Review Film Preman Pensiun

By Dewi Sulistiawaty - Januari 11, 2019

Credit photo by rcti
Pernah mendengar judul Preman Pensiun? Penyuka sinetron pasti sudah nggak asing lagi dengan serial yang satu ini. Sekitar 3 tahun yang lalu, sinetron yang tayang di RCTI ini sempat ngetop dengan cerita apik bergaya drama komedinya. Ketika itu almarhum Kang Didi Petet berperan sebagai Kang Bahar, pemimpin preman yang menguasai kawasan pasar, terminal, dan jalanan di Kota Bandung.

Nah, gimana kalau cerita yang biasa disaksian di layar televisi tersebut diangkat ke layar lebar? Yup, serial Preman Pensiun dijadikan film, gaes! Jadi nostalgia deh dengan sinetron Preman Pensiun ya. Apalagi hampir keseluruhan pemainnya diboyong dalam film ini, seperti Kang Epy Kusnandar, Tya Arifin, Vina M. Ferina, Soraya Rasyid, Andra Manihot, dan Dedi Moch. Jamasari, serta yang lainnya.   

Sama dengan sinetronnya, Film Preman Pensiun ditulis dan disutradarai oleh Aris Nugraha, serta di produksi oleh MNC Pictures. Pada Gala Premiere Film Preman Pensiun kemarin, tepatnya hari Kamis, 10 Januari 2018 di Epicentrum XXI, Kuningan, Jakarta, Bapak Miftah Yahya selaku Producer Film Preman Pensiun mengatakan bahwa dengan segala kendala yang mereka hadapi selama proses produksi film, seperti cuaca, serta perbedaan setting-an dengan versi sinetronnya, mereka tetap menjaga kekhasan dari sinetron Preman Pensiun, namun dikemas dalam bentuk film.

Prescon Film Preman Pensiun
Para pemain Film Preman Pensiun
Tengah: Kang Epy, Sutradara Aris Nugraha, dan Producer Film Preman Pensiun
Kanan: Kang Gobang, Pipit, dan Murad
Seperti judulnya, setelah Kang Bahar pensiun, kemudian meninggal dunia, tampuk kekuasaan diserahkan pada Kang Muslihat (Epy Kusnandar), yang merupakan tangan kanannya Kang Bahar. Kang Muslihat sendiri kemudian ikut pensiun jadi preman, dan mengajak semua anak buahnya untuk memulai hidup yang lebih baik lagi. Kang Mus (panggilan Kang Muslihat) mulai menjalankan bisnis kecimpring, sedangkan beberapa anak buahnya ada yang menjadi security, berjualan pakaian, usaha lele, balik ke kampung jadi pawang kuda lumping, dan ada juga yang mengikuti Kang Mus berbisnis kecimpring.

“Kita dipertemukan oleh bisnis. Bisnis yang oleh Kang Bahar disebut sebagai bisnis yang bagus, tapi bukan bisnis yang baik. Bisnis yang sudah lama ada, jauh sebelum Kang Bahar ada di dalamnya, dan masih tetap akan ada sampai jauh setelah kita meninggalkannya. Kita buktikan pada Kang Bahar yang sudah tenang di sana, di sini kita punya bisnis yang bagus dan juga bisnis yang baik,” ujar Kang Mus di pertemuan terakhirnya dengan semua anak buahnya.  


Kehidupan berjalan normal setelahnya, dan mereka sibuk dengan bisnisnya masing-masing. Hingga suatu hari masalah datang. Kang Dayat, adik iparnya Kang Gobang dikeroyok preman di Pasar Baru. Kang Gobang adalah bawahannya Kang Mus, dan dulunya Terminal Cicaheum merupakan wilayah kekuasaan Kang Gobang. Kejadian ini tentu saja membuat sedih adik dan keponakannya Kang Gobang, apalagi ternyata Kang Dayat meninggal karena pengeroyokan tersebut.

Tak terima dengan kejadian yang menimpa keluarga adiknya, Kang Gobang berencana mencari tau siapa pelaku di balik pengeroyokan adik iparnya. Ia mengumpulkan teman-teman mantan preman dulu, tanpa sepengetahuan Kang Mus. Sementara Kang Mus selain sibuk dengan bisnis kecimpringnya, juga lagi menemani Kinanti, anaknya Kang Bahar yang datang ke Bandung untuk nyekar ke kuburan ayahnya, jelang seribu hari sejak kematian Kang Bahar.  

Layaknya bapak-bapak lain, yang khawatir dengan anak gadisnya yang sudah beranjak remaja, Kang Mus juga sangat protektif terhadap Safira, anak semata wayangnya. Sampai-sampai Kang Mus menyuruh anak buahnya untuk mengawasi Safira yang pergi jalan-jalan ke Cikapundung bareng pacarnya. Tugas ini diberikan pada duo kocak Murad dan Pipit (aka Firmansyah Pitra), yang sehari-harinya bekerja sebagai security di sebuah pusat perbelanjaan.

Mereka berdua merupakan tandem satu paket, yang kemana-mana selalu berdua. Perawakan mereka berdua gempal dengan kepala plontos, tatoan, dan terlihat sangar. Tapi siapa sangka dibalik wajah sangarnya, Pipit itu suka bertingkah alay dengan jurus andalannya senyum manis ala Pipit, hahaha :)))

Dari awal hingga akhir film, banyak aksi kocak yang disuguhkan. Mulai dari kebiasaan joroknya Kang Mus, kebiasaan Pipit yang selalu nunggu dibukain helmnya oleh Murad, atau kelakuan dan gaya ngomong yang singkat sok englisnya Mang Uu, serta banyak lagi deh cerita yang dijamin bakal bikin ketawa ngakak sepanjang nonton film ini deh!

Tapi Film Preman Pensiun ini gak melulu isinya hiburan dengan cerita-cerita kocaknya. Ada bagian sedih dan harunya juga. Ada nilai moral yang dapat dipetik dari ceritanya, seperti persahabatan, kekeluargaan, dan kesetiakawanan. Yang bikin ngagetin adalah endingnya. Apakah Kang Gobang menemukan orang yang menjadi dalang pengeroyokan terhadap adik iparnya? Ceritain nggak ya? Hahaha…. Sebaiknya tonton langsung deh, biar kerasa gimana seru ceritanya. Apalagi nontonnya bareng keluarga dan teman, jadi lebih seru lagi.

Film Preman Pensiun akan tayang perdana pada tgl 17 Januari 2019 nanti. Film nya recommended banget buat kamu yang suka film drama komedi, yang lagi butuh hiburan, atau buat kamu yang abis diputusin eh maksudnya biar gak larut dalam kegalauan dan lekas move on gitu XD Oya, cerita di Film Preman Pensiun ini suka loncat-loncat gitu, tapi bisaan aja nyambunginnya. Ngeliatnya kocak aja jadinya. Nonton deh, biar tau apa yang saya maksud :D        


Foto: pribadi dan MNC Pictures

  • Share:

You Might Also Like

0 comments