Alasan Berkurban di Dompet Dhuafa

By Dewi Sulistiawaty - Mei 20, 2024

 Alasan berkurban di Dompet Dhuafa

Sebentar lagi seluruh umat muslim di dunia akan memperingati hari raya Idul Adha 1445 H. Beberapa kabar yang beredar di media online menyebutkan kalau Idul Adha di tahun 2024 ini jatuh pada hari Senin, 17 Juni 2024. Bagaimana pun juga, kita sebagai umat muslim tentunya harus mempersiapkan diri menyambut hari raya ini, salah satunya dengan menunaikan ibadah kurban, terutama bagi yang memiliki kemampuan secara materi.

Selain bentuk ketaatan kita terhadap perintah Allah SWT, serta jalan untuk mendekatkan diri pada-Nya, dengan melaksanakan ibadah kurban, kita juga dapat berbagi rezeki dengan orang lain, terutama bagi mereka yang kurang beruntung. Hal ini tentunya dapat membuat kita dekat dan semakin memperkuat tali persaudaraan antar sesama.

Jika dikaji dari segi ekonomi, pendistribusian daging hewan kurban dari mereka yang mampu secara materi kepada fakir miskin dan mereka yang membutuhkan, dapat membantu mengurangi kesenjangan sosial dan menciptakan keadilan ekonomi di masyarakat. Secara garis besar, berkurban memberikan dampak yang cukup besar bagi perekonomian masyarakat.

Kurban Menggerakkan Peternakan Rakyat

Bagaimana dampak kurban terhadap perekonomian, terutama dalam menggerakkan peternakan rakyat? Secara lengkap informasi ini dibahas dalam acara Media Briefing Dompet Dhuafa bertajuk “Bagaimana Kurban Menggerakkan Peternakan Rakyat” di Lokananta Terrace Resto, Jakarta pada hari Jumat, 17 Mei 2024.

Kurban menggerakkan peternakan rakyat
Kiri-kanan: Mas Bambang (MC), Mas Iwan, Pak Bobby, Mas Agus, Mas Ishak

Dalam acara yang dipandu oleh Mas Topan ini hadir beberapa narasumber, di antaranya Bapak Dian Mulyadi selaku GM Komunikasi Dompet Dhuafa, Bapak Bobby P. Manulang selaku Ketua THK 1445H, M. Ishak Razak selaku Senior Researcher CORE Indonesia, Agus Salim selaku Pendamping Program Peternakan Dompet Dhuafa Banten, Iwan selaku Penerima Manfaat Program Peternakan Dompet Dhuafa Banten, serta Bambang P. Jatmiko dari kompas.com yang menjadi moderator pada acara tersebut.

Dalam sambutannya, Bapak Dian mengatakan bahwa sejak berdirinya, yakni tahun 1994, cukup banyak inovasi yang telah dilakukan oleh Dompet Dhuafa, salah satunya dengan menghadirkan program Tebar Hewan Kurban (THK). Dalam program THK tersebut, Dompet Dhuafa fokus pada program pemberdayaan, dengan cara menggeser dana dari kota ke peternakan rakyat atau ke daerah-daerah.  

Dian Mulyadi GM Komunikasi Dompet Dhuafa
Bapak Dian Mulyadi

“Tidak mudah bagi kita menjalankan program ini, karena banyak peternakan-peternakan di daerah yang digerakkan oleh orang-orang di kota. Daging yang setiap kurban itu dirasakan melimpah di Jakarta atau di kota-kota besar kita larikan ke daerah. Ini yang menjadi inisiatif dari Dompet Dhuafa,” jelas Pak Dian.

Inisiatif Dompet Dhuafa untuk menggerakkan peternakan rakyat di daerah-daerah tersebut bertujuan agar para peternak bisa berdaya dan mandiri mengelola peternakannya, sehingga nantinya dapat membawa perubahan pada perekonomian serta kehidupan para peternak. Selain itu, pelaksanaan kurbannya pun dilakukan di daerah tersebut, sehingga peternak dan masyarakat sekitar juga dapat merasakan lezatnya daging hewan kurban.

Tak heran jika momen Idul Adha sangat ditunggu-tunggu oleh para peternak, khususnya peternak hewan kurban. Karena saat Idul Adha inilah peluang besar untuk memasarkan hewan kurban terbuka lebar. Untuk di Jakarta saja, kebutuhan hewan kurban bisa mencapai 50 ribu ekor, belum lagi di daerah-daerah lain. Kemungkinan kebutuhan hewan kurban secara keseluruhan bisa mencapai 1,7 sampai 2 juta ekor.

Selaku Ketua Tebar Hewan Kurban (THK) 1445H, Bapak Bobby menyampaikan bahwa animo masyarakat terhadap program THK cukup besar, dengan keinginan daging kurban bisa dinikmati pula oleh masyarakat yang tinggal di pelosok negeri. Tak heran jika THK tiap tahunnya mencetak pertumbuhan perhimpunan rata-rata 5 hingga 10% per tahun.

“Di tahun ini kita menitipkan target 30 ribu ekor domba, yang nanti akan menjadi acuan kita untuk melakukan strategi kampanye masif program THK pada masyarakat. Kita ada kampanye 3 Pas, maksudnya 3 Pasti, yaitu Pasti Jantan, Pasti Lolos Quality Control, dan Pasti Distribusi Hingga Pelosok Negeri,” urai Pak Bobby.

Peta sebaran THK Dompet Dhuafa

Beliau pun selanjutnya menjelaskan bahwa di tahun 2024 ini rencananya program THK Dompet Dhuafa akan dilakukan di 29 titik di Indonesia, ditambah THK ke luar negeri, seperti ke negara Palestina, Somalia, dan Myanmar. Numun khusus untuk negara Palestina yang sedang terjadi perang, penyaluran daging kurban akan diberikan dalam bentuk kalengan, sebagai antisipasi terjadinya kerusakan pada daging. Ini karena proses penyaluran daging kurban ke sana yang kemungkinan akan memakan waktu yang cukup lama.

Alasan Berkurban Melalui Dompet Dhuafa

Jaminan 3 Pasti

1.      Pasti Jantan

Di tengah beragamnya fatwa ulama dan fiqih tentang kurban, diperbolehkan berkurban dengan hewan jantan maupun betina. Namun terdapat dalil yang menegaskan secara khusus tentang hewan tunggangan yang paling utama, dari HR Bukhari, bersabda Rasulullah SAW, yang artinya “Yang paling mahal harganya dan paling berharga bagi pemiliknya.”

Hadits ini menunjukkan karateristik hewan jantan, yang harganya lebih mahal daripada hewan betina. Sehingga para ulama pun berkesimpulan bahwa lebih utama berkurban dengan hewan jantan. Selain itu, dulunya Rasulullah SAW juga berkurban dengan dua ekor kambing jantan. Untuk itulah, Dompet Dhuafa memastikan hewan kurban yang digunakan pasti jantan.

2.    Pasti Lolos Quality Control

Hewan kurban yang digunakan dipastikan sudah lolos quality control, berkualitas dan memenuhi standar mutu, sesuai dengan syarat dan syariat Islam, seperti cukup umur, sehat dan tidak cacat, dan 100% bebas dari Penyakit Mulut & Kuku (PMK). Pengecekan kualitas hewan kurban dimulai dari tahap pengadaan sampai pemotongan yang syar’i.

3.    Pasti Distribusi Hingga Pelosok Negeri

Hewan kurban atau daging hewan kurban yang diperoleh, dipastikan akan didistribusikan ke daerah-daerah yang belum terjangkau manfaat kurban, seperti wilayah miskin, tertinggal, pelosok dan pedalaman, serta ke daerah-daerah yang terkena bencana atau rentan konflik. Dompet Dhuafa memastikan hewan kurban #SelaluTersampaikan kepada mereka yang berhak dan membutuhkan.

THK Dompet Dhuafa 3 Pasti

Tersedia Berbagai Layanan Kemudahan Berkurban

Di zaman modern dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, Dompet Dhuafa memanfaatkan berbagai kanal digital untuk mempermudah umat muslim yang ingin melaksanakan ibadah kurban. Kanal layanan yang disediakan di antaranya berupa kanal perbankan, QR Code, payment online, kerjasama dengan e-commerce, Jemput Zakat, Qurban Goes to School, hingga menyediakan ratusan konter dan gerai THK DD di beberapa titik di wilayah Jabodetabek.  

Selain itu, ada cara lain yang lebih mudah lagi, terutama buat kamu yang mager. Dompet Dhuafa menghadirkan aplikasi yang bisa kamu unduh di Play Store atau Apps Store. Di sana tersedia berbagai fitur, termasuk fitur untuk berkurban. Cara mudah berkurban lainnya adalah melalui website resmi Dompet Dhuafa di https://digital.dompetdhuafa.org/kurban. Sekarang, menunaikan ibadah kurban bisa dilakukan dengan cara yang mudah, kapanpun, dan dimanapun.

cara mudah berkurban di Dompet Dhuafa

Laporan Kurban Transparan

Sebagai lembaga amil zakat nasional yang terpercaya dan dikenal amanah selama hampir 30 tahun, Dompet Dhuafa juga memegang prinsip transparansi dalam hal keuangan, begitupun untuk kurban. Untuk itu, setiap pekurban akan mendapatkan laporan kurban secara lengkap, dan akan selalu mendapatkan informasi ter-update terkait pemotongan hewan kurbannya.

Tak hanya itu, pekurban juga akan mendapatkan sertifikat, yang akan menjadi bukti bahwa hewan kurbannya sudah disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Laporan dan sertifikat ini akan dikirimkan melalui email dan SMS maksimal H+45 setelah hewan kurban disembelih.

Berdayakan Peternak Lokal

Berkurban melalui Dompet Dhuafa, berarti kamu turut berkontribusi dalam memberdayakan peternak lokal yang menjadi binaan Dompet Dhuafa, sehingga para peternak ini bisa mandiri dan perekonomiannya dapat terbantu. Fyi, peternak binaan Dompet Dhuafa diberikan bimbingan, pelatihan, hingga pendampingan yang intensif hingga peternak ini bisa mandiri.

“Kita berikan pelatihan, bagaimana cara merawat domba yang baik dan benar, pemberian pakannya, hingga konsultasi full time. Jadi kita kasih pendampingan non-stop. Harapannya ini dapat mendorong para peternak di daerah untuk terus beternak dan berkembang,” jelas Mas Agus sebagai Pendamping Program Peternakan Dompet Dhuafa Banten.  

Selanjutnya Mas Ishak selaku peneliti dari CORE Indonesia menyampaikan bahwa momentum Idul Adha ini berdampak pada perekonomian nasional. Saat Idul Adha terjadi peningkatan konsumsi serta peredaran uang di daerah-daerah akibat terjadinya aktivitas mudik lebaran Idul Adha, kegiatan haji, dan lain-lain. Berdasarkan asumsi-asumsi yang dikumpulkan (tahun 2023), didapatkan harga daging sapi dan kambing kurban dengan total hingga 24,3 triliun rupiah.

dampak kurban terhadap perekonomian masyarakat

“Daya beli daging di masyarakat kita itu cukup rendah, sementara pasokannya pun masih mengandalkan dari impor. Makanya program pemberdayaan peternak lokal Dompet Dhuafa ini sangat menarik. Dengan mendukung para peternak untuk meningkatkan produktivitasnya, serta upaya untuk meningkatkan daya beli mereka terhadap barang-barang bernilai,” ujar Mas Ishak.

Menurutnya, jika program Dompet Dhuafa ini berhasil, walau sedikit, akan memberikan dampak yang cukup besar pada kondisi ekonomi masyarakat, terutama para peternak. Apalagi rantai distribusi dari peternak hingga sampai ke konsumen yang dulu cukup panjang bisa dipangkas. Ini tak hanya menguntungkan bagi konsumen, namun juga peternak, karena peternak bisa menjual hewan ternaknya dengan harga cukup tinggi, namun sampai ke tangan konsumen pun tidak akan kemahalan.

Sebagai Penerima Manfaat Program Peternakan Dompet Dhuafa Banten, Mas Iwan mengaku sangat terbantu dengan adanya program ini. Dulu di kampungnya, setiap Idul Adha, kadang ada daging kurban, terkadang tidak ada. Kalau pun ada, yang berkurban cuma satu orang. Daging kurban dari satu pekurban tersebut, lalu dibagikan secara merata ke seluruh warga kampungnya. Bayangkan, bagaimana kecilnya daging kurban yang diperoleh masing-masing warga.

“Alhamdulillah, setelah saya ikut program ini, tahun lalu ada pemotongan 20 ekor kambing di kampung saya. Masyarakat sangat antusias. Saya melihatnya juga bahagia. Senang rasanya, semua bisa merasakan daging kurban yang melimpah. Untuk tahun ini, alhamdulillah lagi, kita diamanahkan oleh Dompet Dhuafa Banten untuk mengurus lebih banyak lagi, ada 100 ekor,” ungkap Mas Iwan.

Peternak binaan Dompet Dhuafa Banten

Mas Iwan yang suka beternak dan bertani, namun terkendala dengan biaya atau modal, merasa langkahnya sangat dipermudah oleh Dompet Dhuafa. Ia cukup merawat hewan ternak yang telah diamanahkan oleh Dompet Dhuafa kepadanya. Saat Idul Adha tiba, hewannya akan dipotong di sana. Ia dan masyarakat kampungnya dapat menikmati daging kurban. Selain itu, Mas Iwan juga akan mendapatkan bagi hasil dari usahanya dalam merawat ternak tersebut.

So, bagi kamu yang menyalurkan ibadah kurbanmu melalui Dompet Dhuafa, berarti kamu sudah ikut berkontribusi membawa perubahan pada perekonomian para peternak, serta masyarakat yang membutuhkan. Yuk, berkurban! Bersama Dompet Dhuafa, Kurbanmu pasti #SelaluTersampaikan kepada mereka yang berhak dan membutuhkan.

alasan berkurban di Dompet Dhuafa


  • Share:

You Might Also Like

0 comments