Sabtu, 10 Juni 2017

TEMAN, Tempat Mudik Nyaman di Perjalanan

Alhamdulillah, di bulan yang penuh berkah ini saya bisa mendapatkan banyak ilmu, yang menambah wawasan saya, khususnya mengenai pola hidup sehat. Apalagi di bulan puasa, dimana tubuh dituntut untuk bisa bertahan, tidak makan dan minum selama kurang lebih 14 jam, tentu pola makan yang baik dan sehat sangat membantu agar tubuh bisa tetap fit selama berpuasa.

Puasa sudah berjalan hampir setengah bulan, anak-anak sekolah mulai memasuki masa liburan. Beberapa keluarga pun ada yang mempersiapkan diri untuk mudik ke kampung halaman. Sebenarnya persiapan seperti apa sih yang harus dilakukan selama mudik? Saya yang kebayang kalau mudik itu, perjalanan yang lama, macet, dan keramaian. Belum lagi kalau bawa anak-anak, yang biasanya nggak betah lama-lama berdiam diri selama diperjalanan.

Masalah ini ternyata menjadi perhatian juga bagi PT. Sarihusada. Perusahaan yang konsen dalam mendukung kebutuhan nutrisi bagi ibu dan si kecil ini, ingin memberikan kenyamanan bagi ibu dan si kecil saat melakukan perjalanan mudik nanti. Hal ini saya ketahui saat mengikuti talkshow bersama SGM Bunda dan SGM Eksplor pada hari Senin, 5 Juni 2017 kemarin di Aston Kuningan Suites, Jakarta.


Beberapa narasumber yang hadir, seperti dr. Dian Permatasari, M.Gizi, SpGK selaku Dokter Spesialis Gizi Klinik, Ibu Anna Surti Ariani, S.Psi, M.Si, Psi yaitu seorang Psikolog Anak dan Keluarga, serta Ibu Christina Natalia, Marketing Manager SGM Bunda, dan Ibu Astrid Prasetyo, Marketing Manager SGM Eksplor kemudian menjelaskan tentang bagaimana mempersiapkan diri untuk mudik yang aman dan nyaman, serta program apa yang sedang dilakukan oleh SGM Bunda dan SGM Eksplor.


Sehat dan Bugar Selama Berpuasa

Saat puasa, jadwal makan kita berubah, dari yang biasanya tiga kali sehari (pagi, siang, dan sore) menjadi dua kali, yaitu malam dan pagi dini hari. Namun perubahan jadwal makan tersebut tidak mengurangi kebutuhan tubuh kita akan nutrisi yang lengkap dan seimbang. Lalu bagaimana cara menyiasatinya, agar nutrisi untuk tubuh bisa terpenuhi selama berpuasa?

Sebenarnya banyak manfaat yang bisa diperoleh dengan berpuasa, diantaranya dapat menurunkan kadar gula darah dan kadar asam lemak, serta memperbaiki profil lemak. Hal ini menyebabkan menurunnya berat badan atau paling nggak menjaga kestabilan berat badan kita, sehingga dapat meningkatkan efek proteksi terhadap penyakit non infeksi, seperti stroke, jantung, diabet, kanker, dan lain sebagainya.

Lalu yang sering menjadi pertanyaan nih. Bagaimana dengan ibu hamil dan ibu menyusui? Apakah nggak apa-apa ya kalau bumil dan busui ingin berpuasa juga? Menurut dr. Dian, jika ibu hamil iggin berpuasa, musti memperhatikan kondisi kesehatan ibu dan janinnya, serta usia kandungannya. Karena tiap semesternya, membutuhkan perhatian dan nutrisi yang berbeda-beda. 

Bumil jika ingin berpuasa, tetap harus kosentrasi pada program kehamilannya. Sedangkan busui juga tidak ada larangan untuk berpuasa, namun tetap harus memperhatikan kesehatan ibu dan anaknya. Sebaiknya konsultasikan hal ini ke dokter. Karena menurut penelitian, sebenarnya berpuasa tidak mengurangi kuantitas dan kualitas ASI pada busui, tapi ini tergantung dari status nutrisi ibunya.

dr. Dian
”Jadi jika ASI busui lancar, kondisi kesehatan ibu dan anaknya juga sehat, maka boleh-boleh saja busui berpuasa. Namun jika busui sedang memberikan ASI Eksklusif (usia bayi 0-6 bulan), maka tidak disarankan untuk berpuasa, karena bayinya masih tergantung hanya pada ASI saja. Tapi jika sudah MPASI, asupan nutrisi masih bisa didapatkan anak dari makanan lain selain ASI,” jelas dr. Dian.

Nah, selain bumil dan busui, bagaimana dengan anak-anak? Bolehkan mereka berpuasa? Menurut dr. Dian boleh-boleh saja memperkenalkan dan mengajarkan anak-anak berpuasa sebelum mereka akal baligh dan wajib berpuasa. Namun jangan terlalu memaksakan si kecil untuk berpuasa seharian penuh, jika dirasa memang belum mampu untuk itu. Dengan berpuasa, anak menjadi lebih sehat, jarang sakit, dan menurunkan stress oksidannya. Selain sebagai ibadah, puasa dapat mengajarkan anak untuk lebih bersabar dan belajar disiplin.  

Tips Sehat Selama Berpuasa

Penuhi kebutuhan kalori
Lakukan aktivitas sehari-hari seperti biasa
Tetap melakukan olahraga, tapi dengan intensitas yang ringan
Istirahat yang cukup

Jika dulu kita mengenal makanan 4 sehat 5 sempurna, maka untuk saat ini modelnyaa telah diperbarui menjadi Pedoman Gizi Seimbang. Pedoman Gizi Seimbang tersusun dalam bentuk tumpeng gizi seimbang, yang terdiri dari karbohidrat (nasi, roti, ubi), protein dan lemak, seperti protein hewani (ikan, daging, telur, susu), protein nabati (kacang-kacangan, tahu, tempe), sayur dan buah-buahan dengan porsi yang lebih banyak. Batasi konsumsi minyak, garam, dan gula.

Metode Piring Makanku merupakan gambaran komposisi untuk satu piring makanan, yang terdiri dari makanan pokok, sayuran, lauk pauk, dan buah-buahan. Selama berpuasa, tetap jalani metode Piring Makanku, baik saat sahur maupun saat berbuka puasa. Saat sahur dianjurkan untuk makan makanan yang berkuah atau berserat, seperti sayuran berkuah dan buah-buahan, serta makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, agar dapat menahan rasa lapar lebih lama selama berpuasa.

Selain asupan nutrisi dari makanan, jangan lupa penuhi juga kebutuhan tubuh akan air. Selama berpuasa tetap harus minum air putih 8 gelas sehari. Minum 2 gelas air saat sahur, 2 gelas saat berbuka puasa, 2 gelas setelah tarawih, dan 2 gelas lagi sebelum tidur. Saat berbuka sebaiknya konsumsi makanan atau minuman yang manis terlebih dulu, agar dapat mengembalikan cadangan gula yang hilang selama berpuasa.

Lalu bagaimana jika berpuasa saat mudik? Sepertinya mudik terasa kurang menyenangkan, jika selama diperjalanan tubuh kurang fit karena kurangnya asupan nutrisi. Belum lagi bagi keluarga yang membawa anak-anak, yang musti mempersiapkan bekal yang cukup untuk memenuhi kebutuhan nutrisi anak-anak selama diperjalanan. 

Walaupun lagi mudik dan berpuasa, tetap saja kebutuhan kalori sehari-hari harus terpenuhi. Komposisi makanannya juga harus sama, ada karbohidrat, protein, lemak, sayur-sayuran, buah-buahan, dan air putih harus terpenuhi selama perjalanan.

“Selama mudik, saya sarankan untuk menjaga stamina dan mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral. Jangan lupa untuk beristirahat yang cukup. Sekarang di sepanjang perjalanan, khususnya ke Jawa, banyak tersedia rest area. Lalu jangan lupa juga bawa obat-obatan, seperti obat panas, diare, dan lain-lain,” papar dr. Dian.


Tips Persiapan Mudik untuk Ibu dan Si Kecil

Ibu Anna Surti
Ibu Anna Surti mengatakan bahwa peran ibu sangat penting untuk memberikan situasi yang enak dan nyaman bagi si kecil selama perjalanan mudik. Oleh karena itu saat mudik, ibu pun harus mempersiapkan diri, baik secara emosional maupun psikologis, khususnya untuk ibu hamil dan ibu menyusui.

Khusus untuk bumil dan busui, jika ingin melakukan mudik, sebaiknya menerima keterbatasan dirinya bahwa bumil memang gampang lelah, dan keterbatasan lainnya. Tidak menuntut kesempurnaan, apalagi jika memilih mudik menggunakan kendaraan umum. Bumil dan busui pun musti memahami risiko yang dihadapi jika melakukan perjalanan mudik, misalnya mudik di usia kehamilan trimester awal. Jika sudah mengetahui risikonya, maka bumil dan busui harus siap menghadapi risiko tersebut nantinya.

Tips Mudik Aman dan Nyaman bagi Ibu Hamil dan Menyusui :
  • Buatlah diri senyaman mungkin, misalnya posisi duduk dan pakaian yang nyaman.
  • Bawalah benda-benda yang membuat nyaman, seperti bantal, buku, kudapan.
  • Cari tahu dimana saja lokasi yang cukup nyaman untuk beristirahat, dalam jalur mudik yang dilalui.
  • Ingatlah berbagai hal yang dapat memnghibur.
  • Bekerjasama dengan suami dan keluarga selama diperjalanan.
  • Mohon pengertian keluarga untuk keterbatasan yang dimiliki.

Mudik dapat dijadikan sebagai momen yang tepat untuk mengasah keterampilan sosial si kecil. Dengan tubuh yang sehat dan tercukupinya nutrisi pada si kecil, dapat meningkatkan kecerdasan otaknya, membuatnya jadi anak yang mandiri, serta memiliki perkembangan emosi yang baik. Ke semuanya ini merupakan faktor yang dapat membuat si kecil mampu bersosialisasi dengan baik.

Kemampuan bersosialisasi ini diantaranya adalah mampu berteman dan bekerja sama, berkompetisi dengan sehat, bisa sabar menunggu atau mengantri, sopan santun, dapat menyelesaikan atau mendamaikan pertengkaran, jika marah tidak sampai mengganggu orang lain, bisa mengikuti aturan, dan peduli terhadap orang lain, seperti orang yang lagi sakit atau kekurangan.

Nah, agar si kecil mampu bersosialisasi dengan baik saat mudik, berikut tips nya :
  • Ceritakan pada si kecil tentang keluarga di tempat tujuan.
  • Perlihatkan foto keluarga.
  • Latihan bersilaturahmi.
  • Bawakan mainan yang disukai si kecil, untuk bisa dimainkan bersama anggota keluarga yang lain.
  • Dalam perjalanan, ingatkan si kecil akan bertemu dengan siapa saja.
  • Usahakan perjalanan yang cukup nyaman untuk anak, misalnya dengan beristirahat di tengah perjalanan.
  • Sesampainya di tempat tujuan, ajarkan untuk bersalaman, namun jangan sampai dipaksakan jika si kecil nggak mau. Berikan alternatif lain, seperti tos tangan atau dengan mengelus rambut si kecil.
  • Jika si kecil mampu melakukannya, jangan sungkan-sungkan untuk memberikan apresiasi untuk usahanya.


TEMAN, Tempat Mudik Nyaman

Selain membantu orangtua memberikan nutrisi pada si kecil, Sarihusada juga berkomitmen memberikan edukasi untuk membantu orangtua memberikan stimulasi pada si kecil. SGM Bunda dan SGM Eksplor selalu mendukung perjuangan orangtua dalam memberikan nutrisi demi masa depan yang lebih baik bagi si kecil.

Ibu Astrid
“Sarihusada melalui SGM Bunda dan SGM Eksplor ingin dapat terus mengiringi dan mendukung ibu dan si kecil dalam melakukan  berbagai aktivitas, termasuk mudik,” ungkap Ibu Astrid. Untuk itulah SGM Bunda dan SGM Eksplor menggelar Program Mudik TEMAN (Tempat Mudik Nyaman).

Salah satu wujud nyata dari SGM Bunda dan SGM Eksplor untuk terus mendukung para bunda, maka tahun ini ada aktivitas yang diberi nama TEMAN. Di Tempat Mudik Nyaman (TEMAN) ini ada area SGM Bunda, dan area SGM Eksplor yaitu area untuk bermain bagi anak-anak. TEMAN akan ada di pintu utama untuk jalur mudik via darat yaitu jalur Pantura.

TEMAN SGM Bunda dan SGM Eksplor ada di 6 titik rest area di jalur Pantura, yaitu 4 titik di arus mudik dan 2 titik di arus balik. Dimana saja letak TEMAN SGM Bunda dan SGM Eksplor ini?


Untuk Arus Mudik (19 – 25 Juni 2017) :
Rest Area Tol Cipali KM 102 A
Rest Area Tol Cipali KM 166 A
Rest Area RM Jatilawang
Rest Area Sumber Alam

Untuk Arus Balik (28 Juni – 2 Juli 2017) :
Rest Area Tol Cipali KM 101 B
Rest Area Tol Cipali KM 164 B

Ibu Christina
“Diharapkan dengan adanya TEMAN ini, para bunda dan keluarga SGM bisa tetap mudik dengan nyaman, sehat, dan bisa pulang pergi dari kampung halaman dengan kondisi yang sehat dan ceria,” tukas Ibu Christina.

Bagi para bunda yang akan melakukan mudik nanti, jangan lupa mampir di Area TEMAN (Tempat Mudik Nyaman) SGM Bunda dan SGM Eksplor nanti yaa. Banyak fasilitas tersedia di sana, seperti untuk bunda yang lagi hamil  bisa istirahat di sana, untuk busui disediakan tempat khusus untuk menyusui, tempat untuk ganti diapers, serta area bermain bagi si kecil.  







Sumber Foto : Pribadi

2 komentar:

  1. Jadi inget pengalaman mudik saat anakku masih kecil mbk. Awalnya agak ribet sih harus bawa barang2 fave-nya supaya gak rewel. Bawa mainan, susu, guling bahkan sepeda hehee.. Tapi menyenangkan dan kangen masa2 itu :)

    BalasHapus
  2. Serempong apapun persiapannya, mudik akan jadi perjalanan berkesan buat si kecil

    BalasHapus