Tip Mengatasi Susah BAB Saat Berpuasa

By Dewi Sulistiawaty - Mei 08, 2019


“Ya Allah, apa yang harus aku lakukan,” jeritku dalam hati. Aku tak tega menyaksikan anakku yang menangis dan mengerang menahan sakit setiap perutnya mengejan, namun BAB nya tak juga kunjung keluar.

Najwa masih berusia 9 bulan ketika peristiwa itu terjadi. Saat itu kami sekeluarga sedang berada di kampung halaman untuk menikmati mudik lebaran. Najwa yang masih MPASI, kubiarkan dirawat oleh tante-tantenya, karena aku sendiri kurang enak badan. Mungkin akibat kelelahan di jalan.

Di situlah letak kesalahanku. Tantenya yang belum mengerti, memberikan Najwa makanan padat. Aku sendiri waktu itu berpikir, mungkin gak apa-apa juga mulai memberikan Najwa makanan padat, toh nasinya juga dicampur dengan kuah, jadi agak sedikit lembek, dan bisa dikunyah oleh Najwa.

Namun sejak itu, dua hari Najwa tak BAB. Hingga sore itu dia mulai mengejan. Najwa menangis karena BAB nya keras dan susah dikeluarkan. Aku mulai panik. Najwa merupakan anak pertamaku, dan ini merupakan pengalaman pertamaku juga menghadapi Najwa yang susah BAB.

Untuk sesaat aku hanya mampu tergugu, sedih dan bingung. Hingga kemudian aku ingat, dulu waktu kecil, sepupuku pernah mengalami hal serupa. Oleh tanteku (ibu dari sepupuku), pada (maaf) anus saudara sepupuku ini dimasukkan sabun batang yang sudah diraut membentuk sebuah selinder. Sabunnya hanya dimasukkan separuh, kemudian dikeluarkan lagi oleh tante. Kata tante itu supaya (maaf) lubang anusnya licin, sehingga BAB nya jadi mudah keluarnya.

Itulah yang kemudian aku lakukan pada Najwa. Sambil memeluknya erat, aku yang sudah panik, melakukan hal serupa yang dulu dilakukan tante. Najwa tambah kencang nangisnya. Aku makin tak tega melihatnya. Sambil berdoa, aku mencoba menenangkan Najwa. Padahal hatiku sendiri tak tenang. Keringat Najwa bercucuran bercampur dengan air matanya. Hingga akhirnya BAB Najwa keluar. Ada sedikit darah di BAB nya. Namun kulihat tak apa-apa. Ya Allah, syukurlah, akhirnya kami bisa melalui peristiwa ini.

Sejak itu aku mulai memperhatikan asupan makanan Najwa. Aku gak mau kejadian serupa terulang lagi. Sebenarnya aku mau searching di internet mengenai susah BAB ini dan cara mengatasinya, namun saat itu di kampung belum ada sinyal internet. Jadi ketika balik dari mudik dan sampai di rumah, baru aku mulai browsing di internet. Belakangan aku tahu, ternyata tindakanku menggunakan sabun batang itu kurang baik dan sangat berisiko mengiritasi kulit. Duh, maafkan mama ya, Najwa :’(  

Menurut hasil browsing yang kudapatkan dari website yang kompeten. Susah buang air besar (BAB) atau yang sering dikatakan sembelit ini ternyata merupakan masalah pencernaan yang umum terjadi. Duh, aku yang baru pertama kali mengalaminya sukses dibikin panik nih, huhu. Seperti yang kuduga, asupan makanan menjadi salah satu penyebab susah BAB ini. Pola makan yang kurang sehat, seperti kurangnya mengkonsumsi makanan berserat, serta kekurangan cairan ternyata dapat menjadi pemicu susah BAB.

Susah BAB
Selain faktor makanan, seseorang juga bisa terkena sembelit jika keseringan menunda BAB, sedang stres, sedang hamil, kurang beraktivitas, menderita penyakit tertentu yang dapat menyebabkan sembelit, serta mengkonsumsi obat-obatan tertentu. Waduh, ternyata banyak juga ya faktor yang dapat memicu susah BAB.  

Kalau menurut dr. Riana Nirmala Wijaya, sebagai Sanofi Medical Expert, seseorang bisa dikatakan susah BAB jika BAB nya kurang dari 3 kali dalam seminggu. Gejala lain dari orang yang susah BAB adalah perutnya terasa penuh, sakit perut, merasa belum tuntas atau masih ada yang tersumbat setelah BAB, memaksakan dirinya untuk mengejan saat BAB, biasanya ini karena BAB nya keras. Bahkan ada yang saking gak bisanya BAB, dibantu dengan jari untuk mengeluarkannya. Duh :’(  

dr. Riana
Oiya, aku bertemu dengan dr. Riana saat menghadiri acara Blogger Gathering bersama Dulcolax dan FimelaHood di Kedai Kopi 89, Jakarta pada hari Jumat, 3 Mei 2019 kemarin. Acara ini diselenggarakan oleh Dulcolax dalam rangka memberikan edukasi pada masyarakat mengenai kesehatan pencernaan.

Blogger Gathering with Dulcolax & FimelaHood: Edukasi mengenai kesehatan pencernaan
For your information, setiap tgl 29 Mei diperingati sebagai Hari Kesehatan Pencernaan Sedunia (World Digestive Health Day). Sebuah kampanye digelar dengan tujuan mengajak masyarakat untuk mulai memperhatikan kesehatan pencernaannya. Untuk itulah Dulcolax sebagai brand global dengan produk yang berhubungan dengan masalah pencernaan, ikut mendukung kampanye ini dengan menggelar berbagai edukasi pada masyarakat mengenai kesehatan pencernaan.

Lanjut ya. Pada acara tersebut dr. Riana juga menyebutkan bahwa orang yang berisiko susah BAB itu biasanya adalah wanita, lansia, wanita hamil, orang yang kurang aktivitas fisik, serta yang kurang mengkonsumsi makanan berserat dan kurang minum.

Nah, saat bulan puasa biasanya banyak nih yang pada susah BAB. Mengapa? Karena kebiasaan atau pola makan yang berubah, yang biasanya 3x sehari ditambah lagi dengan camilan, kemudian tiba-tiba menjadi 2x sehari. Itu pun sepanjang hari perut kosong, sehingga metabolisme tubuh menjadi lebih lambat. Trus selama berpuasa, orang cenderung mengurangi aktivitas fisik, karena takut kecapekan. Semua ini bisa menyebabkan susah BAB.

Lalu gimana dong caranya agar bisa puasa lancar perut nyaman? Caranya tentu saja dengan menghindari penyebabnya, yaitu dengan banyak mengkonsumsi makanan berserat, minum air yang cukup saat sahur dan berbuka puasa, rutin melakukan aktivitas fisik paling tidak 10 menit setelah sahur atau usai berbuka puasa, jangan biarin numpuk dan menunda-nunda BAB, istirahat yang cukup dan hindari stres.

Gimana kalau sudah melaksanakan itu semua, tapi tetap saja susah BAB? Cara lain yang bisa ditempuh adalah dengan mengkonsumsi obat pencahar. Banyak obat pencahar yang bisa didapatkan dengan mudah di pasaran dan apotik. Sebaiknya pilih obat pencahar yang sudah teruji secara klinis, aman, dan terpercaya. Satu-satunya obat pencahar yang kukenal adalah Dulcolax.    

Ternyata keberadaan Dulcolax sudah lebih dari 60 tahun. Aku sendiri mengenalnya sudah sejak lama, karena dulu tetanggaku ada yang sering mengalami sembelit, dan dia selalu sedia Dulcolax di rumahnya. Pada waktu itu, obat pencahar yang kutahu, baru Dulcolax saja. Sedangkan di rumahku sendiri karena jarang yang terkena sembelit, makanya mama jarang membeli obat pencahar. Jadi aku kenal Dulcolax ini malah dari tetanggaku :D

Beberapa orang ada yang mengaku takut mengkonsumsi obat pencahar, karena pikirnya nanti sehabis minum obat pencahar, perutnya akan sakit melintir, mules, pokoknya bikin gak nyaman gitu deh. Apalagi saat berpuasa, kalau minum obat pencahar ntar bisa bikin diare, badan jadi lemas, sehingga bisa bikin haus. Yang akhirnya nanti malah gak jadi berpuasa.

Ternyata semua dampak yang ditakutkan itu tak terjadi saat mengkonsumsi Dulcolax. Dulcolax memiliki aspek kerja yang lebih terprediksi, dan memberikan rasa nyaman, sehingga tak ada gangguan saat menjalankan aktivitas sehari-hari. Dulcolax katanya telah teruji secara klinis, baik secara khasiat maupun safety-nya, serta terpercaya dapat atasi susah BAB.

Nycta Gina, seorang ibu dan juga selebritis Indonesia yang turut hadir pada acara Blogger Gathering ini membenarkan informasi di atas. Bahwa Gina sendiri selama hamil sering mengalami susah BAB. Begitupun selama bulan puasa. Gina yang gak terlalu suka makan sayur merasa sudah terlalu akrab dengan yang namanya sembelit. Sehingga Gina sering mengkonsumsi Dulcolax.

Nycta Gina
Produk Dulcolax tersedia dalam bentuk tablet, supositoria, dan sirup. Untuk hasil yang cepat, bisa gunakan Dulcolax Supositoria. Nah, kalau info ini aku baru tahu. Aku pikir Dulcolax cuma berbentuk tablet saja, dan hanya boleh dikonsumsi oleh orang dewasa. Ternyata untuk Dulcolax sirup bisa untuk semua usia lho. Iyap, Dulcolax Sirup bisa dikonsumsi oleh anak-anak, orang dewasa, dan lansia.

Dulcolax Sirup, Dulcolax Tablet, dan Dulcolax Supositoria
Dulcolax Tablet kemasan kecil
Duh, aku telat mengetahui tentang Dulcolax Sirup ini. Coba waktu itu aku bawa ya. Gak perlu panik begitu saat Najwa terkena sembelit, huhu. By the way, menariknya lagi, Dulcolax tersedia dalam berbagai ukuran. Ada yang kemasannya kecil, sehingga bisa dibawa-bawa untuk traveling atau mudik lebaran. Jadi gak perlu cemas lagi susah BAB saat bepergian. Jaga-jaga aja, takutnya di tempat yang dituju susah nyari produknya. Sedia payung sebelum hujan. Puasa lancar, perut nyaman :)  

  • Share:

You Might Also Like

6 comments

  1. saya pikir, Produk Dulcolax Ini cuma dalam bentuk jely yang dimasukan ke dalam area Ekskresi BAB, ternyata sudah ada dalam versi Tablet dan Sirup yach.. :)Penting ini buat pengetahuan kita semua....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Kang. Udah ada yang oral. Makasih udah berkunjung ya :)

      Hapus
  2. Jadi tau kalo BAB tuh normalnya min 3 kali dalam seminggu ya

    BalasHapus
  3. Waduh, bahaya juga ternyata ya kalo susah BAB dibiarkan berlarut larut :(

    BalasHapus