Tips Menjadi Sahabat yang Baik

By Dewi Sulistiawaty - Desember 12, 2022

 Tips menjadi sahabat yang baik

Pernah dengar kalimat “persahabatan bagai kepompong, kadang kepo, kadang rempong”. Apakah itu benar adanya? Kalimat ini sendiri berasal dari sebuah lirik lagu yang cukup terkenal dulu. Lirik yang kemungkinan besar diangkat dari kisah nyata yang pernah dialami atau didengar oleh si penulis lagu. Sebegitu rumitkah jalinan  persahabatan itu?

Jika bercerita tentang sahabat, tiap fase kehidupan saya dikelilingi oleh para sahabat yang berbeda-beda. Saat TK saya punya sahabat sendiri, saat SD lain lagi sahabatnya, SMP pun begitu, hingga sekarang, terus terjadi pergantian sahabat dalam hidup saya. Apakah itu berarti saya berselisih dan punya mantan sahabat?

Alhamdulillah, tidak ada istilah mantan sabahat selama hidup saya, karena pergantian sahabat yang saya alami, terjadi karena kami terpisah, baik oleh jarak, atau kesibukan, serta kegiatan lain yang menjadi prioritas masing-masing. Tak ada terjadi perselisihan yang membuat saya dan sahabat saya terpisah dan jadi mantan sabahat.

Sahabat merupakan salah satu support system paling intim dalam hidup kita. Dalam membangun dan memelihara hubungan persahabatan harus dipenuhi dengan rasa empati dan kepercayaan. Bahkan persahabatan dapat meningkatkan kompetensi sosial dan emosional kita, sehingga kepercayaan diri pun ikut meningkat, begitu pun dengan kesehatan mental kita.

Namun begitu, hubungan persahabatan itu tak selalu berjalan mulus seperti jalan tol. Terkadang ada kerikil bahkan batu besar yang datang menghampiri. Tak jarang kemudian persabahatan tersebut jadi retak, dan hancur berkeping-keping. Ada yang kemudian berbaikan kembali, dan persahabatan pun menjadi tambah erat, namun tak jarang juga yang akhirnya malah bertambah parah, hingga terjadi permusuhan dan pertikaian yang tak berkesudahan.

Kebanyakan persahabatan yang langgeng itu adalah mereka yang memiliki pemikiran yang sama. Sehingga apa yang jadi perbicangan atau obrolan akan nyambung. Atau ada juga masing-masing mereka memiliki sifat yang sama, sama-sama pengertian, dimana saat sahabat yang satu lagi sedih dan kesusahan, sahabat yang lain memberi dukungan dan semangat, Begitupun sebaliknya. Namun ada juga yang nggak sih, namun ini lebih ke sifat masing-masing, dimana salah satunya merupakan tipikal pendengar yang baik, atau yang sabar dan suka ngalah, sedangkan yang lainnya tipikal yang dominan. Walaupun sebenarnya persahabatan seperti ini nggak terlalu baik menurut saya.

Saya yakin setiap orang memiliki sahabat dalam hidupnya, entah itu dari teman sepermainan, keluarga besar, atau orang lain yang melintas dalam kehidupan kita. Sahabat yang mau menerima kita apa adanya, tanpa menghakimi, yang mau menampung semua curhatan kita, tanpa menggurui, namun kita pun harus berbuat yang sama buat sahabat kita tersebut. Jangan ego, dan menjadikan sahabat kita hanya buat menampung keluh kesah kita, lalu saat giliran dia mau curhat, malah dicuekin. Yang jadi inti dari persahabatan adalah saling mengerti dan percaya satu sama lain.

JNE dan Persahabatan karyawan

Jadilah sahabat yang penuh dengan empati. Kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Masalah kesehatan mental, seperti depresi, stres, dan kecemasan sering kali memberatkan untuk dilalui. Bahkan terkadang secara tidak sadar kita cenderung mendukung stereotip negatif, dan menyepelekan masalah yang dihadapi sahabat kita. Sikap ini dapat mengancam persahabatan. Untuk itu, jadilah sahabat yang lebih berempati dan kurangi stigma dalam diri kita.

Seperti yang saya sebut sebelumnya, selain pengertian, maka kepercayaan adalah kunci persahabatan. Di saat sahabat curhat mengenai segala hal yang menjadi beban dipikirannya, dan berharap beban ini bisa menjadi ringan setelah curhat ke sabahatnya, jangan lantas kepercayaannya dihancurkan dengan menceritakan masalahnya ke orang lain. Jagalah baik-baik rahasia sahabat kita. Apapun yang diceritakannya, cukup kita, sahabat kita, malaikat, dan Tuhan saja yang tau. Jadilah pendengar yang baik, namun jangan kemudian jadi menyebarkannya ke orang lain.

Jika ternyata kita khilaf, gak sengaja, atau keceplosan dan terlanjur menceritakannya ke orang lain, yang mungkin menurut kita orang tersebut adalah orang dekat yang dapat kita percayai, namun kenyataannya info tersebut malah bocor dan menyebar luas, dan diketahui sahabat kita, maka beranilah untuk meminta maaf pada sahabat kita, dengan catatan jangan diulangi kembali. Ini pun nantinya tergantung sahabat kita, entah dia mau memaafkan atau tidak. Mungkin tergantung juga dengan beratnya kesalahan yang telah kita perbuat.

Sahabat yang baik biasanya akan mau memaafkan kesalahan sebahatnya, seberat apapun itu kesalahan yang telah diperbuatnya. Asalkan si sahabat benar-benar menyadari kesalahannya, dan tak ‘kan berbuat kesalahan yang sama di kemudian hari. Manusia memang tak lepas dari kesalahan. Namun jika kesalahan tersebut berulang dan terjadi berketerusan, itu bukan hal yang wajar. Orang tersebut mesti belajar untuk mengelola dirinya dan pikirannya.

Perhatian tak saja diberikan kepada keluarga dan pasangan, namun sebaiknya juga diberikan pada sahabat. Perhatian yang kita berikan, apapun itu bentuknya, dapat membuat sahabat kita senang dan bahagia. Dia akan merasa dihargai, dan dianggap oleh sahabatnya sendiri. Tak perlu bentuk perhatian yang besar dan butuh effort untuk melakukannya. Menanyakan kabarnya, atau gimana hari-harinya saja, sudah merupakan bentuk perhatian kita pada sahabat kita. “Hai, Besti! Kamu udah sarapan belum?”

Tak jarang pula kita menemukan sahabat kita dalam dunia kerja. Persahabatan yang terjadi di dunia kerja dapat memberikan dampak positif dalam pekerjaan kita, karena kita bisa saling support dalam hal pekerjaan dengan sahabat kita. Keberadaan sahabat dalam pekerjaan juga membuat kita lebih semangat datang ke tempat pekerjaan. Bayangkan, jika kita bekerja, namun tak ada sabahat yang kita miliki, untuk kita bisa bercerita tentang masalah pekerjaan kita. Pasti nggak nyaman banget kan.      

 

Mindful Company Brand 2022

Adakah perusahaan yang memberikan perhatian lebih pada karyawannya? Ada, dan salah satunya adalah JNE. Sebagai perusahaan jasa logistik dan ekspedisi, JNE selalu memberi perhatian lebih pada karyawannya. Bagi JNE, karyawan merupakan aset yang terus dijaga, diperhatikan, dan dikembangkan. Rasa kebersamaan terjalin erat dalam keluarga besar JNE. Tiap tahun JNE rutin memberangkatkan karyawannya yang telah bekerja selama 12 tahun untuk umroh, serta jalan-jalan ke Holy Land bagi karyawannya yang non-muslim.

Tak hanya itu, JNE juga memberikan hadiah rumah di setiap hari ulang tahunnya. Berbagai pelatihan pun diberikan untuk mengasah dan mengembangkan skill karyawannya. Jika bekerja di perusahaan seperti ini, tentu akan membuat para karyawannya nyaman. Memiliki pimpinan dan tim manajemen yang penuh perhatian dan pengertian seperti seorang sahabat, dapat membuat karyawan lebih semangat, lebih produktif, loyal dan betah bekerja.

Selain karyawan, JNE pun memberikan perhatian khusus untuk para pelanggannya. Sesuai dengan tagline Connecting Happiness”, JNE ingin menghantarkan kebahagiaan kepada pelanggan dan konsumennya atau pengirim dan penerima paket. Tak hanya ingin memberikan layanan terbaik, JNE juga sering memberikan hadiah dan promo-promo menarik untuk pelanggan dan konsumennya.

Tapi karyawan, pelanggan, dan konsumen saja tak cukup, JNE juga memberikan perhatian pada masyarakat luas dan lingkungan sekitar. Berbagai gerakan dan langkah yang dilakukan bertujuan untuk memberikan manfaat seluas-luasnya bagi masyarakat, baik dalam bentuk dukungan ekonomi mikro, kesehatan, pendidikan, sosial, olahraga, serta bantuan untuk korban bencana, dan lain sebagainya. Bahkan tiap tahun JNE rutin memberikan santunan pada anak-anak yatim.

Dengan semua bentuk perhatian dan kepedulian yang dilakukan JNE ini, maka tak heran jika JNE berhasil menjadi bagian dari Mindful Company Brand 2022. Penghargaan ini diberikan kepada JNE dalam acara ALIVE Fest 2022 yang diselenggarakan di Multifunction Hall Plaza Indonesia, Jakarta, pada hari Jumat, 2 Desember 2022. Selamat ya JNE, penghargaan ini memang pantas disandang oleh JNE sebagai perusahaan yang penuh perhatian dan peduli pada karyawannya dan juga masyarakat luas.

JNE Mindful Company Brand 2022

For your information, ALIVE Fest merupakan festival meditasi terbesar di Indonesia, yang diselenggarakan oleh The Golden Space Indonesia berkolaborasi dengan MarkPlus, Inc. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai kesehatan mental, emosional, dan fisik.

Oiya, untuk memberikan informasi seputar JNE, tips dan trik menarik, JNE memiliki media internal, yaitu https://jnewsonline.com. Bagi yang ingin membaca berbagai cerita inspiratif, bisnis, dan lifestyle, serta informasi menarik lainnya, silakan meluncur ke website tersebut. Ada tips dan trik bertahan dalam berbisnis, tips jadi seller online shop, tips berbelanja, cara melindungi data pribadi saat transaksi digital, tips berkendaran saat musim hujan, hingga seputar traveling dan tekno pun ada lho. Komplit deh isinya.

By the way, semoga cerita ini dapat menginspirasi dan memotivasi kita dalam menjalankan kehidupan, khususnya dalam hal persahabatan. Memilki kepribadian yang perhatian dan dipercaya itu penting dalam persahabatan, karena secara tidak langsung persahabatan dapat membantu kita dalam mengatasi stres, dan meningkatkan pengendalian diri kita. Salam sahabat 😊  

  • Share:

You Might Also Like

0 comments