Berinvestasi di KoinWorks, Pilihan P2P Lending Terbaik untuk Wujudkan Impian

By Dewi Sulistiawaty - Desember 15, 2022

P2P lending terbaik KoinWorks

P2P Lending Terbaik di KoinWorks -

Hidup itu keras, Bro! Jadi biar Dilan aja yang nanggung! XD

Sayangnya itu hanya ada dalam sebuah film, dan semua masalah yang datang menerpa dalam kehidupan kita, tetaplah harus kita terima dan hadapi sendiri, tanpa Dilan maupun Raihan :P. Maka bersyukurlah jika kamu memiliki ‘Dilan-Dilan atau ‘Raihan yang selalu baik’ lainnya, yang mau menanggung setiap masalah bersamamu, mau mendengar serta memberikan solusi untuk setiap permasalahan tersebut.

Seperti saya dan suami di saat kami mulai menempuh hidup baru dalam sebuah biduk rumah tangga. Hal pertama yang jadi bahan diskusi kami selain berapa anak yang rencananya ingin kami miliki, adalah mengenai keuangan keluarga. Keuangan menjadi hal penting untuk dibahas , karena ini menyangkut masa depan. Kami harus pintar-pintar mengatur dan mengalokasikan anggaran keuangan, agar finansial kami tetap terjaga dan stabil di sepanjang hidup kami, bahkan hingga anak cucu nanti.

Hal pertama yang kami bahas adalah seberapa besar pendapatan saya dan suami setiap bulannya. Di sini saya dan suami memasukkan gaji dan pendapatan kami per bulannya, termasuk bonus jika ada. For your information, saya dan suami sebelumnya juga sudah berjanji dan sepakat untuk selalu terbuka mengenai keuangan atau pendapatan yang kami terima. Sehingga dengan begitu, semua pendapatan rumah tangga menjadi jelas dan transparan, dan kami pun dapat mengatur keuangan keluarga kami dengan lebih mudah.

Baca juga: Tips Mengelola Keuangan yang Baik untuk Wujudkan Impian

P2P lending terbaik dan cara mengatur keuangan keluarga

Setelah itu, kami membuat daftar pengeluaran bulanan, mulai dari biaya-biaya yang jadi prioritas dan wajib diposkan dalam anggaran keluarga, hingga biaya-biaya lainnya, termasuk tabungan dan biaya tak terduga. Dengan membuat daftar ini, saya dan suami dapat menentukan pembagian pos-pos keuangan kami dengan lebih efektif, dan disesuaikan dengan total pendapatan rumah tangga.

Biaya yang jadi prioritas kami adalah mulai dari biaya kebutuhan sehari-hari, seperti belanja dapur, termasuk biaya makan suami dan uang jajan sekolah anak (daftar ini saya tambahkan setelah kami memiliki anak), beli gas, perlengkapan mandi dan cuci, iuran sampah, biaya transportasi suami dan anak, biaya tagihan listrik, kuota internet, biaya untuk kebutuhan sekolah (perlengkapan sekolah, seperti sepatu, tas, seragam, buku, dan alat tulis, serta uang SPP, dan lain sebagainya), hingga biaya asuransi, tabungan, dan biaya tak terduga lainnya.

Ini baru anggaran yang prioritas, dan kami belum memasukkan biaya untuk masa depan. Bagaimanapun juga, keuangan untuk masa depan menjadi tujuan keuangan kami juga, seperti biaya pendidikan kuliah, yang zaman sekarang walaupun kuliah di perguruan tinggi negeri, tetap saja ada biayanya, yang angkanya pun cukup menguras kantong. Lalu kami pun berencana untuk kredit rumah untuk hari tua kami nanti (insya Allah, jika diberi umur panjang oleh Yang Kuasa), serta impian saya untuk bisa pergi berlibur keliling dunia bareng keluarga kecil kami.

Untuk mewujudkan itu semua, sepertinya pendapatan kami berdua belum begitu cukup untuk menambahkan biaya untuk masa depan tersebut ke dalam daftar pos anggaran keluarga. Apalagi makin ke sini biaya hidup makin mahal, seiring dengan naiknya harga barang kebutuhan sehari-hari. Ini jadi tantangan tersendiri bagi saya dan suami. Kami pun akhirnya berusaha mencari cuan dengan memanfaatkan berbagai peluang yang ada. Seperti saya, yang mencoba menjajal hobi menulis dengan menjadi blogger dan content creator di berbagai kanal media sosial. Sedangkan suami walaupun santai, ia mencoba menjadi broker properti milik temannya.

Menurut saya penghasilan tambahan yang kami peroleh dari usaha ini sudah lumayan bagus. Namun saya akui kalau saya masih belum begitu puas, karena pendapatan yang kami peroleh tidak menentu setiap bulannya. Kadang bagus, kadang nggak, bahkan pernah nggak ada sama sekali. Sedihkan.  

Dari beberapa acara bertajuk keuangan yang pernah saya hadiri, akhirnya saya tertarik untuk berinvestasi. Hampir semua ahli keuangan yang saya temui mengatakan bahwa investasi bisa menjadi tambahan penghasilan yang cukup potensial bagi keuangan seseorang maupun perusahaan. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan di masa depan, bahkan kita dapat mencapai financial freedom melalui investasi.

Baca juga: Sisihkan Dana untuk Investasi, Bukan Sisakan!

Mengapa tidak menabung saja? Well, menabung juga saya lakukan dan itu sudah masuk dalam pos rumah tangga. Namun seperti yang kita semua ketahui, bagi hasil yang diperoleh dari bank itu tidak seberapa. Bahkan sekarang saja nilainya 0 untuk tabungan yang nilainya kurang dari 50 juta rupiah. Padahal kan saya ingin menambah pendapatan rumah tangga untuk bisa mencapai tujuan keuangan di masa depan yang kami impi-impikan.

Untuk itulah, setelah dipertimbangkan masak-masak, dan diskusi bareng suami, saya pun memutuskan untuk berinvestasi. Tentu saja dengan syarat, kami harus mencari perusahaan atau platform yang benar-benar memiliki rekam jejak yang bagus, dan sudah terdaftar atau mendapatkan izin usaha di OJK (Otoritas Jasa Keuangan) untuk memastikan perusahaan tersebut sudah memenuhi seluruh ketentuan dan aturan terkait investasi atau peminjaman sesuai dengan regulasi yang berlaku. Sehingga ada perasaan aman, karena perusahaan juga mendapat pengawasan ketat dari OJK.

Dari sekian banyak pilihan platform fintech, akhirnya pilihan saya jatuh pada KoinWorks. Tak hanya karena sudah terdaftar di OJK, KoinWorks juga memiliki track record yang positif. Di dalam aplikasinya, saya menemukan ragam pilihan investasi, yang dapat saya pilih sesuai dengan kebutuhan dan target keuangan yang ingin diraih. Salah satunya adalah produk pendanaan KoinP2P Grade S, yang lebih low risk, namun impact-nya cukup besar.

P2P Lending Terbaik, KoinP2P Grade S dari KoinWorks

KoinWorks P2P lending terbaik di Grade S

Sebenarnya saya termasuk orang yang takut untuk berinvestasi, karena seperti yang kita tahu, walaupun high return, namun berinvestasi itu risikonya juga cukup tinggi, apalagi jika posisinya sebagai pendana. Namun di KoinWorks terdapat produk pendanaan KoinP2P Grade S, yang risikonya lebih rendah. Walaupun tingkat pengembaliannya lebih rendah dari Grade A, namun bagi saya yang masih pemula, dan cenderung ‘cari aman’ dalam berinvestasi, produk ini sangat menarik untuk dijajal.

Risikonya lebih rendah? Kok bisa. Nah, ternyata untuk KoinP2P Grade S ini, KoinWorks bekerja sama dengan para mitra yang merupakan repeat borrower KoinWorks, yang selama ini nggak ada riwayat gagal bayar, serta punya bisnis yang berkelanjutan. Mitra tersebut kemudian menyalurkan pendanaan dari pendana KoinWorks kepada para pekerja informal yang berada pada ekosistem bisnisnya, yang juga ingin mengembangkan usaha yang dimilikinya.

For your information, para pekerja informal ini biasanya merupakan pengusaha yang belum atau tidak terlayani oleh perbankan, karena sulit atau ribetnya sistem peminjaman di bank, yang membutuhkan jaminan (kredit multiguna). Sedangkan kebanyakan pelaku UKM membutuhkan KTA (Kredit Tanpa Agunan) yang lebih mudah dan praktis untuk membantu mengembangkan usaha mereka. Untuk itulah fintech peer to peer lending atau platform P2P terbaik seperti KoinWorks menjadi pilihan bagi para pekerja informal untuk mengembangkan bisnis mereka.

Bagi pendana seperti saya (nantinya), sistem partner guarantee dari mitra KoinWorks ini seperti menjadi jaminan bagi saya untuk memastikan kelancaran pembayaran dari borrower, sehingga risikonya lebih rendah. Tak hanya risiko yang rendah, dengan saya berinvestasi pada produk KoinP2P Grade S, secara tidak langsung saya juga ikut membantu mengembangkan usaha pekerja informal, sehingga perekonomian mereka pun dapat meningkat. Grade S: “Low Risk, Big Impact”.

Misalnya saya menyisihkan pendapatan saya 500 ribu rupiah untuk berinvestasi di produk KoinP2P Grade S, maka saya akan mendapatkan imbal hasil secara tetap dan efektif dalam jangka waktu 2 bulan sebesar 10,57%. Hasil yang cukup menurut saya, dengan risiko yang minim. Apalagi ketika saya menjelajah di aplikasi KoinWorks ini, saya menemukan beberapa promo untuk pembelian produk pendanaan KoinP2P, berupa voucher cashback. Ini membuat saya semakin tertarik, dan jiwa emak-emak yang suka promo yang ada dalam diri saya pun meronta-ronta, hohoho....

KoinWorks P2P lending terbaik di Grade S


By the way, meskipun KoinP2P Grade S memiliki risiko yang rendah, namun sebagai mitigasi risiko, KoinWorks tetap memberikan dana provisi 100%. Makanya bagi pendana pemula yang baru mencoba untuk berinvestasi P2P, tapi masih belum siap dengan risiko yang cukup tinggi, profil risiko konservatif, yang nggak perlu high return, namun yang penting stabil, maka produk KoinP2P Grade S ini jadi pilihan yang cocok banget. Jaminan ini makin memantapkan pilihan saya untuk berinvestasi produk KoinWorks untuk tujuan keuangan rumah tangga kami di masa depan.

Teman-teman yang mau mencoba pendanaan di KoinP2P Grade S, bisa download aplikasi KoinWorks di sini dan pakai kode KLDEWIS untuk mendapatkan KOIN 350.000 yang dapat kalian gunakan untuk mendanai di KoinP2P dan extra rate 1% untuk pendanaan di KoinRobo.

Baca juga: KoinWorks NEO, Mudahkan Pelaku Usaha untuk Mengembangkan Bisnis



  • Share:

You Might Also Like

0 comments