Senin, 05 Desember 2016

Jika Rumahku Menggunakan Philips Hue

Jika rumahku menggunakan Philips Hue?? Apaan tuh Philips Hue? Inovasi apa lagi yang dikeluarkan oleh Philips Lighting kali ini? Baru kemarin Philips mengeluarkan inovasi lighting berupa Scene Switch LED Bulb. Sekarang ada lagi yang baru yaa? Waah, kereen dong! Jadi apaan tuh Philips Hue? Hehe…. :D

Aku sendiri baru mendapatkan informasi mengenai Philips Hue ini saat menghadiri acara Blogger Community Gathering Philips Lighting Week di Senayan City, pada hari Sabtu, 19 November 2016 kemarin. Ternyata saat itu Philips sedang mengadakan Pameran, yaitu Philips Lighting Week dari tanggal 17 – 20 November 2016, di Main Atrium Senayan City, Jakarta.


Blogger Community Gathering Philips Lighting Week
(Ki-ka) Mas Ario, Mba Susan, dan MC
Dari narasumber yang hadir pada acara yang dikemas dalam bentuk talkshow ini, yaitu Mba Indah Susanti atau yang akrab disapa Mba Susan, selaku Product Manager Consumer Luminaire Philips Lighting Indonesia, barulah saya mengetahui bahwa Philips Hue merupakan sebuah sistem pencahayaan yang terkoneksi untuk pencahayaan di rumah. Masih belum mengerti? Baiklah, nanti akan saya jabarkan lebih rinci lagi yaa. Biar aku, kamu, dan mereka semua mengerti *halah, opo ikii :))

Pernah membayangkan kalau lampu di rumah bisa diganti-ganti cahayanya dalam 16 juta warna? Nggak? Saya juga nggak :)) Saya taunya, lampu yang bisa berganti-ganti warnanya adalah lampu untuk pesta atau lampu diskotik, wkwkwk. Itu pun pergantian warna lampunya sudah otomatis dari rancangan elemen pada lampu tersebut. Jadi kita tidak bisa mengatur warna pada lampunya.

Nah, kalau dengan Philips Hue, semua itu  bisa dilakukan. Iyes, warna pencahayaan pada lampu bisa kita atur sendiri sesuai dengan mood atau keinginan kita. Itu juga nggak hanya satu atau dua warna lho! Ada 16 juta warna yang bisa dimainkan sesuka hati. Woow, hebatkan! Bisa dibayangkan, bagaimana 16 juta warna cahaya mempercantik semua ruangan yang ada di rumah kita *mengkhayal.

Philips Lighting Week di Senayan City, Jakarta
Oke, lalu bagaimana cara mengaplikasikan Philips Hue ini? Nggak mungkin dong kalau lampunya tinggal pasang, trus di klak klik pakai saklar biasa. Itu bukan inovasi baru lagi dong namanya, hehe. Namanya terkoneksi, berarti harus terhubung dengan internet. Untuk apa harus ada internet? Yap, tentu saja agar lampunya bisa kita kontrol via smartphone, iPad maupun tablet yang sudah support aplikasi Philips Hue.

Untuk diketahui nih, ada beberapa komponen yang terdapat pada Philips Hue, seperti Hue Starter Kit WCA (White and Color Ambiance), Hue Single Bulb, Hue Go, Hue Lightstrip Plus 2m, Hue Lightstrip Plus 1m Ext, Hue Bridge, dan Hue Dim Switch. Untuk Hue Starter Kit WCA, di dalam box-nya sudah terdapat paket Hue Bridge plus satu kabel power dan LAN, serta 3 buah bohlam LED.


Nah, untuk merasakan sensasi atau pengalaman bermain-main dengan pencahayaan pada lampu di rumah, kita harus memiliki Hue Bridge dan bohlamnya, serta jaringan internet dan smartphonenya :D Hue Bridge sangat penting, karena berguna sebagai penghubung antara bohlam dengan internet. Satu Hue bridge bisa untuk menampung 50 buah bohlam. Sedangkan internet nggak perlu jaringan yang kuat juga, yang penting stabil saja, yang cukup untuk menjalankan aplikasinya.

Untuk langkah pertama, pasanglah bohlam pada tempatnya :D Lalu hidupkan. Pasang kabel power dan kabel LAN pada  Hue Bridge. Colok kabel power ke sumber listrik, sedangkan kabel LAN dikoneksikan ke router, hidupkan. Selanjutnya download aplikasi Philips Hue di Google Play atau Play Store pada smartphone. Setelah selesai instal, klik, maka aplikasi akan langsung terkoneksi ke bohlam. Tinggal setting pencahayaan yang diinginkan pada bohlam. Simpel kan! J

Oya, pada saat searching aplikasi Philips Hue, mungkin kamu pada bingung ya, karena banyak sekali aplikasi terkait Philips Hue di sana, ada sekitar 450 aplikasi bo’! Ahaai, nggak usah bingung, karena Philips memang mengembangkan aplikasi ini bersama dengan pihak ketiga. Kamu tinggal pilih aplikasi mana yang sesuai dengan dirimu. Kalau mau gunakan aplikasi dari Philips, tinggal pilih pengembangnya Philips Lighting BV dengan logo bertuliskan ‘hue’ yang berwarna warni.

Untuk lebih jelasnya, ada Mas Ario Pratomo juga yang hadir pada acara ini. Mas Ario merupakan seorang Social Influencer, serta Vlogger, yang ternyata telah mencoba Philips Hue di rumahnya, untuk pertama kalinya di Indonesia lho! *duuh, beruntungnya dirimu Mas :D Mas Ario pun membagikan pengalamannya saat mengaplikasikan Philips Hue di ruang kerjanya.

“Cahaya dapat mempengaruhi mood saat bekerja. Makanya pemilihan cahaya yang pas dan sesuai dengan mood, dapat membangkitkan semangat dan ide-ide kreatif saya saat bekerja,” ungkap Mas Ario. Mas Ario pun membuat video, bagaimana ruang kerjanya yang awalnya flat atau biasa-biasa saja, dapat berubah menjadi sebuah ruangan yang luar biasa dengan hadirnya Philips Hue.


Dilihat dari video yang diunggah Mas Ario di akun Youtube-nya, serta melihat langsung pengaplikasian Philips Hue di Philips Lighting Week, saya jadi kagum sendiri. Ajaib banget lampunya bisa berubah sesuai dengan keinginan kita. Tidak hanya itu, warna lampu juga bisa diubah sesuai tema atau gambar yang kita unggah sendiri lho!

Selain lampu LED keluaran Philips yang hemat energi, yang berarti tidak perlu cemas bakal jebol tagihan listrik *pengalaman pribadi, hehe, dengan Philips Hue, lampu di rumah juga bisa di-setting berjadwal, seperti layaknya alarm jam dan TV gitu! Misalnya mau bangun pagi dengan cahaya lampu yang cerah, atau mau redupin lampu di saat jam tidur. Semua bisa disetel lho!

Mau tau lagi, keunggulan dari Philips Hue? Nah, selain bisa dikontrol melalui aplikasi Philips Hue di rumah, lampu-lampu pintar ini juga bisa dikontrol dari luar rumah juga lho! Yup, caranya adalah dengan mendaftarkan akun kita ke dalam portal Hue di www.meethue.com. Dari akun tersebut kita bisa setting lampu-lampu di rumah atau me-remote-nya melalui koneksi internet. Psst, ini mungkin bisa dijadikan solusi anti-maling saat kita pulkam, atau saat kita pulang ke rumah terlalu larut yaa, hihi, yang penting sih Hue Bridge-nya nyala yaa :D

Balik lagi ke pertanyaan di atas. Jika rumahku menggunakan Philips Hue, maka aku akan bingung, karena bisa-bisa aku nggak akan kemana-mana, dan betah berada di rumah berminggu-minggu, hahaha… Nggaklah, yang pasti bakal senang banget, karena dengan adanya Philips Hue di rumah, selain rumahku jadi semakin penuh dengan warna *seperti hidupku :D, imajinasiku juga akan semakin liar, epss liar di sini maksudnya makin kreatif yap! Wwkwk...

Nggak kebayang deh kalau Philips Hue mewarnai rumah. Mungkin di dinding atas ranjang bisa dihias dengan Hue Lightstrip, lalu ciptakan pencahayaan dengan suasana romantis,  cieee…. :D Uhuk! Kan Life Starts with Hue, eh wkwkwk. Selanjutnya ruang keluarga di pasang Hue Go, karena di sana semua kegiatan berlangsung, seperti nonton, makan, belajar, dan bermain, jadi pencahayaan bisa disesuaikan dengan kegiatan keluarga. Eh, cukup mengkhayal tentang Philips Hue-nya. Sebaiknya langsung direalisasikan saja ya. Tinggal nunggu launching Philips Hue di Indonesia tahun depan nih! :)


Sumber Foto : Pribadi dan meethue.com

1 komentar: