Tanya Dokter Mengenai Biduran di SehatQ.com

By Dewi Sulistiawaty - September 27, 2019

Ada yang pernah kena biduran? Saya pernah, dan itu gak nyaman banget. Walau biduran termasuk penyakit yang bisa dibilang sepele, namun jika sudah terkena biduran, gatelnya minta ampun, gak mau berhenti menggaruk, dan yang vatalnya bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.


Saya pertama kali kena biduran kalau gak salah waktu berusia 6 atau 7 tahun. Seingat saya waktu itu sehabis main dari halaman rumah sebelah yang merupakan rumah dinas pegawai pajak. Saya dan teman-teman biasa bermain di sore hari di halamannya yang luas.

Pulang dari bermain sore itu, saya langsung mandi. Nah, sehabis mandi itu tiba-tiba tubuh saya terasa gatal-gatal. Awalnya di bagian kaki, lalu tangan, dan kemudian merembet ke seluruh tubuh. Gatalnya minta ampun, dan waktu itu saya pikir saya digigit nyamuk. Tapi pas lihat bentuk bentolnya yang gak biasa, melebar gitu, akhirnya saya laporan ke mama.

Saya lupa mama ngasih apa waktu itu. Kalau gak salah bedak tabur khusus untuk gatal deh (maaf ya, beberapa ingatan masa kecil ada yang sudah lupa XD). Cuma yang pasti keesokan harinya gatalnya sudah hilang, karena pas pagi berangkat sekolah saya gak ada masalah dengan gatalnya.

Bisa dibilang waktu itu saya beberapa kali kena biduran, gak terlalu sering juga, dan gatalnya juga gak lama. Sejak menginjak bangku SMA hingga berumah tangga, Alhamdulillah gak pernah kena biduran lagi. Eh, ternyata saya kena biduran lagi, dan ini yang terparah.

Biduran
Gak tahu penyebabnya apa sampai bidurannya nongol lagi. Tiba-tiba seluruh badan sudah gatal saja. Awalnya saya oleskan bedak tabur khusus gatal gitu, eh gatalnya cuma hilang sebentar saja, gak lama kemudian gatal lagi. Lalu saya coba oleskan bedak khusus gatal yang liquid. Lumayanlah, gatalnya mulai hilang walau agak lama prosesnya.

Namun besok dan besoknya bidurannya datang lagi, dan itu berlangsung hingga lebih dari seminggu. Menganggu? Banget! Karena selain gak tahan dengan gatalnya, aktivitas saya sehari-hari jadi terhambat. Sebelum berobat ke dokter, saya putuskan untuk browsing dulu mengenai penyakit biduran ini.

Dari hasil browsing, nemu satu artikel di website SehatQ.com yang membahas mengenai biduran. Tadinya saya pikir biduran ini cuma karena serangga saja (selain nyamuk), ternyata dalam artikel disebutkan kalau penyebab dari biduran itu banyak. Bisa karena obat-obatan, gigitan serangga atau parasit, infeksi, garukan, suhu panas atau dingin, stres, cahaya matahari, olahraga, alkohol atau makanan, serta tekanan pada kulit, seperti ikatan yang ketat.

Di SehatQ ternyata bisa chat dengan dokter ya. Trus selain website, SehatQ juga punya aplikasinya. Karena merasa terbantu dengan artikelnya, saya pun menginstal aplikasi SehatQ di smartphone. Walaupun di websitenya ada fitur Chat Dokter, namun kalau punya aplikasinya menurut saya jadi lebih mudah saja buat berkonsultasi dengan dokter dan biasanya ada layanan lain yang hanya bisa dinikmati di aplikasi.

Di SehatQ saya bisa tanya dokter secara online dan melakukan konsultasi virtual, booking jadwal konsultasi, monitor kesehatan keluarga, serta bisa mendapatkan informasi juga dari ribuan artikel kesehatan dari dokternya. Tampilan aplikasinya sendiri menarik dan eye-catching menurut saya.

Aplikasi SehatQ.com
Di dalam aplikasi terdapat beberapa fitur, seperti Obat, Dokter, Artikel, Penyakit, Chat Dokter, Rumah Sakit, Promo, dan Acara. Saya pun mencoba fitur Chat Dokter untuk konsultasi mengenai penyakit biduran yang saya derita. Oya, layanan ini hanya tersedia dari hari Senin – Jumat, dari pkl 08.00-20.00 wib ya.

Fitur Tanya Dokter ini benar-benar membantu deh. Dokternya fast respond. Gak sampai hitungan menit, chat saya langsung dibalas. Kemarin tuh saya dibantu oleh dr. Vina Liliana. dr. Vina mengatakan bahwa biduran atau dalam bahasa medis disebut urtikaria biasanya muncul sebagai reaksi tubuh terhadap alergi. Bisa alergi karena makanan seperti telur, seafood, coklat, kacang, dll, atau alergi dingin, yang ditandai dengan munculnya gatal di malam hari dan subuh.

Nah, benar tuh, biasanya biduran saya nongol saat jelang malam dan pagi gitu. Dokter bilang, bisa juga itu karena AC dengan suhu ruang yang terlalu dingin. Selain itu bisa juga karena alergi terhadap obat-obatan tertentu, serta kondisi daya tahan tubuh yang menurun, sehingga mudah terkena alergi.

Kalau begitu bisa saja perpaduan antara saya alergi dingin dengan kondisi imun yang lagi down ya. Karena sebelumnya saya menggunakan AC dengan suhu dingin, dan gak apa-apa. Mungkin saat ini daya tahan tubuh saya lagi turun, sehingga jadi pencetus timbulnya alergi dingin.

Untuk mengurangi rasa gatal, dr. Vina menyarankan agar saya menggunakan bedak salisil. Jika tidak berkurang, saya dianjurkan untuk memeriksakan diri ke dokter untuk dilakukan pemeriksaan fisik. Biasanya dokter akan memberikan resep obat minum atau penanganan lainnya setelah mendapatkan hasil diagnosa dari pemeriksaan fisik.

Saya kemudian mencoba fitur Booking Dokter. Rencananya saya mau mengikuti saran dr. Vina untuk memeriksakan kondisi kulit saya ke dokter. Karena bidurannya lumayan lama juga nongolnya, dan bedak untuk gatal itu hanya dapat meringankan rasa gatalnya untuk sementara waktu. Saya merasa ini sudah sangat mengganggu. Takutnya kenapa-kenapa juga kalau dibiarkan terus.

Ketika membuka fitur Dokter, ternyata ada 8087 dokter lho yang terhubung dengan SehatQ. Saya bisa menyaring dokter dan fasilitas kesehatan tersebut berdasarkan layanan dan spesifikasi keahliannya, lokasi praktik, jadwal praktik, serta jenis kelaminnya. Wuih, asyik kan! 

Pertama saya menyaring dokternya berdasarkan lokasi praktik yang dekat dengan tempat tinggal, lalu jadwal praktik yang sesuai dengan  jadwal saya, baru kemudian klik dokter perempuan, hehe :D Saya menemukan 536 dokter. Ketika saya klik kategori dokter kulit, jumlah dokternya mengerucut jadi 30 orang. 

Saya pun memilih dokter yang paling dekat lokasi praktiknya dari rumah. Nah, saat itu muncul profil dokter tsb. Setelah membaca profil dokter dan merasa sreg, saya lanjut menyesuaikan jadwal dokter dan jadwal saya. Trus klik Booking Dokter. Selesai! Segampang itu.

Oya, enaknya pakai aplikasi, kita punya riwayat konsultasi, jadi kalau mau bisa dicek dan dibaca lagi ntar :) Senangnya saya dapat konsultasi gratis dengan pelayanan yang ramah dan fast respond, serta gak perlu antri ke dokter, sehingga saya bisa lebih hemat waktu. Saya juga bisa terhubung dengan berbagai fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, puskesmas, apotik, laboratorium, dan layanan kesehatan lainnya. 

SehatQ bisa diakses kapan pun dan dimanapun (asalkan ada layanan internetnya), oya, kecuali untuk layanan konsultasi dokter yang sudah ada jadwalnya tersendiri ya. Aplikasi SehatQ ini sangat berguna bagi saya. :)

Untuk mengetahui info lain dan terbaru mengenai SehatQ, bisa diintip atau di-follow akun media sosial SehatQ di Twitter @Sehatq, Instagram @Sehatq_id, dan Facebook SehatQ. 




  • Share:

You Might Also Like

0 comments