Susu Sebagai Sumber Makanan Bergizi

By Dewi Sulistiawaty - November 15, 2017

4 Sehat 5 Sempurna! Ada yang tahu dengan istilah ini? Berarti kita seangkatan, hihi…. Yup, saat ini istilah tersebut tidak digunakan lagi, dan diganti dengan konsep Pedoman Gizi Seimbang. Jika pada konsep 4 sehat 5 sempurna, susu merupakan gizi pelengkap atau hanya sebagai penyempurna, maka pada konsep Pedoman Gizi Seimbang, susu dimasukkan ke dalam sumber protein hewani lainnya.
https://lh6.googleusercontent.com/y_3lICqMNHQvXJHUZiHCYNq1rOxMflB2vyVJVCkzcqE2MvkYvCUjIVq0bUpHqtB74E-pd_mOv9nJnH8UUEd5zRE599T1Zah8Bt7_danI94ih-QdnCd-qPfQpfpDctfPL3-KuPIR7eT6KbcvYwg

Susu yang dimaksudkan di sini adalah susu tambahan di luar ASI. Setelah anak tuntas dengan program ASI Eksklusifnya, serta ASI plus MPASI hingga usia 2 tahun, biasanya pemberian susu dilanjutkan dengan memberikan susu tambahan. Kalau saya, waktu Najwa masih kecil suka diberi susu UHT, karena lebih higienis dan praktis.

Kenapa saya masih memberikan Najwa susu UHT hingga sekarang ia berusia 10 tahun? Karena susu memiliki kandungan kalsium dan protein yang penting bagi pertumbuhannya. Anak-anak yang masih dalam masa pertumbuhan, memerlukan zat gizi yang lengkap agar bisa tumbuh dengan optimal. Bahkan kebaikan susu bisa dimanfaatkan hingga usia lanjut.     

Memangnya tidak bisa mendapatkan kalsium dan protein dari makanan lain? Ya, bisa saja. Minum susu bukan berarti tidak makan makanan bergizi lainnya. Yang namanya gizi seimbang, semua makanan bergizi mustinya dikonsumsi dengan seimbang, sesuai dengan tingkat usianya, termasuk susu. Susu menjadi pilihan makanan bergizi juga kan, dan bisa melengkapi kebutuhan protein dan kalsium pada anak. Jadi, why not jika susu bisa melengkapi asupan gizi anak, bahkan segala usia lho! (Neneknya Najwa masih minum susu tuh hingga sekarang *penting ya dikasih tau XD)

Nah, Najwa dari kecil (usia 2 tahun) hingga sekarang selalu saya beri susu UHT. UHT adalah singkatan dari Ultra-High Temperature. Jadi susu UHT diproses dengan cara dipanaskan hingga suhu 135 derajat Celsius, selama tidak lebih dari 3 detik, sehingga bisa mematikan bakteri dan mikroorganisme yang ada pada susu. Waktu pemanasan yang tidak lebih dari 3 detik dimaksudkan agar kandungan vitamin dan protein yang ada di dalamnya tidak rusak.

Dalam memilih susu UHT yang baik, dianjurkan untuk membaca dengan seksama komposisi serta kandungan zat gizi apa saja yang ada di dalam susu, yang bisa kita lihat pada label yang terdapat pada kemasannya. Untuk komposisi, biasanya saya memilih susu dengan komposisi yang tidak mengandung TAMBAHAN garam. Kenapa? Karena sesuai anjuran ahli gizi, sebaiknya penggunaan gula, garam, dan minyak dibatasi setiap harinya.

Untuk mudah mengingatnya, ahli gizi menggunakan istilah G4G1L5, yaitu tubuh hanya butuh gula 4 sendok makan, garam 1 sendok teh, dan lemak (banyak pada minyak goreng) 5 sendok makan. Jika mengkonsumsi ketiganya secara berlebihan, bisa mengakibatkan kenaikan berat badan, yang mengarah pada berbagai Penyakit Tidak Menular, seperti diabetes, jantung, tekanan darah tinggi, stroke, dan lain sebagainya.

Ketiga bahan ini sudah banyak didapatkan tubuh pada makanan (bahkan mungkin berlebih ya), makanya bagi saya, tidak mau lagi ada tambahan garam pada susu. Selain itu, rasa gurihnya susu karena tambahan garamnya, malah bikin haus usai kita meminumnya. Rasa alami susu jadi berkurang juga dengan adanya tambahan garam ini. So, saya selalu pilih susu UHT yang rasa gurihnya alami, no salt!

Selain dari komposisi, saya juga melihat dari sisi pengemasannya. Nggak guna juga dong, kalau susunya sudah steril dari bakteri dan kuman, trus gegara pengemasan yang tidak baik, susunya jadi nggak segar lagi. Saat ini teknologi sudah canggih ya. Memanfaatkan teknologi mutakhir, seperti teknologi Nutri Keep, dapat membuat kebaikan susu di dalam packing bisa tetap terjaga. Salah satu produk susu UHT 1L yang menggunakan teknologi Nutri Keep ini adalah Indomilk.

Dari video di atas bisa dilihat, bahwa setelah minum susu UHT Indomilk 1L, ternyata hampir semuanya tidak minum air putih lagi. Ini berarti setelah minum susu UHT Indomilk 1L, orang-orang tersebut tidak merasakan haus, sehingga mereka pun tidak perlu minum air putih. Rasa haus setelah minum susu disebabkan karena pada susu tersebut diberikan tambahan garam (agar susu terasa lebih gurih), yang membuat tenggorokan menjadi kering/ seret. Dari situ bisa diketahui bahwa susu UHT Indomilk 1L tidak ada tambahan garamnya, dan rasa gurih susunya berasal dari susu sapi segar.

Ngomong-ngomong soal Indomilk, untuk produk susu UHT 1L-nya tidak ada tambahan garamnya (silakan liat deh komposisi di kemasannya), sehingga rasa gurihnya susu UHT Indomilk 1L alami. Dikemasnya juga baik menggunakan teknologi Nutri Keep, bentuknya juga lebih ramping sehingga mudah disimpan, dan mudah juga digenggam sama anak-anak. Najwa biasanya menuangkan sendiri susu UHT-nya, ke gelas atau kalau nggak ke mangkok. Hehe iya, ke mangkok, Najwa terkadang (kalau lagi santai dan kepengen) suka minum susu dengan sereal :D   
Alhamdulillah, Najwa tumbuh menjadi anak yang sehat dan pintar. Kebiasaan minum susu sudah diajarkan oleh ibu sejak saya kecil, sehingga saya pun menurunkan kebiasaan baik ini untuk keluarga saya sekarang. Jika 4 sehat 5 sempurna sudah nggak ada lagi, susu tetaplah menjadi penyempurna atau pelengkap kebutuhan gizi keluarga saya. Yang penting dijaga saja asupan gizinya, agar tetap seimbang dan sesuai dengan tingkatan usianya :)


  • Share:

You Might Also Like

0 comments