Teknologi dan Perannya dalam Dunia Kesehatan

By Dewi Sulistiawaty - April 20, 2018

Forum Diskusi Philips Indonesia
Secara berkala, Philips Indonesia rutin menyelenggarakan sebuah forum diskusi, dengan mengundang teman-teman dari media, blogger, dan narasumber yang kompeten di bidangnya. Bulan ini, tepatnya hari Jumat, 13 April 2018 kemarin, Philips Indonesia kembali mengadakan diskusi dengan tema “Peran Teknologi dalam Meningkatkan Akses Kesehatan”. Kegiatan ini sekaligus dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Sedunia, yang dirayakan tiap tanggal 7 April.

Dalam forum diskusi yang diselenggarakan di D.Lab Jakarta tersebut hadir Bapak Suryo Suwignjo, selaku Philips Indonesia President Director, dan Bapak Fajaruddin Sihombing, SE, selaku Kompartemen JKN ARSSI. Seharusnya ada dr. Andi Afdal Abdullah, MBA, AAK, selaku Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Rujukan juga yang hadir. Namun beliau berhalangan datang karena mendadak harus mengikuti meeting penting bersama atasan beliau.

Sebagai informasi saja, ternyata Bapak Suryo merupakan orang Indonesia pertama yang menjabat sebagai Presiden Direktur Philips Indonesia, tepatnya sejak tahun 2014 lalu. Oya, sesuai dengan tema Hari Kesehatan Sedunia 2018, yaitu Universal Health Coverage, dengan slogannya “Health for All”, dalam hal ini WHO ingin masyarakat dunia menyadari akan pentingnya cakupan kesehatan universal dan kemudahan akses pelayanan kesehatan.

Pada prinsipnya kesehatan merupakan masalah semua orang, tidak saja Indonesia namun semua negara di dunia. Tak bisa hanya pemerintah saja yang turun menanggulangi masalah kesehatan ini, tapi juga semua elemen masyarakat sebaiknya ikut berpatisipasi di dalam penyelenggaraan layanan kesehatan agar dapat menjadi lebih baik lagi. Hal ini disadari juga oleh Philips Indonesia sebagai penyedia layanan kesehatan.

Bapak Suryo
“Tujuan kita menfasilitasi kegiatan seperti forum diskusi ini, adalah untuk memberi edukasi, sekaligus mengingatkan mengenai hal-hal yang sebaiknya dilakukan namun ternyata belum dilakukan, salah satunya adalah mengenai teknologi. Kita sering lupa bahwa ada beberapa hal di aspek kehidupan kita yang terbantu dengan adanya teknologi ini,” jelas Bapak Suryo.

Menurut Bapak Suryo lagi, masalah layanan kesehatan di Indonesia itu selalu dikaitkan dengan accessibility, yaitu akses terhadap layanan kesehatan. Walaupun rumah sakit, khususnya rumah sakit spesialis sudah mulai banyak, namun keberadaannya masih mengelompok di satu wilayah yang notabene adalah kota-kota besar. Bagi masyarakat yang tinggal di tempat terpencil, maka akses ke rumah sakit ini tidaklah mudah, walaupun mereka memiliki kartu JKN.

Selain masalah akses, ada masalah capability juga, yaitu tenaga kesehatannya, khususnya dokter spesialis yang biasanya berkumpul di kota-kota besar. Masalah lainnya adalah capacity, yaitu kapasitas yang ada di rumah sakit. Walaupun rumah sakitnya ada di daerah tersebut, namun karena alatnya kurang, menyebabkan pasien mengantri dalam waktu yang cukup lama. Affordability, yaitu apakah pasien bisa terjangkau untuk berobat. 4 hal ini dianggap masih menjadi kendala dalam pelayanan kesehatan di Indonesia.

Philips sebagai penyedia alat kesehatan dan teknologi mencoba untuk berkontribusi dalam mengatasi masalah layanan kesehatan di Indonesia. Walaupun mungkin tidak secara menyeluruh bisa menguraikan masalah ini, namun Philips berupaya menjangkau area-area tertentu yang menjadi bidang keahliannya. Beberapa kontribusi berupa solusi yang diberikan Philips dalam layanan kesehatan adalah :


Philips Lumify
Lumify diperkenalkan oleh Philips pada Desember 2017 lalu. Dengan Lumify, user akan mendapatkan kualitas pencitraan/ gambar yang luar biasa jernihnya. Alatnya dapat terhubung dengan perangkat pintar, seperti aplikasi mobile, teknologi transduser ultrasound, layanan IT, dan dukungan terpadu, yang dapat membantu penyedia layanan kesehatan dalam meningkatkan layanan perawatan pasien, plus lebih hemat biaya.

Philips IntelliSpace Portal 8.0
IntelliSpace Portal 8.0 merupakan solusi visualisasi dan analisa mutakhir yang menawarkan pendekatan 3 langkah sederhana. Alat ini dapat memberikan gambaran komprehensif pasien pada petugas kesehatan, sehingga petugas bisa fokus ke hal lain yang lebih penting, seperti deteksi cepat. Diagnosa tepat, dan tindak lanjut yang lebih efisien.

Diakui oleh Bapak Fajar, bahwa dalam kenyataannya rumah sakit swasta, rumah sakit spesialis, dan rumah sakit besar di Indonesia memang masih terpusat di kota-kota besar. Dengan 17 ribu pulau yang tersebar di seluruh Indonesia, akses dengan kondisi medan yang sedemikian rupa menjadi kendala dalam memberikan layanan kesehatan pada masyarakat yang tinggal di pelosok desa. Tanpa bantuan teknologi, mungkin niat Indonesia untuk bisa mencapai Universal Health Coverage belum bisa terpenuhi.

Bapak Fajar
“Dalam kepesertaan mungkin kita bisa memenuhi Universal Health Coverage, dengan 195 juta lebih penduduk yang memiliki kartu BPJS/ JKN. Namun dalam hal memberikan akses layanan kesehatan bagi seluruh penduduk, apalagi yang tinggal di pelosok dengan aksesnya yang tidak mudah, tentu hal ini belum bisa terpenuhi,” jelas Bapak Fajar.

Menurut beliau dibutuhkan intensif khusus dalam upaya memeratakan pelayanan kesehatan, baik fasilitas kesehatannya maupun tenaga kesehatannya. Diperlukan terobosan-terobosan baru dalam menanggulangi masalah pemberian layanan kesehatan bagi masyarakat secara merata. Kemenkes sendiri sudah satu tahun ini menjalankan program wajib kerja dokter spesialis, untuk ditempatkan di rumah sakit di daerah terpencil. Namun selain itu masih banyak faktor pendukung lain yang mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan ini.

Bantuan teknologi adalah loncatan yang harus ditempuh, karena tanpa teknologi mungkin akan butuh waktu yang lebih lama lagi, untuk mencapai pemerataan layanan kesehatan. Pemerintah perlu bersinergi dengan semua stakeholder yang dapat mendukung peningkatan layanan kesehatan, seperti dengan perusahaan swasta, serta dunia pendidikan yang dapat memproduksi tenaga kesehatan yang nantinya akan mem-back up layanan kesehatan di semua lini. Inovasi teknologi pun diharapkan dapat mengatasi berbagai kerumitan dalam alur dan akses layanan kesehatan di Indonesia.




Foto : Pribadi

  • Share:

You Might Also Like

0 komentar