Kamis, 07 April 2016

Yuk, Cegah, Obati dan Lawan Diabetes!


Credit by. diabetes-article.com
Jumlah penderita diabetes di dunia terus meningkat tiap tahunnya. Bahkan sejak tahun 80-an hingga tahun 2015, angkanya meningkat hingga 4 kali lipatnya. Diprediksi angka ini akan terus bertambah jika tidak segera ditanggulangi.

Informasi ini disampaikan oleh Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kemenkes RI, dr. Lily S. Sulistyowati, MM di Ruang Rapat Gedung PTM, Ditjen P2P Kemenkes Jakarta, pada hari Jumat kemarin (1/4/2016).
dr. Lily S. Sulistyowati, MM
Sebenarnya apasih diabetes itu? Diabetes merupakan suatu kondisi dimana kadar gula (glukosa) dalam darah tinggi. Tubuh kita memproduksi insulin, yaitu hormon yang dikeluarkan oleh pankreas, yang berfungsi untuk memecah gula yang dikonsumsi dalam makanan. Nah, jika produksi atau pemanfaatan insulin menurun, maka dapat menyebabkan timbulnya diabetes.

Ada 2 tipe diabetes :

- Diabetes tipe 1 (biasanya diderita sejak masih kanak-kanak). 
Penyebab diabetes ini tidak diketahui dan tidak dapat dicegah. Tubuh benar-benar berhenti memproduksi insulin, sehingga penderita sangat bergantung pada terapi insulin untuk kelangsungan hidupnya.

- Diabetes tipe 2. 
Bentuk umum yang diidap hampir 90% penderita diabetes di seluruh dunia. Pankreas menghasilkan insulin dalam jumlah yang tidak memadai, atau tubuh tidak mampu menggunakan insulin yang tersedia dengan benar.

Jika masalah diabetes (tipe 2)  ini tidak terkontrol dan tidak segera diobati, maka dapat menimbulkan komplikasi dan masalah lainnya, seperti penyakit jantung, stroke, kebutaan, gagal ginjal, serta penyakit mematikan lainnya.

Walaupun diabetes bukanlah penyakit tidak menular, namun diabetes merupakan penyumbang angka kematian tertinggi di dunia. Di Indonesia sendiri, diabetes berada diurutan ketiga penyebab kematian, setelah stroke dan penyakit jantung.

Untuk itulah diabetes yang merupakan Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi fokus dunia. WHO bahkan mengeluarkan Rencana Aksi untuk Pencegahan dan Pengendalian PTM 2013-2025, dimana diabetes menjadi salah satu dari empat prioritas PTM. Dan ditargetkan pada tahun 2030 nanti, jumlah angka kematian akibat PTM, termasuk diabetes akan terus berkurang.

Sebenarnya diabetes dapat dicegah atau paling tidak ditunda kejadiannya, dengan upaya pencegahan sedini mungkin. Faktor perilaku hidup yang tidak sehat, seperti kurangnya aktifitas fisik, kurang mengkonsumsi sayur dan buah, lebih suka mengkonsumsi minuman beralkohol dan merokok, dan lain sebagainya ini harus segera diperbaiki. Masalah gizi juga menjadi salah satu penyebab meningkatnya jumlah penderita PTM. Karenanya 80% penderita diabetes terdapat di negara berpenghasilan rendah dan menengah.

Diabetes bukan saja mengenai masalah kesehatan, namun juga memberikan dampak pada perekonomian si penderita dan keluarganya, serta bagi sistem jaminan kesehatan dan perekonomina negara, akibat biaya kesehatan langsung, serta hilangnya produktifitas.

Siapa saja yang berisiko terkena diabetes?

- Riwayat keluarga.
Faktor genetik bisa menjadi salah satu risiko seseorang terkena diabetes, namun ini dapat di cegah dengan menjalankan pola hidup sehat sedini mungkin.

- Usia.
Bertambahnya usia, terutama usia di atas 40 tahun, dan ini mungkin disebabkan semakin menurunnya aktifitas fisik di usia ini.

- Kegemukan/ obesitas.
Kelebihan berat badan merupakan faktor risiko utama penyebab diabetes. Banyaknya jaringan lemak dapat menyebabkan semakin resistennya sel terhadap insulin.

- Kurangnya aktifitas fisik.
Aktifitas fisik dapat membantu tubuh untuk mengontrol penggunaan glukosa sebagai energi, serta dapat meningkatkan sensitivitas sel terhadap insulin.

- Diet yang tidak sehat.
Diet kaya kalori, lemak jenuh dan gula, serta rendah serat, dapat menyebabkan peningkatan berat badan, sehingga berisiko terkena diabetes.

- Memilki tekanan darah tinggi.

80% kejadian diabetes dapat dicegah! Lakukan upaya pencegahan di mulai dari sekarang. 
Berikut 4 cara tepat melawan diabetes :

1.      Mengkonsumsi makanan sehat dan gizi berimbang.
Konsumsi sayur dan buah minimal 5 porsi per hari. Kurangi konsumsi gula dan hindari makanan/ minuman yang manis atau berkarbonasi.
2.      Banyak melakukan aktifitas fisik.
Olahraga yang teratur, berjalan kaki, membersihkan rumah, dan kegiatan fisik lainnya yang dilakukan secara baik, benar, teratur, dan terukur (BBTT).
3.      Periksa kesehatan secara teratur.
Awasi berat badan agar tetap ideal dan tidak berisiko, periksa gula darah dan tensi darah secara teratur.
4.     Penderita diabetes dapat hidup sehat dengan teratur mengikuti pengobatan dengan tepat dan benar.


Lawan diabetes tidak bisa dilakukan oleh penderita saja, namun butuh dukungan dari seluruh komponen masyarakat, pemerintah pusat dan daerah, serta organisasi kemasyarakatan dan sosial. Semua harus bergerak bersama agar angka penderita diabetes dapat terus ditekan.

Demi meningkatkan kesadaran dan menggerakkan masyarakat dunia untuk mengendalikan diabetes, WHO menjadikan diabetes sebagai tema kampanye Hari Kesehatan Sedunia Tahun 2016. Yuk, mulai sekarang atur pola hidup sehat, karena penyakit diabetes masih belum bisa didiagnosa gejalanya, sehingga masih banyak masyarakat yang tidak sadar kalau menderita penyakit tidak menular. Bagaimanapun, mencegah lebih baik dari pada mengobati bukan? J

2 komentar:

  1. *brb olahraga ahh biar sehat

    BalasHapus
  2. kudu rajin olahraga sejak muda ya, biar bisa ngurangin resiko diabetes

    BalasHapus