Abang None Jakarta, Bukan Sekedar Penampilan Namun Harus Full Package

By Dewi Sulistiawaty - Mei 12, 2015

Pada Minggu Sore tanggal 10 Mei, Mal Kota Kasablanka nampak sangat ramai. Di main stage lantai pertama mal, terdapat deretan bangku-bangku yang berjejer rapi dan diduduki oleh para pengunjung mal. Bahkan sepertiga dari bangku-bangku tersebut diisi oleh para gadis cantik dan pemuda yang tak kalah menariknya, yang belakangan diketahui ternyata mereka adalah para finalis dari Abang None Jakarta 2015. Di layar yang terdapat di atas stage, terbaca sebuah kalimat bertuliskan 'Jakarta Marketing Week 2015'.

Sementara itu tak jauh dari sana, di Area Mozaik Walk, terdapat sebuah mini stage milik Creativity Zone Bibli.com. Dan acara mini talkshow pun sedang digelar di sana. Acara dipandu oleh MC Bang Danar Gumilar dan Astri Ovie dengan mengangkat tema 'Cerdas Berbudaya dan Bermanfaat bersama Abang None Jakarta'.
Abang None itu apa sih? Untuk mengetahui secara komplit mengenai hal ini maka diundanglah orang-orang yang sangat mengetahui seluk beluk dan berada di balik layar acara Abang None Jakarta ini. Hadir yaitu Pemenang Abang None 2014 Bang Zul dan Non Vina, Ketua Ikatan Abang None Jakarta (IANTA) Bang Nana, None Jakarta 1993 Maudy Kusnaedi /Mpok Mod yang juga merupakan pembina dari Teater Abang None Jakarta, Perwakilan dari Dinas Pariwisata DKI Jakarta, yang juga merupakan Abang Jakarta tahun 1995 Bang Cucu, serta Pak Hermawan yang merupakan salah satu juri dari Abang None Jakarta.

Abang None ini sengaja dihadirkan di sebuah mal, selain karena mal ini merupakan tempat yang banyak dikunjungi oleh masyarakat, juga agar dapat memasarkan seni Betawi dengan selera anak muda.

Bang Zul mengatakan selama setahun menjabat sebagai abang Jakarta, sangat banyak manfaat yang bisa dia dapatkan. Diantaranya yaitu membuka kesempatan yang lebih banyak dan positif seperti belajar tentang soft skill, public speaking dan menambah pengetahuan tentang budaya Betawi yang merupakan kearifan lokal kota Jakarta.

Sedangkan menurut Non Vina, mendaftar sebagai Abang None Jakarta merupakan sebuah pilihan terbaik yang pernah ia buat dalam hidupnya. Pengalaman yang tidak pernah ia lupakan adalah ketika mereka melakukan tugas keluar negeri. Dia dan Bang Zul mendapat tugas ke Korea Selatan mendampingi bapak Gubernur yang waktu itu berkunjung untuk menandatangani pakta Asian Games ke-18. Lalu ia juga berkesempatan pergi ke Berlin, Jerman untuk mempromosikan Jakarta dalam acara Jakarta-Berlin Festival, memperingati 20 tahun Sister City antara Jakarta dan Berlin.

Mereka juga senang bisa bertemu dan bicara langsung dengan orang-orang penting seperti para gubernur Jakarta dari berbagai periode, misalnya Bapak Basuki Cahaya Purnama (Bapak Ahok), Pak Sutiyoso, Pak Fauzi Bowo dan juga Pak Suryadi Sudirja.

Bang Nana menjelaskan bahwa Abang None Jakarta adalah orang-orang yang dipilih berdasarkan kriteria yang cukup ketat.

"Orang-orang yang sudah masuk ke sini tuh, biasanya pribadinya berubah, yaitu meningkat ke yang lebih baik. Jadi setelah terpilih dan menjalani tugas selama setahun, Abang None pun tidak punya tanggung jawab lagi setelahnya. Kita pun merasa sayang, kok setelah setahun bertugas, lalu hilang begitu saja. Maka dibentuklah Ikatan Abang None Jakarta, di mana para Abang None bisa berkumpul dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat dan juga kota Jakarta," jelas Bang Nana.

Ikatan Abang None Jakarta sudah ada sejak tahun 1971 sesuai dengan di mulainya tahun pemilihan Abang None Jakarta. Namun baru diperbarui nama, logo serta servernya pada tahun 2010.

Karena beragamnya background pendidikan atau skill yang dimilki setiap Abang dan None Jakarta ini, maka IANTA pun membentuk berbagai macam komunitas. Ada komunitas yang berhubungan dengan spot, seni, berbagi dengan masyarakat, dan ada yang memikirkan apa yang bisa diajarkan buat teman-teman finalis ke depannya, dan banyak lagi lainnya.

Mpok Mod yang merupakan jebolan None Jakarta 1993 dan juga merupakan Pembina dari Teater Abang None Jakarta menjelaskan bahwa tidak mudah untuk menjadi Abang dan None Jakarta.

"Apalagi saat berkesempatan menjadi juri dalam pemilihan Abang None Jakarta, rasanya pusing karena harus memilih siapa yang bisa masuk untuk menjadi Abang None. Sudah cantik, ganteng, pintar, bahasa inggris jago, protokoler, namun gara-gara tinggi kurang akhirnya tidak bisa masuk. Susah lho ternyata untuk jadi Abang None Jakarta itu," kata Mpok Mod.

Penampilan memang bukan yang menjadi utama dalam pemilihan Abang None, namun juga tidak bisa di nomor duakan, karena bagaimanapun juga Abang None akan membawa dan mempresentasikan kebudayaan Betawi, jadi harus bisa memberikan pesona yang baik yang dilihat oleh masyarakat banyak.

Keberhasilan dari Teater Abang None ini adalah karena semangat dari semua Abang None Jakarta dari berbagai wilayah, yang dengan sukarela (nonprofit) mau bekerjasama untuk melestarikan budaya Betawi.

Dalam Teater Abang None, para Abang dan None ini diajarkan berbagai macam seni seperti tari, seni peran, silat dan apapun yang menjadi turunan dari akar budaya Betawi.

Dari tahun 2009, pentas pertama kali Teater Abnon ini adalah 'Cinta Dasima' yang waktu itu masih diperankan oleh Abang None Jakarta Utara, karena Mpok Mod sendiri yang waktu itu mewakili None Jakarta Utara.

Pertunjukan ini cukup mendapat perhatian dari masyarakat, sehingga kemudian Teater Abnon mengundang seluruh Abang None dari seluruh wilayah untuk bisa bergabung masuk dalam Teater Abnon.

Setelah itu banyak lagi lahir pertunjukan-pertunjukan seperti 'Doel: Antara Roti Buaya dan Burung Merpati', 'Kembang Parung Nunggu Dipetik' dan 'Sangkala 9/10', yang semuanya diperankan bersama oleh Abang None Jakarta. Tahun 2013 lahir produksi ke-4 dari Teater Abnon dengan tajuk 'Soekma Djaja'.

Tak lama lagi Teater Abnon akan mengeluarkan sebuah produksi besarnya dengan judul 'Jawara! Langgam Hati dari Marunda', yang rencananya akan dipentaskan di Gedung Kesenian Jakarta pada tanggal 24 dan 25 Oktober 2015 mendatang.

Produksi 'Jawara! Langgam Hati dari Marunda' ini merupakan produksi dengan persiapan terlama dari produksi sebelumnya. Persiapannya sendiri sudah di mulai sejak akhir bulan Januari 2015 untuk dipentaskan Oktober nanti. Karena pada pertunjukannya akan menampilkan silat asli dari Betawi dengan mendatangkan 3 perguruan silat asli Betawi yaitu Harimau Belut Putih dari Depok, Sabeni dari Tanah Abang dan Putra Betawi. Di sini semua Abang None akan latihan silat asli dari Betawi.

"Saya berharap 'Jawara' ini bisa menjadi satu lagi bukti ke-solid-an para Abang dan None, didukung dengan IANTA dan Sundoro. Saat ini Teater Abang None adalah satu-satunya teater yang masih konsisten produksi tiap tahunnya, dengan visi dan misi yang jelas,'' ungkap Mpok Mod.

"Saya selalu bangga dengan Teater Abang None ini karena mempresentasikan semangat dari Abang None untuk terus berkarya. Mau latihan berbulan-bulan tanpa dibayar," lanjut Mpok Mod.

Di Teater Abnon ini para Abang None dikenalkan dengan berbagai sisi budaya Betawi dengan kemasan yang berbeda-beda. Setiap performance dari Teater Abnon ini selalu menampilkan hal-hal baru yang berkaitan dengan budaya Betawi.

"Jakarta tidak melulu hanya Monas, Kerak Telor dan Ondel-Ondel, namun terdapat banyak hal-hal lain yang perlu digali lebih dalam lagi," kata Mpok Mod lagi.

Pemilihan Abang None sendiri sudah dilaksanakan sejak tahun 1971 dengan tujuan melestarikan budaya Betawi.

"Acara Abang None ini murni produk pemerintah DKI Jakarta dan tidak ada embel-embel produk brand dibelakangnya, jadi tidak sama dengan pemilihan-pemilihan lainnya. Dan salah satu kelemahan dari pemilihan Abang None Jakarta ini adalah kurangnya publikasi," jelas Bang Cucu, perwakilan dari Dinas Pariwisata DKI Jakarta.

Pak Hermawan yang ikut menjadi juri, marketing serta pubic relation pada Abang None Jakarta juga mengatakan hal yang sama, bahwa memang tidak gampang untuk menjadi Abang None ini. Pemilihan Abang None ini sangat bermutu, full package dan benar-benar terpilih, bukan cuma sekedar cantik tapi juga attitude yang baik serta punya wawasan yang luas mengenai budaya Betawi.

Untuk informasi lengkap mengenai Teater Abang None ini, bisa dilihat pada websitenya yaitu www.teaterabnon.com atau pada akun Twitter @TeaterAbnon dan Instagram @TeaterAbnon.



  • Share:

You Might Also Like

0 komentar