Tak Perlu Resah Lagi, Sekarang Sirop Obat Aman untuk Anak

By Dewi Sulistiawaty - Maret 24, 2023

 sirop obat aman untuk anak

Alhamdulillah, akhirnya saya bisa bernapas lega, karena mendengar kabar yang menyatakan bahwa sekarang sirop obat aman untuk anak. Kabar ini bukanlah berita hoaks, karena disampaikan langsung oleh pihak otoritas kesehatan yang berwenang dalam melakukan pengawasan obat di Indonesia. Sebelumnya informasi mengenai keamanan sirop obat anak ini masih simpang siur, sehingga masih ada beberapa orang tua, bahkan tenaga medis yang bingung dan ragu untuk menggunakannya.

Jadi ingat bagaimana awal mula ini terjadi. Beberapa waktu yang lalu, tepatnya sekitar bulan Agustus 2022, terjadi kehebohan di masyarakat, saat mengetahui adanya kasus Gagal Ginjal Akut Pada Anak (GGAPA), yang berujung pada kematian. Siapa yang tidak kaget, karena kasus ini sangat jarang terjadi di Indonesia. Masyarakat pun makin resah, karena seperti efek domino, angka kasusnya terus mengalami lonjakan.

Sepertinya baru saja reda kasus pandemi Covid-19, lalu tiba-tiba datang lagi kasus yang baru, dan kali ini menghantui anak-anak. Di sini yang paling cemas adalah orang tua, termasuk saya. Apalagi saat itu anak saya pun sempat sakit, dan saya kebingungan mau memberikan obat sirop untuk anak saya.

Alhamdulillah, sebenarnya anak saya termasuk anak yang jarang sakit. Namun entah mengapa, saat kasus GGAPA merebak, anak saya jatuh sakit. Dugaan saya mungkin karena cuaca yang saat itu sedang tak bersahabat, ditambah lagi tugas sekolahnya yang menumpuk, sehingga jadwal makan dan istirahatnya agak berantakan.

Jadi ketika anak saya memberikan pesan singkat lewat chat pada saya, yang mengatakan bahwa ia merasa sedikit pusing, dan minta dijemput ke sekolah, saya pun mulai khawatir. Sesampainya di rumah, dan setelah ganti pakaian, ia pun langsung merebahkan badannya ke kasur. Setelah satu jam ia tertidur, saya raba dahinya, terasa hangat. Begitupun dengan lehernya. Saya pun memeriksa suhu tubuhnya menggunakan termometer. Hasilnya 38,70C.

Karena cemas, saya langsung mengabari hal ini pada suami. Saya juga titip sama suami agar saat pulang nanti bisa mampir ke apotik untuk membeli obat sirop penurun panas. Serius, saat itu saya lupa dengan kasus GGAPA. Yang ada dipikiran saya adalah bagaimana anak saya bisa cepat sembuh. Jadi saat dikabari oleh suami bahwa tidak ada obat sirop penurun panas yang dijual di apotik, bahkan ia sudah berkeliling mencari sirop obat tersebut, tetap saja nggak ketemu, saya pun tambah panik dan bingung. Apalagi malamnya saya periksa, suhu tubuhnya sudah di atas 390C.

Akhirnya malam itu saya kompres dahi dan ketiaknya menggunakan air hangat. Tubuhnya saya pijit-pijit lembut menggunakan minyak telon. Saya juga minta anak saya untuk sering minum air putih, lalu sedikit memaksanya untuk menyantap sup yang saya buat, agar tubuhnya kuat melawan kuman yang menyebabkannya demam. Alhamdulillah, paginya suhu tubuhnya berangsur normal kembali, walaupun ia mengaku masih sedikit pusing. Baru keesokan harinya anak saya merasa tubuhnya sudah mendingan, dan akhirnya bisa masuk sekolah.

Akibat terus meningkatnya angka penderita GGAPA, pemerintah pun melakukan investigasi. Dan ternyata, penyebabnya adalah karena adanya cemaran bahan pelarut Propilen Glikol (PG) atau Propilen Etilen Glikol (PEG) yang diganti dengan Etilen Glikol (EG) atau Dietilen (DEG) oleh oknum perusahaan supplier kimia. Sejak ditemukannya ‘biang’ yang menjadi penyebab GGAPA ini, maka pemerintah pun menarik dan menghentikan peredaran obat sirop yang terbukti mengandung bahan penyebab GGAPA tersebut. Oh, ternyata itulah yang menyebabnya saya dan suami tak bisa menemukan sirop obat penurun panas saat itu.

Seluruh instansi dan organisasi terkait telah melakukan investigasi dan evaluasi ulang terhadap sirop obat yang beredar. Akhirnya pada bulan Desember 2022, BPOM merilis daftar produk sirop obat yang telah terbukti aman untuk digunakan. Namun nyatanya ketakutan untuk menggunakan sirop obat untuk anak masih saja menghantui para orang tua. Apakah sirop obat untuk anak beneran sudah aman?


Dialog Interaktif Kesehatan: Sirop Obat Aman Untuk Anak   

Sirop Obat Aman untuk Anak
Dialog Interaktif Kesehatan: Sirop Obat Aman Untuk Anak

Akhirnya segala keresahan saya, dan mungkin juga para orang tua di luaran sana terhadap sirop obat untuk anak terjawab, saat saya mengikuti acara Dialog Interaktif Kesehatan: Sirop Obat Aman Untuk Anak yang digelar pada hari Selasa, 21 Maret 2023 di Royal Kuningan Hotel, Jakarta. Acara ini diselenggarakan oleh Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GPFI), dengan menghadirkan narasumber yang kompeten di bidangnya, seperti dari Kemenkes, BPOM, IDAI, IAI, dan Pakar Farmakologi.

Berikut nama-nama narasumber yang hadir:

1.   Dr. Dra. Agusdini Banun Saptaningsih, Apt., M.A.R.S, selaku Direktur Produksi dan Distrbusi Kefarmasian Dirjen Kefarmasian dan Alat Kesehatan, Kemenkes RI.

2.  Dra. Tri Asti Isnariani, Apt, M.Pharm, selaku Direktur Standarisasi ONPPZA sekaligus Plt. Direktur Registrasi Obat BPOM RI.

3.  Dr. Piprim Basarah Yanuarso, Sp.A(K), selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

4. Apt. Noffendri Roestram, S.Si selaku Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

5. Prof. Apt. I Ketut Adnyana, Msi., Ph.D selaku Guru Besar Farmakologi, Farmasi Klinis ITB.

6.  Prof. Dr. Rer.Nat. Apt. Rahmana Emran Kartasasmita selaku Guru Besar Kimia Farmasi ITB.  

Selain itu hadir juga Mona Ratuliu, seorang selebriti dan juga ibu dari 5 anak, yang menjadi perwakilan dari para ibu di Indonesia, serta Bapak Andreas Bayu Aji, selaku Sekjen GP Farmasi Indonesia, sekaligus Ketua Panitia acara. Sedangkan untuk acaranya sendiri dipandu oleh Bapak Elfiano Rizaldi, yang merupakan Direktur Eksekutif GP Farmasi Indonesia, bersama dengan presenter kondang, Ivy Batuta.

Acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya 3 stanza, dan dilanjutkan dengan berdoa bersama. Lalu ada sambutan dari Bapak Andreas Bayu Aji atau yang akrab disapa Bapak Aji. Beliau menyampaikan bahwa setelah terjadinya ‘badai’ yang sempat melanda Indonesia beberapa waktu lalu, ternyata masih menyisakan ‘sisa badai kecil’ berupa pertanyaan dari para ibu terhadap keamanan sirop obat yang aman untuk anak.

Sirop Obat Aman untuk Anak
Bpk Aji, Sekjen GP Farmasi Indonesia

“Kita bersyukur, ada Ibu Asti dari BPOM dan narasumber yang lain, yang diharapkan nantinya dapat memberikan pencerahan kepada semua peserta yang hadir, dan dapat menghapus sisa-sisa badai yang membuat para ibu atau orang tua kebingungan. Sehingga di luar sana tidak ada lagi orang yang bingung, nggak ada lagi apoteker yang ribut, dan tidak ada lagi dokter dan tenaga medis yang ragu,” ujar Bapak Aji.

Sirop Obat Aman untuk Anak
Bpk Elfiano dan Ivy Batuta

Suasana terasa pecah dan meriah ketika Bapak Elfiano membuka acara dengan membacakan sebuah pantun, dan ditimpali oleh Ivy. Selanjutnya, para narasumber dihadirkan, dan mulai memaparkan mengenai kasus GGAPA, dan juga sirop obat yang tercemar beberapa waktu lalu. Semua dijelaskan sesuai dengan bidang dan profesinya masing-masing.

Dra. Agusdini membuka acara dialog dengan memaparkan mengenai “Langkah-Langkah Penanganan GGAPA oleh Kementerian Kesehatan”. Saat tren kasus GGAPA melonjak di bulan Agustus 2022, dan setelah dilakukan investigasi, maka pada bulan Oktober 2022 Kemenkes memberhentikan semua penggunaan sirop obat. Setelah penyetopan peredaran sirop obat, barulah tren GGAPA mengalami penurunan.

Penyetopan sirop obat ini tentu saja bertujuan untuk menyelamatkan anak-anak Indonesia, agar tidak ada lagi korban-korban lainnya, karena bagaimanapun juga Kemenkes merupakan instansi yang bertanggung jawab terhadap kesehatan rakyat Indonesia, termasuk anak-anak.

Sirop Obat Aman untuk Anak
Dra. Agusdini

“Saat terjadi kasus GGAPA ini, kami dari Kemenkes langsung mengumpulkan semua pihak rumah sakit, dan semua tata laksana tersebut disosialisasikan. Lalu Kemenkes juga mengeluarkan surat edaran mengenai penghentian sementara penggunaan obat sirop di setiap fasilitas layanan kesehatan. Selain itu Kemenkes juga menggelar konferensi pers untuk menyebarkan informasi mengenai ini,” jelas Dra. Agusdini.

Selanjutnya beliau menyampaikan bahwa untuk saat ini yang diperlukan adalah monitoring, pencegahan, dan penanganan dari Kemenkes. Dra. Agusdini mengaku, ia sendiri juga merasakan dampaknya saat sirop obat sulit ditemukan di pasaran.  

Dra. Agusdini menjelaskan lagi bahwa pihak otoritas kesehatan yang berwenang telah menyatakan kalau sirop obat yang sudah diverifikasi ulang dan dirilis oleh BPOM adalah sirop obat yang aman. Sehingga masyarakat bisa kembali menggunakan sirop obat dengan mengikuti anjuran pakai.

Di akhir paparannya Dra. Agusdini mengungkapkan bahwa saat Kemenkes menghadiri sidang WHO beberapa waktu lalu, pihak WHO sangat mengapresiasi langkah cepat pemerintah Indonesia dalam menyelamatkan warganya dari ancaman Covid-19, mengingat Indonesia negara yang luas, dan penduduknya tersebar di berbagai pulau. Ini tentunya tak lepas dari peranan semua stakeholder, termasuk GP Farmasi Indonesia, sehingga kasus tersebut bisa diselesaikan.  

Kemudian penjelasan dilanjutkan dengan mendengarkan paparan dari Dra. Tri Asti. Beliau mengatakan bahwa saat melakukan evaluasi dalam mengeluarkan izin untuk satu obat, BPOM menggunakan banyak dasar atau kriteria, baik itu dasar yang berlaku secara nasional maupun internasional, karena WHO juga secara rutin menilai kinerja BPOM.

Beliau pun menjelaskan berbagai regulasi pengawasan yang harus diterapkan BPOM sebelum obat boleh dilepaskan ke pasaran. Ini karena BPOM merupakan penanggung jawab utama dalam menjamin keamanan, maupun khasiat dan mutu dari obat-obatan yang beredar di masyarakat.

Sirop Obat Aman untuk Anak
Dra. Tri Asti

“Saat mengetahui ada kasus EG/DEG kemarin, kami melakukan berbagai langkah, mulai dari intensifikasi, sebaran produk, penelusuran, dan pemeriksaan terhadap sarana produksi dan distribusi, hingga akhirnya ketemu oknumnya. Jadi harap semuanya jangan khawatir, oknumnya sudah ditangkap. 18 Oktober semua sirop obatnya dihentikan. Lalu BPOM secara perlahan melakukan rilis daftar obat yang aman. Sejak November 2022 hingga Februari 2023 sudah rilis sekitar 616 produk obat yang aman,” jelas Dra. Tri Asti.   

Dra. Tri Asti menyatakan bahwa daftar produk sirop obat yang aman untuk dikonsumsi selama mengikuti anjuran pakai, kini bisa dilihat di website atau media sosial BPOM, atau bisa juga melalui kanal publikasi BPOM lainnya. Masyarakat, pasien, fasilitas kesehatan dan dokter diminta untuk tidak lagi khawatir dan ragu menggunakan produk sirop obat.

Untuk mengetahui daftar produk obat apa saja yang sudah dinyatakan aman oleh BPOM RI, bisa langsung meluncur ke link ini ya https://www.pom.go.id/new/view/direct/sirup_obat_aman 

Paparan dilanjutkan oleh Dr. Piprim sebagai Dokter Spesialis Anak. Dalam paparannya, Dr. Piprim menjelaskan tentang “Antisipasi dan Penanganan Kasus Gangguan Ginjal Anak Progresif Atipikal (GgGAPA)”. Sebagai seorang Dokter Spesialis Anak, Dr. Piprim menjelaskan bahwa gangguan ginjal akut itu adalah terjadinya penurunan dan gagal fungsi ginjal. Penyebab GGAPA bisa bermacam-macam, dan bisa terjadi pada semua umur.

Dr. Piprim mengatakan bahwa GGAPA itu sebenarnya sudah ada sejak lama, sehingga perlu dilakukan investigasi mengenai penyebab GGAPA, jika kasus yang terjadi hanya individual. Pada saat terjadi kasus GGAPA kemarin, Dr. Piprim mengaku bahwa para dokter anak, pakar ginjal anak, semuanya pada stres, karena anak yang tadinya dalam kondisi baik, dimana mereka telah memberikan terapis standar sesuai dengan prosedur, namun anak tersebut tetap meninggal. Sehingga mereka pun mencari tahu apa yang menjadi penyebabnya.  Sampai akhirnya ada laporan kalau ada sirop obat untuk anak yang tercemar EG/ DEG.

Sirop Obat Aman untuk Anak
Dr. Piprim

“Waktu itu nggak semua dokter anak percaya. Masa cuma gara-gara sirop obat saja bisa meninggal. Nggak masuk akal. Akhirnya dilakukan sebaran informasi untuk meyakinkan semuanya. Kemudian Kemenkes juga mengeluarkan keputusan untuk menghentikan semua pemberian sirop obat, dan BPOM bergerak cepat untuk melakukan investigasi, hingga ditemukan bahan baku yang mengandung 99% EG,” ungkap Dr. Piprim.

Beliau pun menyebut bahwa sebenarnya IDAI bukanlah organisasi yang dapat menentukan bahwa sirop obat itu aman atau tidak. Secara profesi, mereka adalah user. Dalam memberikan resep obat pada pasien, para dokter akan merekomendasikannya sesuai dengan rekomendasi dari pihak yang berwenang, yaitu BPOM dan Kemenkes.

Dr. Piprim kemudian menyampaikan, saat ini fakta sudah berbicara bahwa dari hasil verifikasi ulang produk sirop obat yang dilakukan oleh BPOM per November 2022 lalu sudah aman, sehingga produk sirop obat yang sudah dirilis kembali oleh BPOM bisa diresepkan kembali oleh dokter, dan aman dikonsumsi masyarakat, selama mengikuti aturan pakainya.

Selanjutnya pemaparan dari Ketua Umum Pengurus Pusat Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), yaitu Apt. Noffendri Roestram, S.Si. Sebagaimana diketahui, apoteker merupakan tenaga profesional kesehatan yang memberikan pelayanan kepada masyarakat terkait kebutuhan obat di apotek. Bapak Noffendri menceritakan pengalamannya sebagai apoteker, yang menerima keluhan dari masyarakat yang kesulitan mendapatkan akses sirop obat, karena sirop obat ini belum boleh beredar, serta lamanya proses mendapatkan obat puyer selama periode penarikan sementara sirop obat tersebut.

Sirop Obat Aman untuk Anak
Bpk Noffendri

“Sejak dirilisnya produk sirop obat oleh BPOM bulan Desember kemarin, dan tidak adanya lagi kasus GGAPA massal, itu membuktikan produk sirop obat aman untuk digunakan. Dengan demikian, pasien dan orang tua tak perlu lagi khawatir. Dan sebaiknya belilah sirop obat di apotek resmi, baik yang berdasarkan resep dokter, maupun untuk pembelian obat bebas,” ujar Bapak Noffendri.

Sebagai Pakar Farmakologi, Prof. Adnyana dan Prof. Emran menjelaskan bahwa kasus GGAPA massal yang terjadi tahun lalu terjadi karena adanya intoksikasi obat yang tercemar oleh EG/ DEG yang melebihi ambang batas, sehingga berdampak massal. Propilen Glikol (PG) dan Gliserin sendiri sebenarnya terdapat dalam berbagai produk, seperti dalam produk farmasi, kosmetik, PKRT, makanan, bahkan rokok elektrik.

Sirop Obat Aman untuk Anak
Prof. Adnyana dan Prof. Emran

“PG dan Gliserin ini fungsinya macam-macam, ada yang sebagai pengawet, antimikroba, desinfektan, humektan, stabilizer, kosolven atau meningkatkan kelarutan suatu zat, anti-caking, emulsifier, dan lain-lain,” papar Prof Adnyana.

Sama seperti yang telah disampaikan oleh Dr. Piprim, Prof. Adnyana juga mengatakan bahwa GGAPA itu bisa disebabkan oleh berbagai faktor, diantaranya status kesehatan pasien (riwayat penyakit), alergi terhadap suatu bahan tertentu, infeksi (termasuk Covid-19), status nutrisi (dehidrasi), obat, makanan, logam berat, toksikan (EG/ DEG dari berbagai sumber), dan banyak lagi yang lainnya.

“Literasi kesehatan di masyarakat harus ditingkatkan, dengan cara memanfaatkan informasi-informasi dari berbagai organisasi kesehatan yang terpercaya, sehingga masyarakat bisa bijak dan cerdas menggunakan obat,” pesan Prof. Adnyana.

Mewakili para ibu Indonesia, Mona Ratuliu pun ternyata juga sempat panik saat mengetahui adanya kasus GGAPA yang terjadi beberapa waktu lalu, apalagi dia memiliki 2 balita di rumah. Mona lalu menceritakan pengalamannya saat dua anaknya yang demam saat itu. Bagaimana khawatirnya ia, saat anak yang satu sembuh, eh lalu tiba-tiba anaknya yang satunya lagi yang sakit.

Sirop Obat Aman untuk Anak
Mona Ratuliu

"Keduanya memang masih mengkonsumsi obat sirup. Jadi kita sebagai ibu-ibu tergantung banget sama obat sirup, dan itu terasa banget saat kejadian kemarin. Saya selalu update terus perkembangan beritanya, karena aku berharap sirop obat ini bisa aman dikonsumsi kembali,” kata Mona.

Sirop Obat Aman untuk Anak
Tak Perlu Resah Lagi, Sekarang Sirop Obat Aman Untuk Anak

Mona pun bersyukur dengan kerja keras semua pihak, akhirnya masyarakat, terutama ibu-ibu bisa menggunakan sirop obat secara aman dan tenang. Sama seperti Mona, saya yang selalu mengikuti perkembangan terbaru mengenai keamanan sirop obat ikut senang mendengarkan kabar ini, karena nggak perlu susah lagi mendapatkan sirop obat di apotek, dan merasa nyaman karena sirop obat yang dibeli aman untuk dikonsumsi oleh anak.

Saya pulang dengan perasaan lega, karena mendapatkan pencerahan dari para narasumber yang hadir pada acara Dialog Interaktif Kesehatan tersebut. Saya tak perlu resah lagi, sekarang Sirop Obat Aman Untuk Anak 😊 

Oiya, untuk mengetahui informasi lengkap mengenai organisasi Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia, bisa cek di website www.gpfarmasi.id, atau bisa kepoin dan follow juga akun Instagramnya @gpfarmasi

  • Share:

You Might Also Like

0 comments