Minggu, 08 Oktober 2017

Ngobrol Santai Bareng Menteri BUMN

Ngobrol bareng menteri? Wuaaa, kesempatan emas nih! Kapan lagi bisa ngobrol-ngobrol bareng menteri :D Makanya saat jadimandiri.org yaitu sebuah organisasi berbentuk media alternatif, yang berisikan informasi seputar dunia wirausaha, finansial, dan produktivitas mengundang saya untuk hadir pada acara ngobrol bareng Menteri BUMN di Plaza Mandiri, Jakarta, saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini :D

Acara yang diselenggarakan pada hari Kamis, tanggal 5 Oktober 2017 ini digelar malam hari, karena harus menunggu Ibu Menteri usai melaksanakan tugas negara. Saya yang tahu bahwa jalan menuju Gedung Plaza Mandiri merupakan jalan yang rawan macet, sengaja berangkat lebih cepat agar tidak tersangkut dalam arus kemacetan. Itu pun saya masih terkena macet, namun masih bisa dilalui hingga akhirnya saya tiba lebih cepat di tempat acara.

Awalnya saya kira acara dilaksanakan di lapangan olahraga yang terletak di bagian belakang gedung, karena di sana terlihat ada keramaian, namun ternyata bukan di sana. Acara dilaksanakan di taman yang terletak di tengah-tengah Gedung Plaza Mandiri. Sesampainya di taman, sudah nampak jejeran bangku berupa-rupa bentuk dan warna (macam balonku aja yah XD). Tempatnya nyaman dan instagramable! Jadi begitulah, sambil menunggu teman yang lain datang, saya dan beberapa teman yang sudah hadir berfoto ria alias narsis :)))

Maafkan saya yang narsis di taman tengah
Gedung Plaza Mandiri ini XD
Difollow ya Kakaa :)))
Saat adzan magrib, saya pun menunaikan sholat di masjid yang terletak di lantai bawah. Usai sholat, saya dan teman-teman dipersilakan menikmati jamuan makan malam sambil menikmati live music. Benar-benar suasana yang nyaman deh! Setelah makan, saya pun asyik ngobrol dengan teman yang duduk di samping kiri saya. Tiba-tiba saya mendengar suara yang sedikit keras lagi bicara di depan saya. Ternyata Ibu Rini Soemarno, Menteri BUMN sedang menyalami teman yang duduk di sebelah kanan saya. Bu Rini pun menyalami saya.

Wew, kapan ibunya datang ya? Saking asyiknya ngobrol, sampai-sampai saya tidak menyadari kehadiran Ibu Rini. Trus biasanya kan kita ya, yang menyalami pejabat. Ini malah Ibu Rini nya yang menghampiri teman-teman media dan blogger. Lalu Bu Rini pun mengambil makanan dan duduk diantara teman-teman, sambil mengajak ngobrol orang yang duduk di sampingnya. Beberapa teman yang minta foto bareng pun – termasuk saya, hehe, dilayani dengan ramah oleh Bu Rini, walaupun beliau lagi makan. Duh, humble banget Bu Rini ya :)

Ibu Rini saat memesan nasi gudeg
Ibu Rini kemudian mengitari taman, sambil melihat makanan apa saja yang disajikan. Beliau nampak tertarik dengan nasi gudeg, dan kemudian memesannya. Sambil makan, Ibu Rini kembali mengajak bicara teman-teman media. Bahkan usai makan, beliau duduk di salah satu anak tangga sambil melayani pertanyaan yang diajukan oleh para pewarta berita.

Ibu Rini duduk di tangga sambil menjawab pertanyaan wartawan
Akhirnya Ibu Rini berjalan menuju deretan bangku warna-warni dimana tempat acara dilaksanakan. Ibu Rini didampingi oleh Bapak Imam Apriyanto Putro, selaku Sekretaris Menteri BUMN. Ibu Rini pun memperkenalkan para pejabat yang berada di bawah Kementerian BUMN dan turut hadir pada acara ngobrol santai ini, yaitu ada Bapak Wahyu Kuncoro selaku Deputi Bidang Usaha Agro dan Farmasi, Bapak Hambra sebagai Deputi Bidang Infrastruktur Bisnis, Bapak Fajar Hari Sampurno sebagai Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis, dan Media, Bapak Gatot Trihargo sebagai Deputi Bidang Usaha Keuangan, Jasa Survey, dan Konsultan, Bapak Tumiyana sebagai Dirut PP, Bapak M. Choliq sebagai Dirut Waskita Karya, Bapak Bintang Perbowo sebagai Dirut Wijaya Karya, Bapak Budi Harto sebagai Dirut Adhi Karya, Bapak Sofyan Basir sebagai Dirut PT. PLN, Bapak Alex Sinaga sebagai  Dirut PT. Telkom, Bapak Maryono sebagai Dirut BTN sekaligus Ketua Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), Bapak Suprajarto sebagai Dirut BRI, Bapak Achmad Baiquni sebagai Dirut BNI 46, Bapak Sulaiman A. Arianto sebagai Wakil Dirut Bank Mandiri, Bapak Arief Budiman sebagai Direktur Keuangan Pertamina, serta para Staf Khusus Kementerian BUMN, seperti Bapak Sahala Lumban Gaol, Ibu Dwina, Ibu Devi, serta Ibu Wianda. *Fuuff, kelar juga nyebutin nama pejabat satu-satu XD

Ngobrol santai bareng Menteri BUMN
Bu Rini pun memulai obrolan dengan menjelaskan berbagai proyek pembangunan yang saat ini sedang dikerjakan oleh BUMN. Yang sering dipertanyakan adalah mengenai pembangunan jalan tol. Saat ini memang sedang giat-giatnya dilakukan pembangunan jalan tol, karena ini merupakan salah satu program utama dari presiden. Keputusan pertama yang diambil presiden di awal menjabat – dan ini merupakan keputusan yang sangat sulit menurut Ibu Rini, adalah dengan memotong subsidi untuk bahan bakar (gasoline). Subsidi sekitar 300-an triliun tersebut kemudian digunakan untuk program pengentasan kemiskinan, dimana program utamanya adalah untuk dana desa, peningkatan program bansos, kartu sehat, dll.

BUMN pun diperkuat, sehingga bisa melakukan berbagai program yang dibutuhkan untuk meningkatkan daya saing Indonesia. Infrastruktur jalan, terutama untuk jalan tol sangat penting dalam rangka konektivitas antar daerah, sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan dengan lancar dan pertumbuhan ekonomi merata di seluruh wilayah Indonesia. Untuk itu dibangunlah Jalan Tol Trans Jawa, yang rencananya sudah akan tersambung di pertengahan tahun 2018, mulai dari Merak – Probolinggo sepanjang 1270 km. Sedangkan untuk Jalan Tol Trans Sumatera, baru bisa tersambung antara Bakauheni – Palembang pada bulan Agustus 2018.

“Jadi aktivitas ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di Jawa saja, tapi bisa juga di Sumatera, Sulawesi, Kalimantan. Saat ini kami juga membangun jalan tol di Kalimantan Timur, yaitu Samarinda – Balikpapan. Kemudian kita juga membangun jalan tol Manado – Bitung di Sulawesi. Banyak lagi, juga di Sumatera Utara. Kita masih terus membangun,” jelas Bu Rini.

Selain infrastruktur jalan, BUMN juga sedang giat membangun jaringan listrik, dalam hal ini dikerjakan oleh PT. PLN. Untuk memenuhi kebutuhan dan pemerataan pasokan listrik masyarakat di seluruh Indonesia, pemerintah mencanangkan Program Pembangkit Listrik 35 ribu MW. Beberapa hari sebelumnya, Presiden sudah meresmikan PLTU di Serang, Banten dengan kapasitas 660 MW, sekaligus groundbreaking untuk PLTU Jawa 7, 9, dan 10 dengan total kapasitas 4000 MW.

Ibu Rini, Menteri BUMN
“Walaupun sangat berat mengerjakan berbagai program pembangunan ini, namun kita mempunyai semangat yang tinggi dan berkomitmen sebagai Badan Usaha Milik Negara, yang mempunyai fungsi sebagai agen pembangunan. Semangat yang tinggi, membangun 46 ribu km transmisi listrik, yang sekarang sedang dalam proses sudah 26 ribu km, belum lagi pembangunan 100 ribu MVA gardu induk,” papar Bu Rini lagi.

Lepas dari jalan dan listrik, BUMN juga membangun konektivitas secara digital. Saat ini PT. Telkom sedang membangun infrastruktur telekomunikasi berbasis fiber optic. Jaringan fiber optic yang dibangun sepanjang 158 ribu km, akan terbentang dari Sabang hingga Merauke. Dengan pembangunan jaringan telekomunikasi ini diharapkan seluruh daerah di tanah air akan tersambung, sehingga bisa berkomunikasi dengan mudah. Masyarakat di pelosok daerah juga bisa mendapatkan konten-konten berupa informasi yang positif dan bermanfaat, sehingga membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik lagi, yang tentu saja berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat tersebut.

Usai mendengarkan penjelasan dari Ibu Rini mengenai peranan BUMN dalam pembangunan, maka para media dan blogger pun dipersilakan untuk bertanya. Ada beberapa pertanyaan yang diajukan pada Bu Rini, namun yang membekas diingatan saya adalah mengenai Komodo Bond. Yap, Komodo Bond merupakan istilah yang baru di telinga saya. Ternyata Komodo Bond adalah surat utang yang diterbitkan dalam mata uang rupiah oleh pemerintah Indonesia, yang ditawarkan ke pasar internasional.  Ini merupakan yang pertama kalinya di Indonesia. Rencananya Komodo Bond akan dirilis pada bulan November tahun ini. Komodo Bond ini menjadi salah satu alternatif dalam mempercepat pembangunan infrastruktur nasional.

Banyak media yang mengajukan pertanyaan pada Ibu Rini, sampai Ibu Rini kewalahan dan dari raut wajah beliau nampaknya sudah kelelahan. Usai menjawab berbagai pertanyaan, Ibu Rini pun menyudahi sesi tanya jawab. Media yang masih penasaran, melanjutkan wawancara secara doorstop dengan beberapa pejabat BUMN yang masih berkenan untuk dimintai keterangan. Kalau saya cukup puas dengan informasi yang diberikan oleh Ibu Rini tadi. Semoga pembangunan infrastruktur ini cepat selesai, sehingga semua permasalahan yang terjadi di masyarakat bisa diselesaikan, dan masyarakat pun dapat hidup dengan lebih baik lagi ya Bu. Amiiin :)



Foto : Pribadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar