Selasa, 31 Oktober 2017

Tips Menjaga Mata Agar Tetap Sehat

Tanpa mata, dunia ini akan terasa gelap. Bersyukurlah, karena kita semua diberikan anugerah indera penglihatan oleh Sang Pencipta, agar bisa melihat apapun yang telah diciptakanNya. Jika kita ingin menikmati indera penglihatan ini dalam waktu yang lama, maka sebaiknya mata dirawat dan dijaga, agar bisa tetap berfungsi dengan baik.

Sebenarnya merawat mata itu tidaklah terlalu sulit, asalkan kita mengetahui hal apa saja yang musti kita lakukan agar mata bisa tetap sehat, serta konsisten dan disiplin merawatnya. Menurut dr. Gitalisa Andayani, Sp. M(K), Humas Persatuan Dokter Mata Indonesia (Perdami), belum begitu banyak orang yang cukup serius memperhatikan kesehatan matanya.

Hal ini disampaikan oleh dr. Gita pada saat talkshow bertajuk “Dampak Pencahayaan LED Berkualitas ‘Eye Comfort’ Bagi Kesehatan dan Kenyamanan Mata”, sekaligus pengenalan Kampanye Philips LED ‘Eye Comfort’ di Rumah Maroko, Jakarta, pada hari Kamis, 26 Oktober 2017 kemarin. Selain dr. Gita, hadir juga Ibu Rowena Lee, Senior Vice President Business LED Lamps, Global Business Group LED, Philips Lighting, serta Mas Teuku Rinaldi, selaku Lighting Designer & Consultant.

Talkshow Philips LED Eye Comfort
Philips Lighting telah melakukan survey di 11 negara, termasuk Indonesia, untuk mengetahui bagaimana pencahayaan LED berkualitas, dapat membantu mata menjadi lebih nyaman. Ada 3 kriteria eye comfort, yang menjadi acuan bagi Philips Lighting dalam membuat kenyamanan pencahayaan LED bagi mata, yaitu tidak berkedip (no flicker), tidak silau, dan penyebaran cahaya yang merata.  

Mr. Rami
Saat membuka acara, Mr. Rami Fajjar, selaku Country Leader Philips Lighting Indonesia mengatakan bahwa dengan ketiga kriteria eye comfort ini, membuat lampu LED dari Philips menjadi lebih menonjol. Kenyamanan mata itu merupakan hal yang sangat penting untuk mewujudkan kesejahteraan diri. Untuk itulah, Philips Lighting hadir dengan lampu LED yang berkualitas tinggi bagi masyarakat Indonesia.

“Philips Lighting Indonesia tidak hanya menawarkan teknologi pencahayaan yang lebih baik, namun juga memenuhi kriteria eye comfort,” jelas Mr. Rami.

Ibu Rowena
Dalam paparannya, Ibu Rowena menjelaskan bahwa sangat penting untuk memilih LED berkualitas tinggi, yang tidak berkedip. Kualitas pencahayaan tidak hanya terkait dengan masa pakai yang lama, tapi juga memastikan bahwa mata kita tidak lelah, dan terasa nyaman. “Tim riset kami bekerja keras tanpa kenal lelah, untuk mengembangkan LED berkualitas dan unggulan yang disukai konsumen, karena lebih nyaman bagi mata,” ujar Ibu Rowena.

Dalam rangka memperingati Hari Penglihatan Sedunia, yang tahun ini jatuh pada tanggal 12 Oktober, pemerintah menghimbau masyarakat untuk lebih meningkatkan perhatiannya terhadap isu kesehatan mata, seperti masalah kebutaan dan gangguan mata. Saat ini masalah yang paling banyak menyebabkan gangguan penglihatan dan kebutaan di Indonesia adalah katarak.

Masalah katarak ini bukan saja terjadi di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia. Populasi usia tua yang terus bertambah tiap tahunnya di dunia, menjadi penyebab banyaknya ditemukan masalah katarak. Tidak hanya katarak, masalah kelainan refraksi atau masalah kecamata yang tidak mendapatkan koreksi dengan baik, juga merupakan masalah kesehatan mata yang sering ditemukan, dan musti menjadi perhatian penting.

dr. Gita
“General message dari World Sight Day ini bahwa ada 200 juta penduduk dunia yang mempunyai gangguan mata, termasuk katarak dan gangguan kacamata. Tapi sebetulnya 80% dari kasus ini bisa kita hindari. Bagaimana caranya? Yaitu dengan melakukan pemeriksaan mata secara reguler,” jelas dr. Gita.

Waktu duduk di bangku sekolah dasar, saya sendiri diberitahu, bahwa untuk menjaga kesehatan mata, selain mengkonsumsi makanan yang kaya akan vitamin A, juga sebaiknya menjaga jarak antara mata dengan buku saat membaca. Kalau tidak salah sekitar 25 cm jaraknya. Lalu hindari membaca sambil tiduran dan minim cahaya, karena itu akan menyebabkan mata akan bekerja keras untuk bisa melihat dengan jelas.

Walaupun belum pernah dilakukan penelitian secara nasional, dr. Gita mengatakan bahwa berdasarkan penelitian secara sporadic, rata-rata hanya 15% masyarakat yang pernah memeriksakan matanya. Biasanya untuk anak usia sekolah, sudah banyak diselenggarakan pemeriksaan mata, namun masih ada orangtua yang tidak ingin anaknya menggunakan kacamata. Padahal ini sangat berbahaya, karena mata pada anak masih mengalami pertumbuhan, jika tidak mendapatkan koreksi kacamata yang benar, bisa menyebabkan gangguan mata permanen (lazy eyes/ miopia).

Jika dulu buku, maka zaman sekarang permasalahan berganti dengan gadget dan peralatan elektronik lainnya. Cahaya yang dipancarkan dari gadget dapat menyebabkan mata cepat lelah, yang berakibat pada gangguan mata. Dr. Gita menganjurkan agar anak-anak meluangkan waktu untuk beraktivitas di luar ruangan (kegiatan yang tidak perlu akomodasi untuk melihat dekat), seperti bersepeda, berenang, atau berolahraga, agar terhindar dari miopia atau rabun jauh.

Kenyamanan kita saat melakukan kegiatan di dalam rumah, bergantung pada kapasitas visual atau ketajaman penglihatan kita. Selain itu, kita juga perlu visual comfort, yaitu pencahayaan yang baik. Pencahayaan yang baik adalah pencahayaan yang uniform, yaitu pencahayaan yang merata, iluminasinya optimal, sinarnya tidak berpendar (no flicker), kontras adekuat, warna-warna terlihat dengan baik, serta tidak silau.

Anak-anak pada saat fungsi penglihatannya sedang bertumbuh kembang, penting bagi orangtua untuk memastikan bahwa anak-anak mereka (juga diri mereka), selalu melihat dalam kondisi yang prima. Jadi di dalam rumah perlu pencahayaan yang baik. Begitupun bagi para pekerja, karena pencahayaan dapat mempengaruhi kenyamanan saat bekerja, baik itu dalam hal durasi kerja, maupun kualitas kerja, sehingga mempengaruhi kesejahteraan secara umum. 

Penting nih bagi saya, yang hampir setiap saat berhadapan dengan komputer dan gadget. Jangan sampai terkena ‘computer syndrome’ seperti yang dikatakan oleh dr. Gita, dengan gejala penglihatan menjadi buram, kekakuan pada sekitar daerah kepala, nyeri bahu, dan pegal-pegal. Hal ini tentu sangat mengganggu kinerja sehari-hari. Apalagi jika usia yang makin bertambah, pencahayaan yang cukup menjadi sangat penting, karena kapasitas penglihatan yang mulai menurun.  

Beberapa hal yang menjadi penyebab mata lelah adalah membaca atau menggunakan komputer atau video dalam waktu yang lama, memaksakan mata untuk melihat dalam cahaya yang redup, paparan cahaya yang sangat terang (silau), reflex kedip yang berkurang, serta gangguan refraksi yang memerlukan kacamata.


Tips Menjaga Kesehatan Mata  
  • Rutin Memeriksakan Mata
Periksakan mata jika berusia 40 tahun atau lebih, dan bila memiliki penyakit mata atau faktor risiko penyakit mata atau riwayat dalam keluarga. Begitupun dengan kelompok berisiko tinggi, seperti punya riwayat diabetes atau riwayat keluarga dengan glautama (AMD), atau jika terjadi gangguan pada penglihatan. Setidaknya lakukan pemeriksaan mata setiap 5 tahun sekali. Tapi untuk usia 65 tahun ke atas, sebaiknya periksakan mata tiap 1-2 tahun sekali.
  • Pada Anak-anak
Memberikan pencahayaan yang baik, terutama saat membaca dan belajar. Biasakan anak-anak untuk melakukan aktivitas di luar ruangan setiap hari agar terhindar dari myopia.
  • Pada Orang Dewasa
Sama seperti anak-anak, orang dewasa pun membutuhkan pencahayaan yang baik untuk kegiatan sehari-harinya, terutama saat membaca. Hindari paparan UV-B, rokok, serta kemungkinan cedera saat bekerja dengan menggunakan pelindung mata.


10 Tips Agar Mata Nyaman ala Philips Lighting
  1. Kurangi waktu di depan layar, seperti komputer, gadget, dan televisi, yang dapat menyebabkan mata menjadi lelah dan melemahkan penglihatan. Jika terpaksa, gunakan pelumas mata, dan tutup mata selama 20 detik setiap 20 menit, agar mata dapat berisitirahat.
  2. Kenakan kacamata hitam dengan perlindungan UV 100%, jika berada di bawah sinar matahari atau cuaca yang cerah.
  3. Hindari merokok karena sifatnya beracun bagi mata.
  4. Menjaga pola makan dan menerapkan diet seimbang, sehat, dengan banyak sayuran dan buah segar, lemak ‘baik’, serta biji-bijian utuh.
  5. Berolahraga secara teratur, utnuk membantu mempertahankan IMT (BMI) sehat, yang menolong melawan penyakit kardiovaskular dan diabetes.
  6. Jadwalkan pemeriksaan rutin dengan spesialis mata, yang dapat mendeteksi dini gejala awal dari setiap kondisi atau penyakit mata.
  7. Tidur selama 7-9 jam setiap malam.
  8. Jagalah kebersihan dan cuci tangan, jika ingin menggosok atau menyentuh mata, untuk menghindari risiko infeksi.
  9. Gunakan lampu berkualitas baik, seperti Philips LED yang menyerupai cahaya alami, sehingga mata terasa lebih nyaman.
  10. Berlatihlah yoga mata yang sederhana, namun sangat efektif selama beberapa menit setiap hari.

Pencahayaan yang baik adalah pencahayaan yang alami. Cuma kalau kita berada di dalam rumah, apalagi saat malam hari, kita membutuhkan cahaya buatan (lampu). Menurut Mas Rinaldi atau yang akrab disapa Aldi, saat ini tidak berlaku lagi prinsip lampu asal terang, karena yang dibutuhkan dalam sebuah ruangan, yang pertama adalah lampu bisa membuat keindahan.'
  
Mas Aldi
“Dengan adanya lampu, kita bisa memperlihatkan sisi-sisi interior dengan lebih detil. Yang kedua adalah lampu bisa memperbaiki mood. Dengan lampu, kita bisa menciptakan berbagai macam mood. Orang yang capek pulang kerja, bisa kita buat lebih rileks dengan pencahayaan yang tepat. Yang ketiga adalah lampu bisa membuat persepsi, yaitu lighting bisa membuat efek ruang terlihat lebih luas atau lebih tinggi. Sedangkan yang terakhir, lampu bisa sebagai pemisah ruang,” ujar Mas Aldi.

Jadi selain dapat membuat mata nyaman, lampu juga bisa membuat efek psikis. Menurut Mas Aldi lagi, pengaturan pencahayaan itu harus sesuai dengan fungsi dari masing-masing ruangan. Misalnya saat membaca, kita membutuhkan pencahayaan sekitar 400-600 lux, atau saat memasak di dapur dibutuhkan cahaya sekitar 350 lux, begitupun saat kita makan, mandi, dan tidur. Masing-masing kegiatan ada standar pencahayaan yang harus dipenuhi.

Yoga Mata
Saya dan beberapa tamu undangan yang hadir pun sempat mempraktekkan yoga mata, yang dipandu oleh MC. Usai acara, saya mengunjungi beberapa experience booth, yang memperlihatkan Lampu LED Philips yang terbukti tidak berkedip (no flicker), tidak silau (no glare), serta penyebaran cahayanya yang merata. Saya pun menyempatkan diri untuk mencoba spa mata. Enak banget, bikin mata rileks, sayang cuma sebentar, hehehe….




Eye Spa



Foto : Pribadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar