Siapa yang nggak kecewa jika rumah yang dibeli ternyata sangat jauh dari harapan, karena tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditawarkan oleh pengembang? Misalnya saat menemukan lantai keramik yang mudah retak, atau mengetahui bahwa material bangunan yang digunakan ternyata terbuat dari kayu murahan, mudah dimakan rayap, belum lagi dinding yang baru sebulan udah mulai terlihat retak-retak halus. Ketika mengajukan keluhan pada pengembang, ternyata malah tak kunjung mendapatkan jawaban.
Haloo sobat semuaa…. Ada yang pernah
iseng berjalan mundur nggak? Kalo saya dulu pernah, waktu kecil iseng berjalan
mundur, bahkan sambil lari-lari kecil gitu, hihi… Tentu saja dengan kepala
miring ke samping untuk ngelihat jalan di belakang, biar nggak nabrak-nabrak, secara
nggak punya kaca spion, hahaha…
Credit by merdeka.com
Biasanya saya ngelakuinnya bareng
teman. Kadang sambil main-main, kadang kita lombain juga lho! Siapa yang paling
cepat sampai finish, dia pemenangnya.
Bagi yang menang bakal dapat hadiah digendong oleh yang kalah keliling
lapangan *tak gendong kemana-mana gituh :D Kalo kamu nggak pernah ngelakuin itu,
berarti masa kecil kamu kurang bahagiaa… hihi *ditimpuk pake bulu mata palsu :D
Hai para ibu, menjadi seorang ibu bukanlah hal yang buruk yaa... Namun untuk bisa menjadi seorang ibu yang baik, haruslah bisa membuat keluarganya merasa nyaman dan betah di rumah, dapat mengatur keuangan, dan memberikan yang terbaik bagi keluarganya. Dan ini bukanlah hal
yang bisa dianggap enteng di zaman sekarang ini. Yah, di zaman yang sudah globalisasi ini. Walaupun kita adalah warga Indonesia, namun tetap saja kita merupakan bagian dari
warga dunia juga, dimana saat ini sudah memasuki era globalisasi. Mau tak mau kita harus mengikuti arus dunia.
Ada sedikit kekhawatiran ketika orangtua mulai mengetahui bahwa saat ini Indonesia sudah memasuki Masyarakat Ekonomi Asean (MEA). Lalu bagaimana dengan anak-anak yang nantinya pasti harus menghadapi ini? Kekhawatiran dari orangtua adalah apa yang harus mereka lakukan pada anak-anak mereka, agar bisa menghadapi MEA tanpa kendala yang berarti. Apalagi sekarang anak-anak sudah mengenal gadget. Secara psikolog ini pasti sangat berdampak pada anak-anak.
Usai meluncurkan buku karyanya
yang berjudul Dua Kodi Kartika pada tahun 2015, Rendy Saputra, seorang CEO di
Keke Busana mempunyai ide untuk mengabadikan kisah dalam buku tersebut dalam bentuk
film dokumenter. Dengan menjadi Executive
Producer di Inspira Pictures, sebuah Production House yang berada di bawah
naungan Keke Busana, Rendy pun mulai menggarap film ini.
Film yang berdurasi kurang lebih
60 menit ini, digarap selama 3 bulan bersama dengan sutradara muda documentarian Ali Eunoia. Sama seperti
bukunya, film ini menceritakan perjalanan hidup seorang Ika Kartika atau yang
akrab disapa Bunda Tika, owner Keke
Busana dalam menjalankan usahanya hingga bisa sukses seperti saat ini.
Mendengar kata SOS, langsung yang
kepikiran adalah semacam tanda untuk meminta pertolongan, Save Our Souls! Mungkin
memang itulah yang dimaksudkan oleh sebuah organisasi non profit yang kemudian
mencantumkan kata SOS dalam nama organisasinya.
Siapa yang butuh pertolongan? Lalu
pertolongan apa yang dilakukan oleh organisasi ini? Mungkin sebagian dari kita
tidak mengetahui bahwa terdapat lebih dari 100 juta anak terlantar di seluruh
dunia. Bahkan di Indonesia sendiri terdata hampir 17 juta anak telah atau
terancam terlantar karena kehilangan pengasuhan orangtua.
Kembali, kali ini saya membahas mengenai Orange TV. Yah,
gimana ya, secara TV berlangganan yang satu ini cepat sekali update fitur-fiturnya, disesuaikan
dengan kebutuhan para pelanggannya. Seperti kali ini nih, Orange TV melalui TV everywhere Genflix, yaitu aplikasi genflix.co.id kembali hadir dengan paket
khusus untuk menyaksikan Premier League musim 2016/ 2017, yaitu gratis
Chromecast.
Sudah dua bulan belakangan ini,
saya dan beberapa teman blogger merencanakan ingin backpackeran ke luar negeri.
Namun rencana tinggal rencana, belum juga bisa terealisasikan karena kesibukan
masing-masing. Saat yang satu sedang luang waktunya, eh yang lain malah lagi sibuk-sibuknya
dengan kerjaannya, begitupun sebaliknya. Latar belakang profesi kami yang
berbeda-beda membuat kami sedikit kerepotan menemukan waktu yang cocok.
Padahal kami sama-sama ingin
melepaskan penat dari rutinitas sehari-hari dengan piknik, atau sekedar jalan-jalan
ke tempat yang kami anggap bisa membuat kami fresh kembali. Dari yang semula ingin backpakeran ke luar negeri,
mulai kami persempit dengan jalan-jalan ke salah satu wilayah di timur
Indonesia. Gagal, akhirnya direncanakan lagi dengan acara kemping di Kepulauan
Seribu. Bahkan saking inginnya kami bersua sambil berbincang-bincang dan menikmati
alam, salah seorang teman menyarankan untuk piknik di salah satu setu yang ada
di Jakarta Selatan. Huff, namun kami selalu saja terbentur dengan ketidak cocokan
waktu *sedih.
Ini merupakan pertama kalinya
saya ikutan dalam acara gathering atau meet up bareng OPPO Community Indonesia.
Menurut saya bergabung dengan berbagai komunitas itu sangat menarik, apalagi
dengan komunitas yang memiliki kesukaan atau hobi yang sama. Selain dapat untuk
memperluas jaringan dan teman, bergabung dalam komunitas juga dapat menambah
wawasan dan juga menjadi media untuk berbagi informasi.
Senangnya lagi kalau dalam
komunitas tersebut, orang-orangnya menyenangkan, bisa betah lama-lama
ngobrolnya, hehe. Itu pula lah yang saya rasakan saat tiba di Platinum Resto
Sarinah Jakarta, tempat diadakannya OPPO
F1s Meet Up, pada hari Minggu, 21 Agustus 2016 kemarin.
Senangnya, tahun ini masih diberi
kesempatan untuk bisa berkunjung ke
sebuah ajang pameran otomotif terbesar yaitu Gaikindo International Indonesia
Auto Show (GIIAS) 2016. Senang, karena bisa melihat langsung perkembangan dan juga
inovasi terbaru dari berbagai macam merek otomotif yang mejeng di sana.