Kamis, 06 Oktober 2016

Philips SceneSwitch LED, 3 Intensitas Cahaya dalam Sebuah Bohlam

Kamar tidur merupakan tempat favorit saya. Hayoo ngaku, kamu juga kaaan :D Kenapa yaa? Gak tau juga alasannya kenapa, saya merasa nyaman aja melakukan segala sesuatunya di kamar. Mo makan, nonton, ngetik, baca, hampir semua saya lakukan di kamar. 

Mungkin karena ada kasurnya kali ya? Jadi jika capek, tinggal loncat ke kasur, hihi. Atau karena kamar tidur merupakan sebuah ruangan privasi, sehingga mo jungkir balik atau apa pun itu, saya merasa bebas... Di kamar, dunia serasa milik sendiri, hehe :D

Di kamar juga saya sering mendapatkan wangsit eh inspirasi (gak seperti teman saya yang suka dapat inspirasi di kamar mandi atau toilet, *lirik mba eh, hihi). Jadi, untuk kamar saya bikin senyaman mungkin, agar saya merasa nyaman dan bisa betah berlama-lama di dalamnya. Misalnya, memasang dekorasi dinding sesuai dengan selera saya, rak buku yang dekat dengan tempat tidur, televisi, pendingin ruangan, serta pencahayaan yang cukup. 

Bicara tentang pencahayaan di dalam kamar atau di dalam ruangan, saya punya cerita menarik nih! Begini, biasanya kan saya kalo mau membaca di kamar, menggunakan lampu baca atau lampu meja, karena untuk lampu utama di kamar, memang sengaja saya pasang lampu yang redup, agar lebih nyaman untuk tidur sambil nonton tv. 

Saya sudah pernah juga ganti lampu kamar dengan cahaya yang lebih terang, namun saat mau tidur dan mematikan lampu, mata saya agak sakit melihat ke layar televisi. Akhirnya, saya balik lagi ke lampu yang lebih redup, dan jika ingin membaca atau menulis menggunakan lampu meja. Bingung juga sih ya, karena saya sudah terbiasa nonton dulu sesaat sebelum tidur, hehe... 

Nah, belum lama ini saya dapat cerita bahwa Philips mengeluarkan produk inovasi lampu terbarunya, yaitu Philips SceneSwitch LED. Awalnya saya pikir ini produk lampu yang bisa diganti-ganti warnanya dari yang cool ke warm itu, dengan cara memencet saklarnya beberapa kali. Trus untuk produk yang terbaru ini saya pikir hanya penambahan untuk varian warna lainnya. Eh, ternyata bukan. SceneSwitch LED ini inovasi yang terbaru lagi yang diluncurkan oleh Philips Lighting. 

Setelah bohlam dipasang barulah saya ngerti, ternyata jika saklar lampu dipencet sekali akan menghasilkan cahaya yang terang, pencet lagi, mati. Trus pencet lagi untuk yang kedua kali, maka cahaya lampu akan sedikit berkurang dari yang awal, atau cahayanya normal gitu. Lalu, saya pencet lagi, mati. Lanjut saya pencet untuk yang ketiga kali, hasilnya, cahaya lampunya jadi redup gitu.
Kamar dalam pencahayaan terang
Kamar dalam pencahayaan normal
Kamar dalam pencahayaan redup
Iseng, saya pencet lagi, mati. Pencet lagi, lampunya kembali hidup dengan cahaya yang terang, seperti yang cahaya pertama tadi. Waah, ternyata Philips SceneSwitch LED yang terbaru ini memiliki 3 intensitas cahaya dalam sebuah bohlam. Saya suka saya sukaaaa *ala Mey Mey :D

Ini pas banget dengan yang saya pikirkan selama ini, ada sistem pencahayaan yang bisa bantu saya, agar nggak terlalu repot gonta ganti lampu yang sesuai dengan kegiatan yang sedang saya lakuin, di kamar tentunya, hehe.... Saya tuh ya, dari kecil, suka banget ngayal tentang berbagai teknologi yang saya pikir nggak mungkin bisalah. 

Misalnya nih, waktu kecil saya suka ngayal, andaikan ada sebuah remote yang bisa mengontrol semua peralatan elektronik di rumah, atau pagar yang bisa buka tutup secara otomatis dengan cara mengenali si pemilik rumah, atap rumah yang bisa dibuka tutup dengan memencet sebuah tombol, sebuah mesin yang bisa bantu nyuci piring dan baju sampe ngejemur juga. Pokoknya banyak deh, yang pikir saya gak bakal bisalah. Eh, ternyata bisaan aja, dan ada sekarang :D

Lampu Philips SceneSwitch LED yang baru ini salah satunya. Ga kepikiran kan bisa disetel begitu cahaya lampunya, cukup dengan klak klik saklarnya. Saklarnya juga cukup pakai saklar lama yang udah ada, ga perlu saklar khusus. Tinggal ganti aja bohlam lama dengan bohlam Philips SceneSwitch LED terbaru ini. Praktis! Saya juga jadi lebih nyaman lagi mo ngelakuin kegiatan apapun di kamar, hehe. Kalo mau dandan, gunting kuku, atau kegiatan yang musti dilihat secara detil gitu, tinggal pasang cahaya yang terang. Mo ngetik, nulis, atau baca, tinggal ganti dengan cahaya normal, dan kalo mo nonton dan tidur tinggal diredupin.


Pokoknya sejak ganti bohlam, jadi tambah nyaman aja deh di kamar, hehe, segala sesuatunya jadi lebih mudah dan praktis. Karena bohlam ini tersedia dalam dua varian, yaitu Philips SceneSwitch Daylight (putih) dan Warm White (kuning), makanya saya pake aja kedua variannya (penasaran soalnya, hihi). Buat yang bohlam kuning saya pasang di ruang keluarga, karena ruang ini juga butuh penyesuaian pencahayaan. Segala aktifitas keluarga juga 'berseliweran' di ruang keluarga ini, seperti makan, nonton, sampe bermain anak-anak :D


Foto : Pribadi

9 komentar:

  1. Lampu pintaaarr. Saya juga pakai dan sukaaa :)

    BalasHapus
  2. oooh gitu jadi kita sendiri yang nentuin ya mbak pencahayaannya?

    BalasHapus
  3. Keren ini lampunya, boleh lah di coba

    BalasHapus
  4. Wah kapan2 beli ah lampunya. Kalau aku suka yg terang2 sih mbak.
    Mungkin lampu ini cocok buat di kamar kali ya, secara suami gak terlalu suka terang
    TFS :)

    BalasHapus
  5. Wah lucu ya, baru tau ada yg SceneSwitch kek gini. Dulu beli Philips LED yang cool / warm biasa aja sih :D

    BalasHapus
  6. aku di rumah juga pake lampu philips, teraaang deh

    BalasHapus
  7. itu TV hadiah kemarin ya Wi? hahahah kabuuuuuur
    philips memag sdh terpecaya banget

    BalasHapus
  8. wiiih Philips nih inovasi nya emang keren keren yaah kak, satu bohlam bisa 3 jadi 3 cahaya berbeda gitu, kereeeens

    BalasHapus