang menjelaskan mengenai Yayasan Japfa dan program-program yang telah dijalankan selama ini.

Japfa Foundation baru didirikan pada Maret 2015 lalu, dan fokus pada beberapa hal yang dijadikan sebagai visi dan misi yayasan. Visi Japfa Foundation adalah mengembangkan potensi generasi muda, melalui pendidikan, khususnya pendidikan peternakan, agribisnis, agriculture, teknologi pangan, serta pendidikan lainnya yang berhubungan dengan pangan. Selain bidang pendidikan, Japfa Foundation juga ingin memaksimalkan potensi di bidang gizi dan nutrisi. Beberapa diantaranya adalah dengan cara bermitra dengan berbagai pihak, serta menerapkan inisiatif advokasi untuk mendukung dan mempertahankan peningkatan nutrisi dan kesehatan dasar, seperti Melek Nutrisi Keluarga, membangun kesadaran melalui media sosial, dan inovasi lainnya.

Bpk. Andi
“Di berbagai kegiatan yang kita lakukan di seluruh Indonesia, kita selalu berkolaborasi. Misalnya seperti kesempatan hari ini, untuk menjelaskan tentang yayasan kita. Selain itu kita juga mengembangkan wira usaha sosial. Bagaimana kita dapat membangun sosial ekonomi masyarakat dengan cara wira usaha sosial, dimana keuntungannya harus lari ke program-program berikutnya. Jadi ini terus berkelanjutan, sehingga tidak ada yang dirugikan di situ,” jelas Bapak Andi.

Industri makanan, seperti SO GOOD, memiliki standar suplai daging yang bagus. Barang mentah yang bagus, hanya bisa dicapai oleh peternak-peternak yang memiliki teknologi unggul. Dalam kenyataannya, industri makanan yang sudah sangat maju, berbanding terbalik dengan dunia pendidikan. Seperti di 1500 SMK khususnya di bidang peternakan yang ada di Indonesia. Menurut Bapak Andi, pendidikan siswa SMK ini ketinggalan 30 tahun, sehingga akhirnya siswa SMP tidak ada yang mau masuk SMK, karena dianggap sudah tidak sesuai antara kemajuan teknologi di bidang pangan dengan SMK yang memproduksi pangan. Untuk itulah Japfa Foundation melakukan pembinaan pada SMK, dan institusi-institusi pendidikan agar bisa mencapai hal ini.

“SO GOOD dengan produk-produknya yang bernilai gizi baik, sangat kita harapkan untuk dapat mempertahankan kualitasnya, dan penyebarannya diantara masyarakat. Karena kalau kita tidak bekerjasama dengan industri, kita tidak punya produk untuk bisa membuktikan pada masyarakat bahwa nutrisi dan protein hewani itu penting. Sementara perjuangan kita ini harus ada produknya,” ujar Bapak Andi lagi.

Untuk menjalankan visi dan misinya ini, Japfa Foundation mengangkat Maria Harfanti sebagai Duta Gizi Japfa Foundation. Tugas utama Duta Gizi Japfa Foundation adalah mensosialisasikan gaya hidup sehat, terutama perihal Gizi Seimbang pada masyarakat Indonesia, khususnya untuk generasi muda, agar menjalani pola hidup sehat bergizi seimbang tiap hari. Sejak diangkat menjadi Duta Gizi pada tahun 2016, Maria sudah melakukan banyak kunjungan ke berbagai daerah, mulai dari Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Dalam kunjungannya, Maria melakukan penyuluhan terkait Gizi Seimbang dan perilaku hidup bersih dan sehat.

Maria, Duta Gizi
Japfa Foundation
“Kemenkes sudah menerapkan pola Gizi Seimbang dengan 4 pilar utama di dalamnya, yaitu mengkonsumsi makanan bergizi yang beragam, melakukan ativitas fisik secara rutin, menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, dan selalu memantau berat badan agar jangan sampai over weight atau under weight. Itulah yang saya terapkan dalam keseharian saya. Semuanya harus seimbang, nggak ada yang berlebih dan nggak ada yang kurang,” papar Maria.

Sebagai Duta Gizi Japfa Foundation, Maria juga telah melakukan kunjungan ke pabrik SO GOOD di Cikupa, Tangerang. Di sana Maria bisa melihat langsung proses pembuatan salah satu produk SO GOOD Food, yaitu Chicken Nugget. Maria melihat semua proses produksi, mulai dari ayam datang, dibersihkan, dipotong, dibumbui, digoreng, hingga kemudian di frozen. Pada tahap frozen, Maria menemukan satu tahap penting, yaitu satu tahap yang memastikan bahwa produk nugget SO GOOD Food, akan awet dan bisa terjaga kualitasnya untuk jangka yang panjang, tanpa pembubuhan bahan pengawet.

Prof. Hardinsyah
Untuk menambah pengetahuan peserta yang hadir mengenai gizi dan nutrisi, khususnya pentingnya protein hewani bagi tubuh, pada acara ini hadir juga Prof. Hardinsyah, MS, PhD, sebagai Ketua Umum PERGIZI. Sebagai orang yang pakar mengenai gizi, Prof. Hardinsyah atau yang kerap disapa Prof. Hardin mengatakan bahwa Gizi Seimbang itu bisa dilihat dari input dan outputnya. Kalau dari outputnya, untuk orang yang tidak terlalu gemuk dan tidak terlalu kurus, itu bisa dibilang seimbang. Kalau dari proses atau inputnya, tiap mengkonsumsi makanan, lengkap pangan karbohidrat, protein hewani dan nabati, sayur-sayuran, buah, dan minumnya, plus aktivitas fisik, serta dijaga keamanan makanannya (misalnya dari pengawet, dll).

Khusus kali ini, Prof. Hardin akan membahas mengenai manfaat protein dan tip memilih pangan hewani. Protein hewani adalah protein yang bersumber dari hewan, seperti daging sapi, ayam, ikan, telur, susu, dan lain-lain. Keunikan dari pangan hewani ini adalah rasanya yang gurih, karena protein yang terkandung di dalamnya terdapat banyak glutamat (50% glutamat terdapat dalam protein hewani). Rasa gurih juga bisa dibuat dari cara pengolahannya, misalnya dengan cara dipepes, digulai, direndang, dan banyak lagi cita rasa yang bisa diciptakan dari pangan hewani ini.

Berikut keunikan pangan hewani menurut Prof. Hardin :
- Enak dan gurih.
- Bisa dibuat beragam olahan makanan, sehingga tambah gurih.
- Umumnya mudah dicerna tubuh.
- Kaya protein, vitamin, dan mineral.
- Kualitas protein, vitamin, dan mineral yang baik.
- Melengkapi asupan Gizi Seimbang.

Manfaat protein bagi tubuh  
1. Pembentuk sel, termasuk otot, otak, dan butir darah merah (untuk tumbuh kembang).
2. Pemeliharaan sel dan jaringan tubuh.
3. Pembentuk antibodi, yang berguna sebagai pertahanan tubuh dari serangan penyakit.
4. Pembentuk hormon dan menjaga keseimbang hormon.
5. Pembentuk enzim, yang penting dalam berbagai reaksi biologis dalam tubuh.
6. Pembentuk gen dan kromosom.
7. Pembentuk media perambatan impuls saraf.
8. Pembentuk kulit dan rambut (keratin).
9. Berperan sebagai pengatur proses pembentukan zat dalam tubuh.
10. Pengatur keseimbangan asam-basa sel.
11. Mencegah masalah gizi-gizi kurang, stunting, dan anemia.

Kebutuhan protein harian tiap orang itu berbeda-beda, tergantung dari tingkat usia, berat badan, aktivitas, dan kondisi tubuhnya, misalnya kebutuhan protein untuk anak-anak itu berbeda dengan kebutuhan orang dewasa. Menurut Prof. Hardin, protein untuk anak usia 1-18 tahun dianjurkan lebih tinggi dari yang dikonsumsi orang dewasa. Kebutuhan protein 1.0 – 1.5 gr/ Berat Badan, atau 35 – 72 gr/ anak sekolah dan remaja tiap harinya. Sedangkan untuk kebutuhan protein hewani itu 7 – 15 gr/ hari atau 1-2 porsi (60 -120 gr)/ hari.

Tumpeng Gizi Seimbang dan Piring Makanku
(Sumber : gizi.kemkes.go.id)


Tip Memilih Pangan Protein Hewani Menurut Prof. Hardin

Daging Sapi
Tampak segar, warna merah tidak kebiruan, lunak dan berserat halus, aroma natural sesuai dengan jenis dagingnya atyau tidak berbau.

Daging Ayam
Daging tampak segar, warna cerah putih kemerahan, lembut kenyal, tidak banyak mengandung air, aroma natural daging ayam atau tidak berbau.

Ikan
Daging ikan tampak segar, kenyal, dan bila ditekan tidak membentuk cekungan, insang berwarna merah segar atau nggak gelap, aromnya natural sesuai jenis ikan atau tidak berubah bau.

Pangan Hewani Kemasan Komersil
Kemasannya baik dan utuh, disimpan pada suhu yang sesuai dengan petunjuk/ informasi pada label di kemasan, ada nomor MD dan ML atau PIRT dari lembaga berwenang atau BPOM (bisa juga ada label jaminan halal dari MUI), dan tidak kadaluarsa.

Prof. Hardin sendiri sudah pernah bekunjung ke pabrik SO GOOD, dan memeriksa kualitas produk pangan hewaninya. Prof. Hardin memastikan bahwa produk SO GOOD telah memenuhi standar utama, yaitu produknya diolah dari daging segar, kemasannya baik dan utuh, disimpan pada suhu yang sesuai dengan petunjuk di label, ada nomor MD atau ML atau PIRT dari lembaga berwenang, ada jaminan halal dari MUI, dan tidak kadaluarsa.
  
Butuh bantuan dan kerjasama dari semua pihak untuk bisa memperjuangkan masalah gizi dan nutrisi di Indonesia. Karena kalau nggak, bangsa kita akan banyak tertinggal dari negara lain, dimana saat ini kita sudah memasuki era globalisasi. Bagaimana bangsa kita bisa maju dan bersaing dengan negara lain, jika generasi mudanya tumbuh stunting, dengan kemampuan yang terbatas :'(

Untuk itulah, saya nggak mau anak saya kekurangan asupan protein hewani, karena seperti yang dijelaskan Prof. Hardin, protein hewani ini banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan tubuh, dan sekaligus sebagai pelengkap asupan Gizi Seimbang. Semua orangtua pasti menginginkan anak-anaknya tumbuh sehat dan cerdas, makanya sebisa mungkin untuk menerapkan konsep Gizi Seimbang dalam keluarga. Salah satu solusi untuk pemenuhan protein hewani ini adalah dengan mengkonsumsi produk SO GOOD Food. Selain praktis dan lezat, produk SO GOOD juga sehat, karena terjaga kandungan nutrisinya. Yuk, mulai sekarang terapkan gaya hidup sehat dengan pola Gizi Seimbang dalam keseharian kita :)




Foto-foto : Pribadi

  • Share:

You Might Also Like

2 comments