#SundaySharing14, All about Travel Writer

By Dewi Sulistiawaty - Februari 15, 2015

Minggu ini bertambah lagi ilmu yang saya dapatkan. Kali ini dari acara Sunday Sharing yang diadakan di salah satu ruangan di gedung detik.com. Narsum yang akan memberikan ilmunya kali ini adalah mas Teguh Sudarisman. Yah, siapa yang tidak kenal beliau, seorang travel writer terkenal dan sudah lama berkecimpung di dunia tulis menulis.

Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh lautan dan memiliki sekitar 50 taman nasional. Dari begitu banyak pulau, tentu memiliki budaya dan makanan yang berbeda-beda pula. Nah, dari situ kita bisa mengangkatnya dalam sebuah artikel. Bayangkan berapa banyak artikel yang bisa kita buat dari negara kita saja.
Jangankan dari satu negara, dari satu desa saja kita bisa buat jadi beberapa artikel. Seperti misalnya desa A, artikel pertama bisa memuat tentang desa itu sendiri, lalu artikel selanjutnya mengenai tempat penginapan, lalu makanannya, selanjutnya tentang kerajinannya, atau salah satu tokoh di sana, dan banyak lagi lainnya. Di situlah kelebihan dari travel writer, artikel yang ditulis bisa mencakup bermacam-macam aspek :)

Menurut mas Teguh, travel writer itu adalah traveler + penulis + fotografer. Dan misi dari seorang travel writer adalah menemukan objek yang akan dijadikan bahan tulisan, melakukan eksplorasi dari objek tersebut lalu menuliskan dalam bentuk artikel yang menarik. Jadi bisa dikatakan kerjaan dari travel writer itu adalah sebagai berikut:

Pertama, mencari ide-ide penulisan. Carilah objek yang dirasa bagus untuk dijadikan sebagai bahan tulisan. Kedua, Setelah dapat ide, rencanakan perjalanan. Perjalanan bisa dilakukan sendiri atau bisa juga dengan mencari sponsor yang mau membantu. Ketiga, setelah itu baru lakukan traveling. Keempat, saat melakukan liputan, nikmati suasananya, wawancara orang, buat catatan dan lakukanlah pemotretan. Kelima, setelah itu barulah menulis artikelnya. Keenam, seleksi foto-foto yang akan dimasukkan dalam artikel, tentu saja pilih yang bagus :) Ketujuh, artikel beserta foto tersebut bisa dikirim ke media-media. Jika tulisan kita dimuat maka kita akan mendapatkan honor :)

Lingkup kerja travel writer itu bisa bermacam-macam, dari mulai bikin artikel yang di muat di media-media, bisa juga dengan membuat brosur-brosur tempat wisata, peta wisata, buku dan lain-lain.

Banyak sekali keuntungan yang bisa kita dapatkan dengan menjadi seorang travel writer. Kita bisa memasuki tempat-tempat wisata di berbagai wilayah secara gratis :) Belum lagi fasilitas yang disediakan yaitu bisa menginap di hotel bintang lima, mencicipi makanan dan minuman yang harganya mungkin bisa merogoh kantong cukup dalam dan bisa berkunjung atau trekking dengan lebih detil dan menyeluruh ke berbagai tempat yang ingin dieksplor.

Mas Teguh sendiri bisa di bilang sudah banyak mengunjungi berbagai wilayah di Indonesia dan menjadikannya dalam bentuk artikel yang menarik. Mulai dari pantai, pabrik hingga ke puncak gunung sudah dijabani oleh mas Teguh. Untuk menulis satu artikel biasanya mas Teguh bisa mencapai 4 hingga 5 halaman.

Menurut mas Teguh, penambahan foto yang bagus dan menarik bisa menjadi nilai plus untuk sebuah artikel yang kita tulis.

Sebagai travel writer, selain beberapa keuntungan yang di dapat seperti yang ditulis di atas, keuntungan lainnya yang di dapat adalah menambah wawasan kita. Kita mendapatkan ilmu yang bermanfaat dari sumbernya. Misalnya kita menulis artikel tentang kerang, kita akan memperoleh ilmu bagaimana caranya membiakkan kerang mutiara, mengetahui jenis-jenis kerang dan juga jadi tahu bagaimana membedakan mutiara asli dengan yang palsu.

Jika ingin lebih mahir dalam menulis dan memotret itu intinya adalah dengan rajin dan sering-sering melakukannya. Untuk penulis pemula, temukan hal-hal unik yang ada dalam dirimu. Nah, itu bisa menjadi passion-mu dalam menulis. Seorang travel writer yang bagus itu adalah yang bisa menuliskan artikelnya seperti bercerita (soft selling)sehingga lebih enak untuk di baca dan jangan yangadvertorial.

"Bagi yang suka jalan-jalan bareng keluarga bisa mengirim artikel-artikel travelnya ke media-media parenting seperti Ayah Bunda, Nakita, dan lain-lain," jelas mas Teguh.

Travel writer tidak melulu juga menulis tentang tempat-tempat yang dikunjunginya namun juga bisa menuliskan tentang tips dan trik dalam melakukan traveling atau tips menggunakan smartphone dalam melakukan traveling, cara menulis traveling dan lain sebagainya.

Menurut mas Teguh, berikut adalah hal-hal yang diperlukan oleh seorang travel writer saat melakukan travel writer yaitu: smartphone dengan kamera yang bagus + aplikasi + tripod, notes atau voice recorder, keingintahuan tentang negeri sendiri, kemauan untuk traveling dan kecintaan untuk berbagi cerita dan pengalamannya.

"Mulailah traveling, belajar memotret, lalu cobalah wawancara orang dan bikin catatannya, tulis artikelnya. Jangan lupa untuk posting di sosial media dan di blog. Dan jika ingin mendapatkan honor, artikel bisa di kirim ke berbagai media," jelas mas Teguh.

Satu lagi pesan dari mas Teguh, jika ingin mem-publish foto ke media jangan lupa minta izin dulu kepada si empunya.

Benar-benar ilmu yang bermanfaat. Dan seperti yang dikatakan oleh mas Teguh, beliau benar-benar telah 'meracuni' pikiran saya :D

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar